Back to Kompasiana
Artikel

Urban

Herdian Armandhani

Kalau Tidak Mampu untuk Menjadi Pohon Beringin yang Kuat untuk Berteduh, Jadilah Saja Semak Belukar selengkapnya

Memiliki Tetangga Baru, Kita Wajib Kepo

OPINI | 09 April 2013 | 21:55 Dibaca: 264   Komentar: 0   0

Lingkungan tempat tinggal kita selalu dikelilingi oleh para tetangga tentunya. Tetangga merupakan orang yang tinggal berdampingan disamping kanan,kiri, depan maupun belakang rumah kita. Bisanya dalam sebuah lingkungan terbentuk rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) yang fungsinya untuk memperdayakan warganya agar berpartisipasi kegiatan yang berada di wilayahnya masing-masing misalnya kerja bakti, siskamling, posyandu, sosialisasi kesehatan, dan masih banyak lagi. Mempuyai tetangga di lingkungan tempat tinggal kita juga memiliki manfaat tersendiri salah satunya jika sewaktu-waktu kita membutuhkan pertolongan yang sangat penting dapat meminta bantuan kepada tetangga.

Adakalanya memiliki tetangga juga tidak mengenakkan. Misalnya salah seorang tetangga kita tukang gossip dan suka iri terhadap apa yang kita miliki.Atau ada juga tetangga yang sangat menyukai disanjung sehingga ia akan baik terhadap mereka yang menyanjung dirinya. Bahkan ada tetangga yang hanya bermulut manis namun dibelakang kita suka mencari kesalah kita. Dinamika kehidupan bertetangga adakalany mengalami pasang surut. Sebagai makhluk sosial yang saling berinteraksi kita wajib memamklumi berbagai karakter para tetangga kita. Biasanya di lingkungan padat penduduk seperti di kota besar, seseorang yang tinggal di perumahan sangat jarang berinteraksi dengan tetangga bahkan tidak peduli jika tetangganya mengalami suatu musibah.

Tetangga yang tinggal di pemukiman tempat tinggal kita kadangkala berganti-ganti. Karena ingin memiliki rumah yang lebih besar dari yang sekarang merupakan alasan seorang tetangga yang menjual rumahnya ataupun mengontrakkannya kepada orang lain. Kemudian ada orang baru yang membeli atau mengontrak rumah dari tetangga lama tersebut. Nah, sebagai seorang tetangga yang baik dan sopan tentunya kita perlu memiliki sikap “kepo” alias ingin tahu sekali siapa gerangan yang tinggal di lingkungan kita. Mungkin terkesan terlalu berlebihan menurut sebagian pandangan orang. Namun bagi penulis sendiri kita wajib kepo dengan tetangga baru. Alasan pertama jika kita mengetahui secara detail asal-usul tetangga baru di dekat lingkungan kita maka kita bisa menjadi akrab bahkan seperti saudara.

Alasan kedua jika kita memiliki sifat kepo maka kita akan mengetahui jika tetangga baru di dekat rumah kita ternyata memiliki permasalahn dan patut kita berikan bantuan sesuai dengan apa yang bisa kita perbuat. Alasan ketiga adalah saat ini di Indonesia banyak sekali jaringan teroris yang tinggal di lingkup masyarakat dengan berbagai kedok penyamaran dan mata pencaharian. Apabila kita sejak awal mengetahul tingkah laku tetangga baru kita yang rada mencurigakan, misterius, dan terkesan menjurus kea rah kriminalitas sebagai warga negara yang baik maka kita bisa segera melaporkan tetangga baru kita ke kepala lingkungan atau kepada pihak berwajib untuk diseliki lebih jauh. Bagaimanan dengan anda?

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tanggapan Soal “PR Anak 2 SD yang …

Hendradi Hardhienat... | | 22 September 2014 | 14:36

Analisis Ancaman ISIS di Australia …

Prayitno Ramelan | | 22 September 2014 | 13:47

Software Engineer/Programmer Dibayar Murah? …

Syariatifaris | | 22 September 2014 | 10:16

Revolusi Teknologi Perbankan: Dari ATM ke …

Harris Maulana | | 22 September 2014 | 11:19

[Blog Reportase] Nangkring dan Test Ride …

Kompasiana | | 20 September 2014 | 18:06


TRENDING ARTICLES

Kasus PR Habibi, ketika Guru Salah Konsep …

Erwin Alwazir | 10 jam lalu

Abraham Lunggana, Ahok, Messi, dan Pepe …

Susy Haryawan | 11 jam lalu

Tentang 6 x 4 …

Septin Puji Astuti | 12 jam lalu

Jokowi dan Kutukan Politik …

Angin Dirantai | 13 jam lalu

PPP dan Kudeta Marwah …

Malaka Ramadhan | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Batas Maksimal Usia Pelamar Kerja Harus …

Usi Saba Kota | 8 jam lalu

Pernikahan dan Segala Suka Dukanya …

Sam Edy Yuswanto | 9 jam lalu

Sang Pengawal Lumbung Pangan …

Alfi Rahmadi | 9 jam lalu

Kiprah Anak Band Untuk Sesama …

Agung Han | 9 jam lalu

Cara Gampang Bangun ”Ketegasan” …

Seneng Utami | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: