Back to Kompasiana
Artikel

Urban

Seli Sulider Mb

Sekjen BRIGEZ INDONESIA

Brigez Indonesia? Apa Sih….

REP | 17 May 2013 | 13:15 Dibaca: 1408   Komentar: 0   0

Sejarah Singkat

BRIGEZ mulai berdiri sekitar tahun 1986-1987 berlokasi di salah satu SMA Negeri di Kota Bandung yaitu SMA Negeri 7 Bandung, pencetusnya diantaranya adalah Soni Wasita, Teguh Gumilar yang sekarang menjabat sebagai Dewan Pembina DPP BRIGEZ dan rekan-rekan angkatn tahun 1998 SMAN 7 Bandung. BRIGEZ mulai eksis sekitar tahun 1987-1988, pada awal Desember 1988 BRIGEZ diteruskan oleh angkatan Cecep Hendra Erawan.

Sekitar Tahun 1990-an, ada beberapa nama-nama yang ikut serta meneruskan eksistensi BRIGEZ di tahun tersebut, antara lain adalah Cecep Hendra Erawan yang sekarang menjadi Ketua Umum BRIGEZ periode 2010 – 2013, dan masih banyak lagi yang tidak mungkin disebutkan satu persatu. Di era 90-an ini BRIGEZ sudah mulai mengikuti kejuaraan Road Race yang diantaranya diselenggarakan oleh Suzuki, Yamaha, dll.

BRIGEZ pada era 1990-an terdiri dari beberapa orang anak-anak SMAN 7 Bandung yang kira-kira mempunyai suatu kesamaan pemikiran yang menginginkan suatu ikatan persaudaraan yang erat. Dari kesamaan pemikiran itulah BRIGEZ mulai sedikit-sedikit meluas ke wilayah-wilayah atau sekolah-sekolah lainnya.

Salah satu kegiatan yang sering mereka lakukan adalah nongrong sana sini, dan mengotak-atik motor, dari hobi sebagian anggotanya yang suka mengotak-ngatik motor mulai lah mereka suka mengikuti balapan liar maupun balapan resmi.

Dengan kegiatan itu lah nama BRIGEZ mulai di kenal di Kota Bandung, dan mulai mempunyai regenerasi dari tahun ke tahun. Kalau bisa di ibaratkan ternyata BRIGEZ itu ibarat “VIRUS” yang menyebar dengan cepat, hampir dibeberapa sekolah di Kota Bandung dan beberapa wilayah ada anak BRIGEZ.

BRIGEZ terkenal dengan anak motor nya, yang hampir setiap minggu melakukan kumpul-kumpul bersama, baik di wilayah masing-masih ataupun melakukan kumpul bersama yang biasa di lakukan di tempat pertama kali nama BRIGEZ muncul yaitu SMAN 7 Bandung.

BRIGEZ mulai bergeliat dan mereka menyepakati untuk memakai bendera berwarna “Biru – Kuning” yang memiliki filosofi tersendiri. Warna Biru mencerminkan tali persaudaraan yang tidak terukur dengan apapun sedangkan Warna Kuning sendiri bermakna mewarnai dengan kata lain tali persaudaraan itu terbentuk semakin erat dikarenakan oleh karakteristik dari pada anggotanya yang berbeda-beda tetapi mempunyai tujuan yang sama yaitu menjadi Keluarga Besar BRIGEZ.

Sempat sekitar tahun 1997 an terjadi pergesekan di antara elit BRIGEZ, hal itu mengakibatkan terjadinya perpecahan, dari perpecahan itu bermunculan lah beberapa nama dan BRIGEZ sendiri terpecah menjadi 2 kelompok, ada yang tetap memakai bendera “Biru – Kuning” dan ada yang memakai bendera “Merah – Putih – Hitam”.

Setelah beberapa tahun BRIGEZ terpecah, sekitar tahun 2000 an, BRIGEZ yang terpecah tersebut mulai merapatkan barisannya lagi untuk bersatu kembali menjadi BRIGEZ sebagaimana era tahun 90-an harapkan. Barangkali dari proses perpecahan tersebut banyak dari para senior BRIGEZ yang merenungkan tujuan awal berdirinya BRIGEZ, dan mereka dengan berfikir kenapa BRIGEZ harus terjadi perpecahan sedangkan tujuan nya di bentuk BRIGEZ adalah untuk menjadikan Keluarga Besar, dan alhamdulilah BRIGEZ dapat bersatu kembali dan semakin solid.

Dikarenakan semakin lama BRIGEZ berdiri, ternyata anggotanya semakin banyak dan mulai merambah keluar Kota Bandung malahan sampai keluar Propinsi. Oleh karena itu sekitar Awal Tahun 2010 an diadakan lah suatu Jambore Nasional yang dihadiri oleh para anggota dari segala penjuru. Acara Jambore Nasiona yang di adakan di Pangandaran itu mempunyai Visi Misi yang sangat bagus sekali, selain sebagai ajang temu kangen para anggota, merayakan hari jadi BRIGEZ yang terbentuk tanggal 6 Januari, acara Jambore ini juga menghasilkan beberapa keputusan yang sangat penting sekali, salah satunya adalah menjadikan BRIGEZ sebagai Organisasi Kemasyarakatan Pemuda.

Dari hasil Jambore tersebut mulai lah di bentuk suatu kepengurusan untuk merealisasikan hasil-hasil yang dibahas di acara tersebut. Selain dibentuk kepengurusan Pusat, untuk mempercepat proses menjadi OKP tersebut maka dibentuk pula pengurus-pengurus wilayah.

Para pengurus pusat langsung membuat suatu Program Kerja, baik untuk tingkat Pusat maupun untuk Wilayah. Program Kerja yang dibuat oleh Pusat ternyata mendapat sambutan yang sangat positif sekali dari para anggota yang berada di Wilayah. Oleh karena itu mulai lah semua lini bergerak untuk mensyukseskan apa yang di cita-citakan bersama ketika di Jambore Pangandaran.

Sekarang BRIGEZ telah memiliki visi dan misi yang lebih jelas, oleh karena itu kami menghimbau teruskan perjuangan rekan-rekan semua, ikutilah aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh BRIGEZ.

Kami selaku Organisasi BRIGEZ INDONESIA, siap membantu pihak aparat untuk memberantas aksi premanisme dijalanan, salah satu cara kami adalah terus dengan tidak bosan-bosannya pengurus melakukan himbauan terhadap para anggotanya agar bergerak sesuai dengan Hukum di Negara RI yang kami cintai ini.

Kami sadar masih ada beberapa “OKNUM” dari pihak kami yang masih keluar dari aturan AD/ART Organisasi, tetapi kami selaku pengurus akan terus berjuang untuk menyadarkan mereka bahwa apa yang diperbuat oleh mereka itu salah.

Selain itu kami sudah membuat AD/ART yang harus ditaati oleh semua pihak yang menjadi anggota BRIGEZ INDONESIA.

Kami selaku pengurus juga berharap kepada pihak media masa agar apabila meliput suatu tindakan kriminal, dan diduga ada kaitannya dengan organisasi BRIGEZ INDONESIA, agar tidak langsung menuliskan dengan jelas itu adalah salah satu anggota BRIGEZ, alangkah elok nya apabila dalam penulisannya menggunakan kata “diduga oknum dari anggota BRIGEZ”, intinya kami sudah sepakat bahwa organisasi BRIGEZ INDONESIA dibentuk bukan bertujuan untuk kriminal, tetapi menjadi suatu wadah bagi para pemuda untuk berkreasi dan yang pasti harus bermanfaat bagi pribadi khususnya dan masyarakat luas pada umumnya

Apabila ingin lebih jelas lagi mengenai apa itu BRIGEZ, bisa buka www.brigezindonesia.com

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Batik 3005 Meter Karya Masyarakat Yogyakarta …

Hendra Wardhana | | 02 October 2014 | 12:27

Antara Yangon, Iraq, ISIS dan si Doel …

Rahmat Hadi | | 02 October 2014 | 14:09

Kopi Tambora Warisan Belanda …

Ahyar Rosyidi Ros | | 02 October 2014 | 14:18

Membuat Photo Story …

Rizqa Lahuddin | | 02 October 2014 | 13:28

[DAFTAR ONLINE] Nangkring bersama Bank …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:52


TRENDING ARTICLES

“Saya Iptu Chandra Kurniawan, Anak Ibu …

Mba Adhe Retno Hudo... | 4 jam lalu

KMP: Lahirnya “Diktator …

Jimmy Haryanto | 5 jam lalu

Liverpool Dipecundangi Basel …

Mike Reyssent | 10 jam lalu

Merananya Fasilitas Bersama …

Agung Han | 10 jam lalu

Ceu Popong Jadi Trending Topic Dunia …

Samandayu | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Kios Borobudur Terbakar, Pencuri Ambil …

Maulana Ahmad Nuren... | 7 jam lalu

Kemacetan di Kota Batam …

Cucum Suminar | 7 jam lalu

“Amarah Nar Membumihanguskan …

Usman Kusmana | 7 jam lalu

Pembunuh (4) …

S-widjaja | 7 jam lalu

Penghujat SBY, Ayo Tanggung Jawab…!! …

Sowi Muhammad | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: