Back to Kompasiana
Artikel

Urban

Berapa Gaji Tukang Adzan di Arab?

REP | 11 May 2013 | 17:15 Dibaca: 3329   Komentar: 39   22

Saya pernah membaca  detik.com, tentang  jumlah gaji pegawai negeri mulai dari golongan terendah hingga golongan tertinggi, ternyata jumlahnya lumayan gede juga ya, apalagi kalo sudah di gabung dengan tunjangan-tunjangan, nyesel juga kagak jadi pegawai negeri hihihi.

Di Dubai gaji pegawai pemerintah di tentukan darimana dia berasal, Kalo orang lokal alias orang Arab Dubai maka jumlah gajinya di jamin lebih besar di bandingkan dengan pegawai pemerintah dari negara lain walaupun posisi mereka sama.

Setelah itu barulah gaji orang Arab lainnya, maksudnya walaupun mereka orang Arab tapi mereka bukan penduduk asli Uni Emirat Arab, mereka bisa saja berasal dari Oman, Yaman, Mesir, Suria, Palestina dan Sudan.

Seperti yang pernah saya tulis, Imam masjid dan Muadzin( Tukang Adzan) termasuk pegawai pemerintah karena mereka di gaji oleh pemerintah, ini untuk masjid-masjid yang di pakai untuk sholat Jum’at, karena ada juga masjid-masjid kecil yang mana imam dan muadzinnya tidak di gaji sama pemerintah melainkan di gaji oleh yang punya masjid.

Biasanya gaji yang di beri oleh swasta  lebih kecil di bandingkan dengan gaji yang di beri pemerintah.  Gaji Imam tentu saja lebih besar di bandingkan dengan gaji muadzin, karena untuk menjadi imam masjid tidaklah gampang, selain harus hapal Al-Qur’an mereka juga harus paham dengan ilmu Syari’at yang terdiri dari Tafsir, Hadist, Fiqh, Ushul Fiqh, Ilmu Kalam dan lain-lain.

Beberapa saat yang lalu saya sempat berbincang dengan Imam masjid dekat tempat tinggal saya, dari perbincangan itu saya jadi tahu berapa gaji seorang Muadzin, menarik, ternyata siapa saja dapat menjadi Imam dan muadzin di Uni Emirat Arab, dengan catatan dia lulus wawancara dengan badan Waqof di sini.

Hal ini tentu saja berbeda dengan pemerintah Saudi yang sudah memutuskan untuk tidak menerima orang di luar Saudi untuk menjadi imam dan muadzin. Seperti kita ketahui bersama, saat ini pemerintah Saudi sedang bersemangat melakukan Saudisasi.

Selain gaji, Muadzin( Tukang Adzan) akan mendapatkan tempat tinggal yang lokasinya tidak berjauhan dengan masjid. Pekerjaan Muadzin sederhana, pertama dia menyiapkan semua yang di perlukan untuk operasional masjid, seperti menyiapkan aroma ( Pewangi). yang di bakar, biasanya di letakan  di dekat mimbar, kemudian menghidupkan lampu-lampu masjid, merapikan sajadah imam,  Dan ketika masuk waktu sholat dia akan segera adzan,  memanggil umat Islam agar segera melakukan sholat berjamaah.

Seusai sholat berjamaah, sang Muadzin biasanya berdzikir terlebih dahulu, setelah itu dia keluar masjid, uniknya muadzin dekat tempat tinggal saya memiliki dua orang anak laki-laki, ketika ayah mereka adzan, anak-anak ini duduk di shaf( Barisan) pertama.

Mereka selalu berjalan di belakang ayahnya, pada jam-jam di luar waktu sholat, sang Muadzin mengantarkan kedua anaknya

1368267278527861824

Sang Muadzin dengan kedua anaknya. Dok Pribadi

ke tepi jalan sambil menunggu bis sekolah. Di sini anak sekolah semua di antar jemput dengan menggunakan bis.

Bisnya besar dan panjang, warnanya kuning mirip warna sebuah partai politik di tanah air. oia, saya belum menyebutkan berapa gaji yang di terima sang muadzin setiap bulannya?

Gaji yang di terima beliau adalah 5000 Dirham( 1 Dirham 2500) jadi gaji beliau kalo di rupiahkan sebesar 12500.000, sebuah jumlah yang lumayan kalo di Indonesia. Tapi untuk ukuran di Dubai jumlah gaji segitu tidaklah terlalu besar.

Berapa pun gaji yang kita terima, mesti kita syukuri, karena itu alangkah baiknya setiap selesai sholat kita berdoa,” Ya Allah, Jadikan lah Kami ahli Syukur, Ahli sabar dan ahli ikhtiar….”

Dubai, di saat musim panas mulai menyapa..

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Visa on Arrival Turki Dihapus? …

Sifa Sanjurio | | 29 July 2014 | 06:03

Kaum Dhuafa Berebut Zakat, Negara Gagal …

Nasakti On | | 28 July 2014 | 23:33

Membuat Hidangan Lebaran di Moskow (Jika …

Lidia Putri | | 28 July 2014 | 17:08

Kampanye Wisata Thailand’s Best …

Olive Bendon | | 28 July 2014 | 16:49

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Pijat Ala Dubai International Airport …

Ardi Dan Bunda Susy | 28 July 2014 23:45

Jangan Terlalu Berharap Banyak Pada Jokowi …

Bambang Srijanto | 28 July 2014 22:40

Berlebaran Tetap Gaya dengan Kaos Kompasiana …

Topik Irawan | 28 July 2014 21:13

Jangan Nanya Panci ke Polisi Amerika …

Usi Saba Kota | 28 July 2014 18:24

” Dari Tahun Ketahun Tak Pernah …

Rere | 28 July 2014 13:56

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: