Back to Kompasiana
Artikel

Urban

Tipe-tipe Tamu Restoran…

REP | 08 June 2013 | 18:38 Dibaca: 407   Komentar: 6   0

13706912451448658386

Resto di dalam kapal pesiar. dok pribadi

Simpelnya orang yang kerja di restoran itu cuma mengenal 3 tahapan, tahapan pertama adalah persiapan, di sini mereka membersihkan dan merapikan alat makan dan minum, selain itu mereka juga menyiapkan taplak meja, vas bunga,  pokoknya segala peralatan yang biasa ”nongkrong” di atas meja.

Tahapan kedua adalah operasional, di sini para pekerja restoran sudah membuka pintu resto, para penyambut tamu pun sudah siap di depan pintu, mereka akan mengucapkan selamat datang kepada tamu yang datang, di resto-resto yang mahal, biasanya petugas pintu depan akan bertanya,” Maaf pak/ibu sudah memesan meja sebelumnya?”.

Setelah itu para tamu akan di bawa ke meja yang sudah di pesannya, kali ini giliran pramusaji yang bergerak, mereka akan memberikan tamu menu, perhatiin deh, pramusaji akan selalu memberikan menu dari sebelah kanan, letak menu akan selalu terbuka.

Mengapa menunya terbuka?, Karena akan memudahkan para tamu, sehingga mereka tidak perlu lagi membuka menu.  Resto-resto yang menyajikan menu ala barat  menyajikan menu paket, maksudnya mulai dari makanan pembuka, soup, makanan uatama  hingga makanan penutup sudah di patok harganya.

Kita boleh juga memilih menu terpisah, maksudnya kita pilih sesuai dengan selera kita, misalnya  kita langsung memesan makanan utama tanpa terlebih dahulu memesan makanan pembuka.

Akhirnya setelah persiapan dan operasional restoran akan di tutup, inilah tahapan akhirnya yakni tutup, sebelum resto di tutup para supervisor akan memberi tahu pramusaji kalo waktu sudah masuk last order, artinya para pramusaji tidak boleh lagi melayani pesanan tamu.

Itulah pembuka tulisan ini sebelum kita masuk ke bahasan utama yakni tentang tipe-tpe tamu restoran. Sebenarnya tipe-tipe tamu resto itu hanyalah berdasarkan pengalaman saya, jadi kalo ada tipe tamu resto yang terlewat, dapatlah anda tambahkan.

Tipe tamu pertama adalah tipe Rajawali, tipe ini biasanya sangat gagah dan anggun, mereka berjalan dengan sangat percaya diri, mereka dapat membuat para tamu lainnya merasa iri, para staf resto juga biasanya suka terkesima sehingga lupa mau melakukan apa.

Tamu tipe ini sangat menyukai makanan dan minuman yang mahal, bisa jadi itu untuk mengimbangi gaya elegan mereka, karena sudah terbiasa keluar masuk resto mahal mereka sudah sangat hapal  makanan dan minuman yang hendak di pesannya.

Bahkan mereka hapal detail, seperti berapa tingkat kematangan sirloin atau tederloin yang mereka pesan, pengetahuan mereka akan minuman pun cukup mengagumkan.

Menghadapi tamu seperti ini biasanya pihak resto sudah  punya petugas khusus, mereka kita panggil Capten, sang capten inilah yang melayani tamu-tamu tipe rajawali.

Tipe tamu kedua adalah tipe merpati, ciri dari tipe merpati ini adalah jinak-jinak, tapi kalo kita deketi mereka terbang hihihi.  Mereka cukup PD ( percaya diri) tapi kalo di bandingkan dengan tipe rajawali mereka masih kalah. Enaknya tamu tipe merpati adalah mereka orangnya terbuka. Biasanya mereka akan minta pramusaj untuk memberikan pendapat tentang makanan dan minuman yang hendak di pesan.

Sedangkan tipe tamu terakhir adalah tipe burung hantu, tipe tamu ini sangat misterius, selayaknya burung hantu yang hanya  muncul jika hari sudah gelap gulita. Saking misteriusnya tamu ini mereka kadang membuat bingung para pramusaji hihihi.

Ketika mereka membuka menu, mereka akan sangat lama mempelajari menu, butuh kesabaran ektra bagi pramusaji melayani tamu tipe burung hantu,  kadang mereka berubah pikiran, padahal kertas pesanan sudah masuk ke dapur, artinya makanan sudah akan di buat atau malah sudah di buat.

Karena itu anda jangan heran kalo seorang pramusaji suka mengulangi pesanan anda, tujuannya adalah untuk mengurangi kekeliruan pesanan.  Selain itu untuk memastikan anda tidak berubah pikiran.

Terakhir, manakah dari ketiga tipe tamu ini yang suka ngasih tips?

Jawabanya, mereka semua punya potensi untuk memberi uang tips, tapi peluang terbesar tetap ada di tamu tipe rajawali. Mereka ini memberi tips untuk membuktikan kalo mereka memang tidak menang gaya doang.

Sebenarnya ada tipe tamu terakhir, yakni tipe burung perkutut, mereka ini adalah tamu yang di ajak sama temennya makan gretongan, cirinya adalah makanan yang di pesannya suka sama dengan pesanan orang yang mentraktirnya. Hahahaha.

Kata-kata yang suka terucap dari tamu tipe perkutut adalah,” Samain aja pesanannya,  mas….”…

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Seluk Beluk Industri Plastik …

Dhanang Dhave | | 16 April 2014 | 13:07

Perang Saudara Kian Dekati Timur Eropa …

Adie Sachs | | 16 April 2014 | 17:51

Pelecehan Anak TK di Jakarta International …

Sahroha Lumbanraja | | 16 April 2014 | 13:53

Cinta Nggak Cinta Itu Bisa Dijelaskan, …

Gilang Parahita | | 16 April 2014 | 14:49

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


TRENDING ARTICLES

Memalukan! Kapten Persebaya dan Pelatih …

Ethan Hunt | 10 jam lalu

Tolak Mahfud MD atau Cak Imin, PDIP Duetkan …

Ninoy N Karundeng | 10 jam lalu

Benarkah ‘Bertemu Dubes AS, Jokowi …

Kosmas Lawa Bagho | 11 jam lalu

ILC dan Rakyat yang Mata Duitan …

Jonny Hutahaean | 12 jam lalu

Belum Semua Kartu Jokowi Terbuka …

Hanny Setiawan | 19 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: