Back to Kompasiana
Artikel

Urban

Gaya Berwudhu Orang Pakistan dan Orang Indonesia

REP | 13 April 2013 | 09:34 Dibaca: 613   Komentar: 15   5

13658205141148921245

Orang Pakistan dan India sedang mengambil air wudhu. dok pribadi

Saya percaya  adanya  perbedaan gaya dalam tata cara beribadah lebih disebabkan oleh faktor kebiasaan dan kepada siapa kita belajar agama. Di tanah air saya jarang bahkan belum pernah sama sekali mendapatkan imam sholat Jum’at membaca ayat Sajadah, ayat ini akan membuat sang Imam sujud Tilawah dan kita sebagai makmum harus mengikuti sang Imam. Karena itu ketika selesai sholat Jum’at seorang rekan TKI sempet bertanya, mengapa tadi Imam sholat Jum’atnya sujud kemudian berdiri kembali?, saya jawab karena tadi sang imam membaca salah satu ayat sajadah.

Inilah daftar ayat sajadah yang saya copy dari sebuah blog yang bernama, Menelusuri Jejak.

Ayat-ayat Sajadah dalam Al-Qur’an:

1. Surah 7 (Al-A’Raaf) Ayat 206
2. Surah 13 (Ar-Ra’d) Ayat 15
3. Surah 16 (Al-Nahl) Ayat 50
4. Surah 17 (Al-Isra’) Ayat 109
5. Surah 19 (Maryam) Ayat 58
6. Surah 22 (Al-Hajj) Ayat 18
7. Surah 22 (Al-Hajj) Ayat 77
8. Surah 25 (Al-Furqaan) Ayat 60
9. Surah 27 (An Naml) Ayat 26
10. Surah 32 (As-Sajdah) Ayat 15
11. Surah 38 (Shaad) Ayat 24
12. Surah 41 (Fushshilat) Ayat 38
13. Surah 53 (An-Najm) Ayat 62
14. Surah 84 (Al-Insyiqaq) Ayat 21
15. Surah 96 (Al-’Alaq) Ayat 19

Dan ini adalah bacaan sujud Sajadah.

4. Bacaan Sujud Sajadah

سَجَدَ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ خَلَقَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ، فَتَبَارَكَ اللهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِيْنَ

(Sajada wajhiya lilladzii kholaqohuu wa syaqqo sam’ahuu wa bashorohuu bihaulihii wa quwwatihii fatabaarokallahu ahsanul khooliqiin)

Artinya : “Wajahku bersujud kepada (Allah) Yang telah menciptakannya dan membuka pendengaran dan penglihatannya dengan daya dan kekuatan-Nya. Maha suci Allah sebaik-baik Pencipta.” (Doa ini berdasarkan Hadits riwayat Ahmad, Abdu Daud dan Tirmidzi).

Dalam gaya berwudhu saja misalnya, orang Indonesia kebanyakan mengambil wudhu dalam keadaan berdiri tapi gaya ini tidak berlaku buat orang Pakistan dan orang India, saya memperhatikan orang-orang dari dua negara ini mengambil wudhu selalu dalam keadaan duduk.

Karena itu perbedaan adalah sebuah keniscayaan, enggak bisa semuanya harus seragam, sepanjang perbedaan itu berkisar pada masalah masalah furu’iyah atau cabang-cabaang fiqh saja, saya kira enggak perlulah harus membuat kita bersitegang kemudian di lanjutkan dengan bertengkar sehingga terputus tali silaturahmi.

Saat ini bukan zamannya  lagi umat Islam berantem hanya karena masalah cabang, ranting atau persoalan yang bukan prinsip, udah saatnya umat Islam bergandengan tangan guna menyelesaikan masalah-masalah yang lebih penting, misalnya bagaimana membantu orang Islam yang miskin, agar enggak miskin lagi, bagaimana membantu anak-anak miskin muslim agar mereka juga dapat bersekolah dan masih banyak lagi urusan umat Islam yang mesti diselesaikan, dan itu semua enggak mungkin dapat kita selesaikan kalo kitanya masih asyik berantem hanya karena masalah cabang.

Berkelana mengelilingi negeri-negeri muslim memang dapat membuka mata kita bahwa ternyata ada gaya atau tata cara beribadah yang berbeda dengan kita. Kalo selama ini kita tahunya cuma segitu-gitu aja nanti setelah melihat sendiri bahwa tata cara ibadah bayak gayanya maka isyaflah kita bahwa perbedaan itu adalah sebuah keniscayaan.

Bagaimana kalo perbedaanya  sudah masuk masalah prinsip, misalnya tentang masalah akidah?, nah, kalo sudah masuk wilayah ini kita harus tegas. Bagi kita masalah akidah bukan masalah yang main-main. Itu saja cerita dari saya kali ini, berhubung saya harus kembali kerutinitas harian, saya sudahi dulu sampai disini. Kalo ada umur panjang bisalah nanti di sambung lagi, lain lubuk lain belalang, lain tempat lain kebiasaan. Kalo di kita kebanyanyakan orang mengambil wuhdu sambil berdiri  ternyata di negeri lain wudhunya sambil duduk.

13658201911500569010

orang Indonesia sedang berwudhu. dok pribadi

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

“Awul-awul”, Bursa Pakaian Bekas Murah …

Hendra Wardhana | | 18 December 2014 | 07:56

Aksi dan Reaksi dari Larangan Becak hingga …

Susy Haryawan | | 18 December 2014 | 06:59

Ayo Tulis Ceritamu untuk Indonesia Sehat! …

Kompasiana | | 25 November 2014 | 21:46

Mata Merah, Semerah Darah? Jangan Panik …

Patricia Constance | | 17 December 2014 | 23:35

Voluntourism Blog Competition: Berikan Aksi …

Kompasiana | | 08 December 2014 | 19:03



Subscribe and Follow Kompasiana: