Back to Kompasiana
Artikel

Urban

Gatot Swandito

Yang kutahu, aku tidak tahu apa-apa

Darin Bukan Pustun, Tapi Awod

OPINI | 22 May 2013 | 20:54 Dibaca: 1327   Komentar: 6   1

“Yang pustun, pustun apa jawa sarkia?”

Pustun,”

Banyak yang menduga arti “pustun” dalam obrolan “nakal” antara Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) dan Ahmad Fathanah (AF) itu berarti sebutan untuk orang-orang Pakistan, Afganistan, atau yang berasal dari etnis di Timur Tengah. publik mencari-cari tahu siapa “pustun” yang dimaksud LHI.

Dari penelusuran wartawan diduga “pustun” yang dimaksud adalah Darin Mumtazah adalah seorang pelajar SMK di Jakarta Timur yang pernah dipanggil KPK sebagai saksi kasus dugaan pencucian uang Luthfi. Ia diduga punya hubungan dengan Luthfi. Dari catatan Kompas.com, Darin pertama kali dipanggil KPK, 12 April 2013.

Menurut Suyitno, petugas keamanan di tempat tinggal Darin, di Cipinang Cempedak, Jatinegara, Jakarta Timur, mengaku, ibunda Darin memperkenalkan Luthfi kepadanya sebagai suami Darin. Luthfi dan Darin juga diketahui tinggal sekamar di rumah itu.

“Ya ini memang Darin. Anaknya memang cantik, keturunan Arab. Rambut ikal sebahu, kulitnya putih,” kata seorang tetangga Darin, Emmy, pada detikcom. Para tetangga sangat mengenal Darin, karena selama ini memang sering terlihat keluar rumah, terutama saat pergi ke sekolah. Darin tinggal di sebuah rumah yang cukup bagus berpagar coklat dan biru bersama kedua orangtuanya di sebuah kawasan di Jakarta Timur. Rumah yang cukup luas itu berada di pinggir jalan yang cukup besar.

Ketua RT setempat, Deddy membenarkan Darin tinggal bersama orang tuanya Ziad dan ibunya di rumah . Ayahnya berasal dari Jakarta, sedang ibunya keturunan Arab-Cirebon. “Mereka sudah tinggal 8 bulan di sini. Ngontrak, Rp 175 juta dua tahun,” terang Deddy.

Jika memang benar Darin keturunan Arab-Cirebon, maka tidak tepat bila LHI menyebutnya pustun, sebab masyarakat Cirebon menyebut keturunan Arab “awod.” Jadi, bila memang benar pustun yang dimaksud LHI adalah Darin, maka lebih tepat bila LHI bertanya kepada AF, “Yang Awod. Awod apa Jawa Sarkiya?”

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jakarta Community Tampil Semarak di Asean …

Tjiptadinata Effend... | | 02 September 2014 | 19:52

Modus Baru Curi Mobil: Bius Supir …

Ifani | | 02 September 2014 | 18:44

Beranikah Pemerintah Selanjutnya …

Dhita A | | 02 September 2014 | 19:16

Si Biru Sayang, Si Biru yang Malang …

Ikrom Zain | | 02 September 2014 | 21:31

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Kekuatan Jokowi di Balik Manuver SBY di …

Ninoy N Karundeng | 7 jam lalu

Jokowi, Berhentilah Bersandiwara! …

Bang Pilot | 10 jam lalu

Menerka Langkah Politik Hatta …

Arnold Adoe | 12 jam lalu

Anies Baswedan Sangat Pantas Menjadi …

S. Suharto | 12 jam lalu

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: