Back to Kompasiana
Artikel

Urban

H Surtiwa

Veteran Exploitasi Migas

Perkembangan Senjata Perang Ringan…

REP | 01 August 2013 | 07:22 Dibaca: 494   Komentar: 2   1

Pada awal diketemukan senjata api ringan untuk berperang yang kita kenal dengan Senapan…disainnya menggunakan Fixed Chamber (Kamar Tetap) dimana peluru yang ditembakkan terkunci dalam kamar pada waktu senjata ditembakkan dan selongsong peluru hanya bisa dikeluarkan dengan membuka grendel senjata (bolt) dan mengeluarkan selongsong peluru. Ini terdapat pada semua senjata panjang dan juga pistol yang kita kenal dengan nama Revolver. Kekuatan mesiu dari peluru2 senjata jenis  ini sepenuhnya digunakan untuk mendorong proyektil keluar laras. Jadi hasilnya tembakan sangat jauh tetapi tendangan balik senjata besar juga. Makin besar Kalibernya artinya makin besar Peluru dan proyektilnya maka makin besar juga tendangan baliknya. Jarak efektif tembak bisa antara 1400 - 1900 meter, tergantung jenis amunisinya. senjata ini banyak digunakan juga sebagai Senjata para Sniper.

Ini sangat dirasakan untuk senjata genggam pistol…kaliber 22  (cis) sangat kecil tendangannya cocok untuk bela diri dan dipakai oleh wanita….Yang paling besar yang dijual adalah merek Smith & Wesson type SW-500 kaliber 50 (12.7 mm). Tendangannya luar biasa besar meskipun dipegang dengan 2 tangan sesudah tembakan laras senjata masih tinggi mengacung keatas. Ditangan penembak novice senjata ini sangat bahaya..bisa nembak diri sendiri atau orang didekatnya….

Senjata jenis ini cocok dengan Konsepsi perang waktu itu….jarak jauh sudah tembak menembak…perang banyak dilakukan dimedan terbuka…jadi cocok senjata2 jenis ini…karena jarak tembaknya sangat jauh. Senjata2 jenis ini yang terkenal sejak PD I adalah Lee Enfield, Mauser, Arisaka, Winchester, Remington, dll.

Pada waktu PD II situasi sudah berubah , konsepsi perang berubah…..banyak pertempuran dilakukan dari jarak dekat. Yang diperlukan adalah senjata dengan tembak cepat dan cepat mengisi peluru kembali. Mulailah peran senjata lama yang model tembak satu persatu ditinggalkan, dibuatlah Senapan Semi Otomatis. Kamarnya (Chamber) tidak fix lagi, tetapi ada mekanisme pergerakan. Tempat selongsong peluru dibuat sedemikaian rupa  sehingga pada waktu terjadi penembakan tenaga mesiu akan mendorong selongsong kebelakang dan proyektil kedepan. gerakan selongsong kebelakang dengan maksud membuang selongsong keluar dan rumah tempat selongsong pada waktu balik kedepan karena ada per, akan  membawa peluru baru kedalam chamber penembakan (kamar peluru).

Senapan2 semi otomatis ini masih menyandang peluru kaliber besar 7.7 mm atau 7.62 mm, supaya jarak tembak tetap jauh dan daya tembus cukup. Jadi senapan otomatis ini cukup panjang dan cukup berat. Jarak tembak efektif masih bisa antara 700- 900 meter. Sniper juga masih menggunakan jenis semi otomatis ini dengan mesiu yang lebih kuat.

Supaya lebih ringan maka dibuatlah senapan otomatis jenis pendek, yang kita kenal dengan nama Karaben, pelurunya lebih kecil dari Senapan standard sebelumnya dan Senjata secara keseluruhan lebih pendek. Jarak tembak masih sekitar 300 -400 meter. yang terkenal US Carbine Jungle cal 32.

Pada waktu PD II dibuatlah senapan serbu semi otomatis antara lain Garrand, Remington, FN, Browning , Mauser, dll.

Pada waktu PD II ini banyak juga dilakukan perang penyusupan..perang dalam kota jarak dekat dan serangan mendadak, maka dari basis Pistol dikembangkanlah senjata Pistol Semi otomatis(satu-satu) dan Pistol Mitraliur (berondongan). Senjata2 ini pelurunya adalah Peluru Pistol atetapi dapat ditembakkan semi otomatis (satu-satu) atau rentetan (berondongan). Timbullah senjata Sten , Austen, Thompson, Karl Gustav, Madsen, Schmeisser, AR,dll

Kalau Senapan Otomatis atau yang kita kenal dengan Mitraliur , itu sudah lama dibuat sejak akhir abad 18, pada PD I dan II. Yang terkenal adalah Bren Gun (ringan), Browning (ringan), Vickers (jenis berat),dll. Mitraliur ini banyk dipasangkan pada Tank dan Pesawat tempur.

Persenjataan modern sekarang sudah lebih ringan lagi , Senjata M-16 kalibernya hanya 5.56 mm (cal 22, cis), tetapi amunisinya cukup banyak sehingga kecepatan proyektil  dan daya tembus masih kuat. tetapi secara keseluruhan senjata menjadi jauh lebih ringan sekitar hanya 3.8 kg dibanding senjata awal yang bisa sampai 5.5 kg. Senapan serbu AK-47 sampai AK-65 dibuat lebih pendek..ttetapi pelurunya masih mengggunakan kaliber besar 7.62 mm (cal 32)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Rekor pun Ternoda, Filipina Bungkam …

Achmad Suwefi | | 25 November 2014 | 17:56

Pak Ahok Mungutin Lontong, Pak Ganjar …

Yayat | | 25 November 2014 | 21:26

Menunggu Nangkring Bareng PSSI, Untuk Turut …

Djarwopapua | | 25 November 2014 | 21:35

Jangan Sembarangan Mencampur Premium dengan …

Jonatan Sara | | 24 November 2014 | 10:02

Olahraga-olahraga Udara yang Bikin Ketagihan …

Dhika Rizkia | | 11 November 2014 | 13:41



HIGHLIGHT

Festival Foto Kenangan Kompasianival 2014 …

Rahab Ganendra 2 | 8 jam lalu

Lagi-lagi Kenaikan BBM …

Anni Muhammad | 9 jam lalu

Jokowi Dorong Gubernur Blusukan Pantau Stok …

Axtea 99 | 9 jam lalu

Laporkan Diklat Kepelautan yang Melakukan …

Daniel Ferdinand | 9 jam lalu

Bau Apek Hilang dengan Kispray 3 in 1 …

Fadlun Arifin | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: