Back to Kompasiana
Artikel

Urban

Ninoy N Karundeng

Wakil Presiden Penyair Indonesia. Filsuf penemu konsep "I am the mother of words - Saya selengkapnya

Ahmad Fathanah dan Indahnya Androgy-nya Ayu Azhari: Telaah Psikologi

OPINI | 14 May 2013 | 10:23 Dibaca: 1475   Komentar: 9   2

Ayu Azhari, Vitali Sesha dan Sefti Sanustika muncul dengan saling serang di infotainment. Wawancara televisi yang menunjukkan pembelaan diri dan pembusukan lawannya sesungguhnya membuka kedok diri mereka. Sesungguhnya Ahmad Fathanah adalah sosok manusia kalah - atau pura-pura kalah dalam rangka strategi melepaskan diri dengan mengalihkan kasus bahasan dari korupsi ke sekedar infotainment dan perseteruan antar perempuan. Lalu kenapa yang muncul sosok Sefti Sanustika bukan istri-istri yang lainnya selain 4 yang lain?

Dalam sisi psikologi jender, Ahmad Fathanah yang mendelegasikan kasus busuk urusan perempuan dengan dicuci oleh kesetiaan istri - dalam gambaran dan kesan saja - adalah sosok lelaki lemah yang tak bertanggung jawab. Sikap kekalahan Ahmad Fathanah diwujudkan dengan mengawini banyak perempuan. Ahmad Fathanah melakukan pencarian dirinya. Sikap dan gaya tegar yang dimunculkan di permukaan gagal memberikan kepuasan jiwa baginya. Yang terjadi adalah kegalauan tingkat dewa.

Empat istri lainnya Ahmad Fathanah diambil dari kalangan pengajian - yang berwujud kepasrahan total perempuan pada penghambaan terhadap Ahmad Fathanah. Bagi Ahmad Fathanah hal ini tidak memuaskan jiwanya. Maka dicarinya perempuan model Vitali Sesha, Sefti Sanustika, Maharany Suciono, dan kawan-kawan sealiran dengan gejolak jiwa. Semua itu tidaklah memberikan kebahagiaan tingkat dewa yang diinginkan oleh Ahmad Fathanah yang bergelimang uang hasil pencucian uang. Apa dan seperti apa perempuan yang diinginkan oleh Ahmad Fathanah?

Ahmad Fathanah adalah gambaran metamorfosisnya para OKB dari manusia pas-pasan Senin-Kamis di kampus-kampus yang tiba-tiba menjadi golongan sedikit kelas menengah langsung berpesta menikah banyak-banyak. Poligami yang menjadi trend di kalangan para kader dan elite partai-partai adalah secara psikologis adalah balas dendam masa lalu - ketika dimarjinalkan oleh Soeharto secara sosial dan ekonomi.

Ahmad Fathanah sungguh fenomenal muncul dan berani menunjukkan disorientasi psikologi terhadap keadaan sosio-religiusnya dengan tampil frontal dan gemerlap - sementara yang lain tiarap malu-malu.

Tampilnya Sefti, Dewi, Lita (saya samarkan) dan beberapa teman Maharany Suciono masih saja belum muncul di KPK menggambarkan pencarian jiwa Ahmad Fathanah terhadap perempuan - harapan publik melihat semakin banyak perempuan muncul ke permukaan dengan pengakuan membantu pencucian uang dan KPK menetapkan para perempuan ini sebagai persangka pencucian uang. Namun ada satu perempuan yang paling menarik. Ayu Azhari. Selain Ayu Azhari di antara semua perempuan Ahmad Fathanah, mereka adalah KW3-nya Ayu Azhari.

Bahkan Ahmad Fathanah kalah jauh dibandingkan dengan Eyang Subur dalam memilih perempuan. Eyang Subur 100% mendapatkan dengan cerdas perempuan yang digambarkan oleh Ayu Azhari. Eyang Subur mampu menampilkan istri-istrinya - yang mentalnya kuat - ke depan publik dengan elegan bahkan berseragam segala. Sementara istri-istri dan teman dekat pacar Ahmad Fathanah - yang tidak ada hubungannya dengan PKS namun sohib dan operator lapangan kepentingan bisnis elite PKS seperti mengatur pertemuan di Medan dan banyak tempat -tidak berani muncul kecuali KW-2nya Ayu Azhari bernama Sefti Sanustika.

Ayu Azhari adalah sosok androgen sejati. Dalam diri seorang Androgen seperti Ayu Azhari, Lady Diana, Nefertiti, Cleopatra, Benazir Butto, Madonna, Margaret Tatcher, Indira Gandhi, Ratu Shima, Golda Meir, Ratu Sheba, Mary Robinson, Jackie Kennedy, dan tentu saja Agnes Monica, tampak kekuatan dan daya tarik yang memabukkan banyak kalangan baik perempuan maupun laki-laki.

Androgen laki-laki muncul dalam diri orang seperti David Beckham, Julio Iglesias, John F Kennedy, Soekarno, Tan Malaka, Chairil Anwar, Bung Hatta, Vladimir Putin, Syeikh Siti Jennar, Abdul Qadir Aljaelani, Buya Hamka, KH Ahmad Dahlan, KH Wahid Hasyim, Sudono Salim, Anies Baswedan, Komaruddin Hidayat, Mahfud MD, Dahlan Iskan, Joko Widodo dan bahkan Eyang Subur.

Para Androgen ini secara mental mampu menempatkan diri dan memerlakukan diri dan orang lain antara perempuan dan lelaki bahkan tanpa jender. Bukan berarti mereka adalah bencong atau lesbi, namun justru mereka adalah para manusia yang mampu menempatkan dan melihat diri dan orang lain baik sejenis maupun lawan jenis dari sisi sesuai dengan perspektif diri yang dipandang - sekaligus yang memandang.

Oleh sebab itu, Ahmad Fathanah benar-benar kesengsem dengan Ayu Azhari karena karakter dan jiwa Ayu Azhari yang androgen. Hanya pasangan yang memiliki jiwa androgen yang akan mampu memuaskan seorang androgen. Ayu Azhari selama ini mengarungi biduk kehidupan dalam pencarian pasangan androgen; dan Ahmad Fathanah tidak memiliki kualitas apapun - meskipun dipuja dan dibanggakan oleh PKS sebagai mesin uang - selain sebagai petualang tanpa jiwa yang gemerlap dan indah seperti yang dimiiki oleh Ayu Azhari. Ahmad Fathanah jelas kalah telak dan tidak mendapatkan Ayu Azhari - atau Ayu malu mengakui ditaklukkan Ahmad Fathanah yang bukan Androgen. Ahmad Fathanah jelas kalah telak dengan Eyang Subur.

Many androgynes identify as being mentally between woman and man, or as entirely genderless. They may identify as “non-gendered”, “gender-neutral”, “agendered”, “between genders”, “genderqueer”, “multigendered”, “intergendered”, “pangender” or “gender fluid”. Kalau nggak jelas soal androgyny silakan konsultasi sama saya, Eyang Subur dan Mbah Google. Dan, ingat tidak semua hal di Wikipedia dan Google bener.

Salam bahagia ala saya. Be An Androgen and Be Happy!

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Berburu Oleh-oleh Khas Tanah Dayak di Pasar …

Detha Arya Tifada | | 26 November 2014 | 04:19

Menuju Jakarta, Merayakan Pestanya …

Hendra Wardhana | | 26 November 2014 | 07:59

Nangkring bareng Litbang Kementerian …

Kompasiana | | 25 November 2014 | 19:25

Minum Air Lemon di Pagi Hari dan Manfaatnya …

Gitanyali Ratitia | | 26 November 2014 | 01:38

Ikuti Blog Competition ā€¯Warna Warni Indah …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 10:50


TRENDING ARTICLES

Ini Kata Menpora Terkait Gagalnya Timnas …

Djarwopapua | 3 jam lalu

Teror Putih Pemecah Partai Politik …

Andi Taufan Tiro | 4 jam lalu

Pak JK Kerja Saja, Jangan Ikutan Main di …

Hanny Setiawan | 5 jam lalu

Kisruh Golkar, Perjuangan KMP Menjaga …

Palti Hutabarat | 10 jam lalu

Golkar Lengserkan Aburizal Bakrie, Babak …

Imam Kodri | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Harga BBM Emang Harus (Terus) Naik Bos! …

Thomas Hanzee | 7 jam lalu

Nasi Bungkus dan Pasukan Nasi Bungkus …

Mas Ukik | 8 jam lalu

Hanya 10 Menit Daftar BPJS Online …

Deassy M Destiani | 8 jam lalu

Peringatan HUT PGRI di Kota Ambon …

Shulhan Rumaru | 8 jam lalu

Surat Guru untuk Sang Menteri …

Johan Wahyudi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: