Back to Kompasiana
Artikel

Urban

Gatot Swandito

Yang kutahu, aku tidak tahu apa-apa

Darin Bukan Pustun, Tapi Awod

OPINI | 22 May 2013 | 20:54 Dibaca: 1345   Komentar: 6   1

“Yang pustun, pustun apa jawa sarkia?”

Pustun,”

Banyak yang menduga arti “pustun” dalam obrolan “nakal” antara Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) dan Ahmad Fathanah (AF) itu berarti sebutan untuk orang-orang Pakistan, Afganistan, atau yang berasal dari etnis di Timur Tengah. publik mencari-cari tahu siapa “pustun” yang dimaksud LHI.

Dari penelusuran wartawan diduga “pustun” yang dimaksud adalah Darin Mumtazah adalah seorang pelajar SMK di Jakarta Timur yang pernah dipanggil KPK sebagai saksi kasus dugaan pencucian uang Luthfi. Ia diduga punya hubungan dengan Luthfi. Dari catatan Kompas.com, Darin pertama kali dipanggil KPK, 12 April 2013.

Menurut Suyitno, petugas keamanan di tempat tinggal Darin, di Cipinang Cempedak, Jatinegara, Jakarta Timur, mengaku, ibunda Darin memperkenalkan Luthfi kepadanya sebagai suami Darin. Luthfi dan Darin juga diketahui tinggal sekamar di rumah itu.

“Ya ini memang Darin. Anaknya memang cantik, keturunan Arab. Rambut ikal sebahu, kulitnya putih,” kata seorang tetangga Darin, Emmy, pada detikcom. Para tetangga sangat mengenal Darin, karena selama ini memang sering terlihat keluar rumah, terutama saat pergi ke sekolah. Darin tinggal di sebuah rumah yang cukup bagus berpagar coklat dan biru bersama kedua orangtuanya di sebuah kawasan di Jakarta Timur. Rumah yang cukup luas itu berada di pinggir jalan yang cukup besar.

Ketua RT setempat, Deddy membenarkan Darin tinggal bersama orang tuanya Ziad dan ibunya di rumah . Ayahnya berasal dari Jakarta, sedang ibunya keturunan Arab-Cirebon. “Mereka sudah tinggal 8 bulan di sini. Ngontrak, Rp 175 juta dua tahun,” terang Deddy.

Jika memang benar Darin keturunan Arab-Cirebon, maka tidak tepat bila LHI menyebutnya pustun, sebab masyarakat Cirebon menyebut keturunan Arab “awod.” Jadi, bila memang benar pustun yang dimaksud LHI adalah Darin, maka lebih tepat bila LHI bertanya kepada AF, “Yang Awod. Awod apa Jawa Sarkiya?”

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mengintip Kerja Detektif Purbakala …

Dhanang Dhave | | 31 March 2015 | 11:45

Mencari Surga Melalui Film [Review ASDR] …

Agung Han | | 31 March 2015 | 06:01

Jadwal Kegiatan Kompasiana di Bulan April …

Kompasiana | | 31 March 2015 | 18:08

Berpetualang ke Padang Pasir Pinnacles, …

Tjiptadinata Effend... | | 31 March 2015 | 16:45

[Blog&Photo Competition] Saatnya Non …

Kompasiana | | 17 March 2015 | 16:48


TRENDING ARTICLES

Kritik Atas Pemblokiran Domain Penyebar …

Harja Saputra | 16 jam lalu

Kontroversi Rokok Mensos untuk Warga Suku …

Felix | 17 jam lalu

Mengapa Menteri Yuddy Cium Tangan Menteri …

Ifani | 17 jam lalu

Imbang Saja Timnas U-23 Lolos, Apalagi Kalau …

Achmad Suwefi | 18 jam lalu

Tak Ada Istri yang Tak Retak …

Cahyadi Takariawan | 18 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: