Back to Kompasiana
Artikel

Urban

Ninoy N Karundeng

Wakil Presiden Penyair Indonesia. Filsuf penemu konsep "I am the mother of words - Saya selengkapnya

10 Pandangan Salah Pria tentang Wanita

OPINI | 01 May 2013 | 00:27 Dibaca: 1440   Komentar: 12   3

Terdapat sepuluh kesalahan mendasar tentang wanita dari perspektif laki-laki. Perpektif dan cara pandang segala sesuatu dipusatkan menurut pandangan pria. Perempuan adalah komplementer bagi dominasi laki-laki. Awal dari semua kisah tentang jenis kelamin wanita yang didominasi oleh pria berangkat dari soal kekuatan fisik. Kekuatan fisik pria dibanding wanita adalah keniscayaan yang tak terbantahkan.

Awal kisah dominasi ini sudah ada sejak zaman manusia gua, ketika meramu dan berburu adalah pekerjaan mencari makan untuk bertahan hidup, maka tenaga dan kekuatan fisik menjadi andalan. Dan, pemiliknya lelaki. Dominasi lelaki yang menyediakan makanan dari berburu menyingkirkan peran wanita menjadi bawahan dan dalam perlindungan pria. Maka pria menentukan aturan dan mengendalikan wanita secara sempurna. Suara wanita serta-merta terbungkam. Fakta sejarah menjelaskan bahwa wanita tidak memiliki hak apapun - termasuk hak pilih sampai abad ke-19 baru segelintir negara mengakui hak pilih wanita, bahkan Saudi Arabia tak mengizinkan wanita memilih sampai sekarang, sebagai contoh peradaban jahiliah.

Akibat dari sejarah alam bawah sadar manusia gua tersebut, gen pun diturunkan dan sampai saat ini masih saja semua produk hukum agama, politik dan bahkan teknologi semuanya nyaris menempatkan perempuan sebagai warga negara kelas dua. Namun, kemajuan teknologi dan demokratisasi dengan konsep one man and one woman one vote telah menempatkan perempuan sebagai pemain utama. Gerakan pembongkaran dominasi pria atas wanita tergerak sejak zaman feminisme dimulai setelah pperang dunia kedua. Kini tuntutan manusia adalah kesetaraan jender, kesetaraan jenis kelamin, bahkan yang terbaru adalah kesetaraan orientasi seks - dengan munculnya 15 negara yang menghalalkan pernikahan sejenis kelamin.

Di tengah kondisi perubahan tersebut, di Indonesia masih terpuruk pemahaman yang salah terhadap perempuan - meski kebanyakan perempuan tak memahami bagaimana pelecehan perspektif lelaki terhadap kaum eva ini. Mari kita perhatikan paling kurang kesalahan anggapan terhadap wanita.

Satu, fisik wanita lemah. Fakta menunjukkan bahwa kalau soal mengangkat barang dan beban iya memang. Namun kenyataannya wanita di seluruh dunia memiliki harapan hidup lebih panjang artinya lebih kuat dan lebih tahan lama hidup dibanding pria. Juga buruh pabrik kebanyakan wanita.

Dua, wanita lemah dan perlu dilindungi. Fakta menunjukkan bahwa wanita lebih banyak melindungi anak-anak dibandingkan pria. Dan semua pria dilindungi oleh wanita sejak kecil sampai remaja. Fakta lebih tragis lagi, kebanyakan buruh pabrik adalah perempuan perkasa.

Tiga, wanita harus cantik. Faktanya adalah kecantikan wanita sebagai obyek pandangan secara fisik mulai bergeser dengan pemahaman tentang manusia - dan wanita - sebagai kesatuan antara jiwa, hati dan tubuh. Maka keindahan jiwa, perilaku dan sikap serta kecerdasan menjadi sesuatu yang dibanggakan dan dihargai dari seorang wanita - dan juga pada akhirnya lelaki.

Empat, wanita adalah obyek seksual. Perspektif lelaki yang memandang wanita dan tubuh serta wajah perempuan terkait dengan semata-mata keinginan untuk menikmati tubuhnya merupakan cara pandang yang sekarang dibenci oleh perempuan.

Perempuan merasa dirinya bukanlah obyek fantasi seksual lelaki. Wanita sekarang muncul menjadi pribadi yang memandang diri wanita sebagai suatu keindahan atas dirinya dan untuk dirinya. Pria berfungsi membantu melengkapi keindahan dan kenikmatan hidup wanita namun bukan sebagai pengendali wanita lagi. Maka muncullah istilah fun, fearless, beautiful, elegant and psychologically strong woman. Era wanita hanya menerima diri sebagai obyek seksual wanita hampir berakhir.

Lima, wanita tidak lebih cerdas dari lelaki. Fakta menunjukkan, ketika kesempatan diberikan kepada perempuan, dalam segala bidang perempuan mampu mengalahkan dominasi lelaki. Di bidang sains, teknologi - apalagi teknologi pengembangan internet dan soft ware komputer ternyata peran perempuan dan sentuhan perempuan sangat dominan.
Enam, wanita manja. Sungguh ini hal yang menggelikan. Yang manja justru lelaki. Ketika perempuan telah menikah, maka perempuan Indonesia kebanyakan memanjakan lelaki atas nama kesetiaan, tugas dan kewajiban melayani suami. Dari mulai makanan, minuman, kebersihan pakaian, rumah dan segala tetek bengek kebutuhan lelaki disiapkan oleh wanita. Pria setelah menikah masih menjalankan hobinya dengan sesama lelaki - sementara wanita hanya menjadi penonton dan gerak hidupnya dibatasi.

Laki-laki minta semuanya dilayani. Porsi pelayanan wanita terhadap lelaki hampir menempatkan wanita di bawah perbudakan pria. Pria hanya bekerja 7 jam sehari namun dilayani bak raja sejak bangun pagi sampai menutup mata pada malam hari. Yang manja lelaki, bukan wanita.

Tujuh, wanita hanya menerima keperkasaan lelaki. Faktanya, lelaki loyo dan tak bertenaga menyebabkan wanita hanya menerima ‘kelemahan wanita’. Fakta menunjukkan wanita secara seksual mampu melayani wanita sepanjang pria mampu melayaninya. Jadi, wanita lebih perkasa dibanding lelaki.

Delapan, wanita matre. Pemikiran wanita yang ‘kuatir’ terhadap ketidakmampuan lelaki dalam memenuhi kebutuhan hidup menyebabkan wanita menempatkan ‘keamanan finansial’ sebagai kebutuhan yang tak dapat ditawar. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa, jika terjadi kemiskinan, maka yang paling menderita adalah wanita dan anak-anak. Kemiskinan selalu memaksa wanita menjadi pekerja kasar dan menjadi tulang punggung penyelesaian kemiskinan dengan pekerjaan serabutan apa saja. Maka tak salah wanita menuntut keamanan finansial sebagai hal penting dalam pernikahan.

Sembilan, wanita tak mampu memimpin dan penyebab terjadinya korupsi para lelaki penguasa. Fakta, penguasa gemilang Imperium Mesir Pertama di Dunia adalah para perempuan fir’aun perempuan Nefertiti dan Cleopatra. Banyak ratu dan presiden serta perdana menteri perempuan yang hebat, Golda Meir, Margaret Tatcher, Mary Robinson, Indira Gandhi, Sheikh Hasina, Megawati adalah para wanita yang hebat dan bersih serta tidak korup ketika memimpin bangsanya - tidak seperti lelaki yang sering korupsi seperti di Indonesia, Anas Urbaningrum, M. Nazaruddin, Luthfi Hasan Ishaaq misalnya. Perempuan korupsi sebenarnya disebabkan oleh keinginan laki-laki dan lelaki yang tidak memeringatkan pasangannya untuk tidak korupsi.

Sepuluh, wanita adalah penggoda iman lelaki. Yang benar wanita adalah tiang tegaknya agama, budaya, adat, kebiasaan, dan peradaban. Tanpa wanita dunia akan sepi. Wanita dipandang sebagai penggoda karena sikap ngeres lelaki saja. Wanita adalah lambang keindahan paling sempurna dari segi fisik, spiritual, kejiwaan dan hati. Wanita adalah representasi alam dan tuhan di Bumi.

Itulah kesalahan pemikiran para laki-laki terhadap wanita. Sudah saatnya kesetaraan jender dan pemahaman perspektif laki-laki dari segi hukum, agama, adat-istiadat diperbaharui dan diganti dengan pemahaman akan kesetaraan kemanusiaan.

Jika Anda masih mengaku laki-laki normal dan bermartabat, tetapi masih berpikir menentang satu dari sepuluh fakta kesalahan panangan di atas, maka Anda adalah lelaki yang tidak bertanggung jawab dan wanita harus menghindari Anda. Anda berkecenderungan menyengsarakan wanita dan bukan lelaki gentleman! Cocoknya Anda hidup pada zaman batu dan tinggal di gua - bukan tinggal di zaman internet dan teknologi tinggi.

Salam bahagia ala saya.

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Endah Kreco, Kartini dari Keong Sawah …

Junanto Herdiawan | | 21 April 2014 | 07:31

Mempertanyakan Kelayakan Bus Transjakarta …

Frederika Tarigan | | 21 April 2014 | 10:22

Cara Menghadapi Lansia (Jompo) Pemarah …

Mohamad Sholeh | | 21 April 2014 | 00:56

Danau Linow Masih Mempesona …

Tri Lokon | | 21 April 2014 | 07:01

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Bagaimana Rasanya Bersuamikan Bule? …

Julia Maria Van Tie... | 2 jam lalu

PDIP dan Pendukung Jokowi, Jangan Euforia …

Ethan Hunt | 3 jam lalu

Akuisisi BTN, Proyek Politik dalam Rangka …

Akhmad Syaikhu | 4 jam lalu

Jokowi-JK, Ical-Mahfudz, Probowo-…? …

Syarif | 6 jam lalu

Pengalaman Bekerja di Luar Negeri …

Moch Soim | 9 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: