Back to Kompasiana
Artikel

Urban

Ahmad Sidik

mahasiswa jurusan Pendidikan Kewarganegaraan dan Hukum Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta yang berasal dari selengkapnya

Jumlah Motor di Yogyakarta “Over Dosis”

OPINI | 26 July 2013 | 13:38 Dibaca: 360   Komentar: 4   1

Dewasa kini transportasi seperti aliran darah dalam pembuluh, jika mengalami hambatan aliran maka akan terjadi suatu pemasalahan pada sistem. Bagi mahasiswa transportasi merupakan suatu sarana yang sangat vital peranannya dalam kehidupan sehari-hari guna melakukan berbagai aktivitas akademik maupun non akademik. Apalagi untuk mahasiswa yang jarak rumah dari kampusnya jauh. Hal tersebut menjadikan transportasi mengalami pergeseran status kebutuhan dari kebutuhan sekunder menjadi kebutuhan primer. Pergeseran kebutuhan yang terjadi membuat mahasiswa lebih memilih kendaraan pribadi sebagai alternatif transportasi yang digunakan. Sepeda motor yang cenderung murah dan efisien menjadi pilihan utama mahasiswa.

Yogyakarta merupakan kota pendidikan yang dipenuhi berbagai perguruan tinggi negeri (PTN) dan swasta (PTS) yang sudah tersohor. Keadaan tersebut menjadikan Yogyakarta sebagai “magnet” bagi calon mahasiswa dari berbagai daerah di tanah air bahkan dunia untuk menempuh studi tingginya. Mahasiswa baru yang datang ke Yogyakarta pada umumnya membawa sepeda motor dari daerah asalnya namun juga tidak sedikit yang membeli di Yogyakarta. Prosentase mahasiswa yang semakin tahun semakin meningkat ternyata berbanding lurus dengan peningkatan jumlah prosentase sepeda motor.

Perlu diketahui bahwa jumlah ideal sepeda motor adalah 20 persen dari seluruh jenis kendaraan bermotor. Sedangkan berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bahwa jumlah sepeda motor sudah mencapai 87 persen dari moda kendaraan bermotor. Jika merujuk data tersebut jumlah sepeda motor di DIY sudah sampai pada gejala “over dosis”.

Untuk mengatasi dinamika permasalahan transportasi yang terjadi, mahasiswa dapat turut berpartisipasi mengurainya. Bagi mahasiswa yang rumahnya dekat dengan kampus agar menggunakan sepeda atau jalan kaki dalam usahanya menuju kampus. Dengan bersepeda atau jalan kaki minimal akan didapatkan tiga keuntungan sekaligus yaitu hemat pengeluaran, menyehatkan badan dan ramah lingkungan. Demikian pula bagi mahasiswa yag rumahnya cukup jauh dari kampus maka akan lebih bijak bila memanfaatkan fasilitas umum yang telah tersedia seperti Trans Jogja atau angkutan umum lain.

*termuat di Suara Merdeka 8 Maret 2012

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bukti Nyata Power Sosial Media; Jonan, Ahok, …

Prayitno Ramelan | | 23 November 2014 | 10:59

Curhat Kang Emil pada Ko Ahok di …

Posma Siahaan | | 23 November 2014 | 16:12

Akrobat Partai Politik Soal Kenaikan BBM …

Elde | | 22 November 2014 | 21:45

Awal Musim Dingin di Gunung Manin, Daejeon, …

Ony Jamhari | | 23 November 2014 | 11:49

Inilah 3 Pemenang Blog Movement “Aksi …

Kompasiana | | 22 November 2014 | 10:12


TRENDING ARTICLES

Selamat ke Pak Tjip, Elde dan Pakde Kartono …

Pakde Kartono | 11 jam lalu

Kesan-kesan Saya Ikuti Kompasianival 2014, …

Djarwopapua | 19 jam lalu

Catatan Kompasianival 2014: Aksi Untuk …

Achmad Suwefi | 21 jam lalu

Duuuuuh, Jawaban Menteri ini… …

Azis Nizar | 21 November 2014 22:51

Zulkifli Syukur, Siapanya Riedl? …

Fajar Nuryanto | 21 November 2014 22:00


Subscribe and Follow Kompasiana: