Back to Kompasiana
Artikel

Urban

Haryo Ksatrio Utomo

Aktivis Salafy, Penulis, dan Mahasiswa S2 Ilmu Politik FISIP UI

Salon Muslimah dan Salon Cewek Biasa: Pilihan yang bebas

REP | 10 June 2012 | 15:52 Dibaca: 992   Komentar: 33   4

Sekarang sedang menjamur salon, fitnes, beladiri, dan lain-lain khusus muslimah..

Nah tulisan kali ini membahas mengenai salon.

Salon ..bagi para cewek bukan sekedar untuk urusan potong rambut

(emangnya cowq kebanyakan yg cuma sekedar motong rambut? :D # Pengakuan diri sendiri)

Nah bagi para cewq,

Salon bukan sekedar untuk potong rambut, tapi merupakan tempat bersantai..tempat untuk memanjakan diri..

Salon untuk cewek biasanya menawarkan beberapa produk keunggulan, mulai dari menicure, pedicure, pelururan rambut, pengkritingan ( hehe kalo saya ambil ini bisa tambah kriting :D :D), toning (jadi pengen tau ada g yah jasa pemutihan rambut :D), dan produk-produk kecantikan.

Di Margonda Depok, Jawa Barat, ada salon cewek yang berkombinasi dengan pelayanan kecantikan terpadu, dan komplit, termasuk spa, massage, dan lain-lain ..kalo ada yang kurang..silakan tambahkan, maklum g pernah ngintip hhe :D :D

Nah, kemudian pasar salon untuk cewek ini kemudian memiliki segmentasi khusus untuk muslimah

Salon muslimah apaan yah? bisa di makan g yah ? :D

Salon muslimah memang mengambil segmentasi khusus perempuan muslimah yang menginginkan privacy..khususnya para jilbaber.

Sebenarnya apa yah alasan pembentukan salon muslimah?

Walaupun g semua perempuan, tapi memang ada perempuan-perempuan yang pengen utk mempercantik diri di tempat yg steril dari cowok mana pun. Memang ada salon cewek yang biasa..tapi konon kata sebagian pengunjung, di situ ada cowq..minimal waria..(eits saya nggak lagi bahas mengenai waria yah).  Sehingga sebagian cewq pengen adanya privacy..

bagi para jilbaber, ada keyakinan bahwa aurat yang ada tidak boleh terlihat auratnya oleh para lelaki yang bukan mahromnya..selain itu, memang saya pernah liat dalil (tp saya lupa matan dan sanadnya shahih atau nggak) bhw aurat muslimah sebenarnya juga gak boleh terlihat oleh cewek nonmuslim..

Nah..adanya kenyataan ini  mendorong munculnya salon-salon muslimah.

Keberadaan salon muslimah ini sebenarnya memang nggak ada perbedaan mendasar…dari segi praktek pelayanan dan jasa yang ditawarkan..namun ada perbedaan selain benar-benar steril dari cowok, yaitu penggunaan bahan-bahan kecantikan yang tidak mengandung hal-hal yang diharamkan oleh Islam. Kemudian para kapster, juga mayoritas adalah muslimah yang berjilbab sehingga ada rasa aman.

Hanya saja memang sebagai cewq, perlu lihat juga apakah semua salon muslimah benar-benar menjalankan syariah dengan baik..

Saya sempat selidiki sekilas (browsing sih :D #ngaku) ada salon muslimah di margonda..cuma sedikit ilfill adalah layanan totok aura (menurut saya yg dhoif ini, memang boleh yah, totok aura, trus apakah itu tidak tmasuk perkara ghoib?).

Yang jelas salon khusus muslimah merupakan bisnis yang sangat menjanjikan bagi para wiraswasta..

Hanya saja memang sekalipun ada perbedaan dari esensi, namun salon biasa dan salon muslimah adalah pilihan yang diberikan oleh pasar saat ini..

salon biasa pun memang memberikan kesempatan utk berinteraksi dengan perempuan dari berbagai etnis dan agama..sehingga tercipta relasi bisnis atau pekerjaan

Untuk yang tidak terlalu memusingkan privacy, salon cewek biasa atau salon umum (laki-laki dan perempuan) adalah pilihan terbaik bagi para perempuan

Sementara bagi yang menginginkan privacy, jelas pilihan terbaik adalah salon cewek secara khusus dan salon khusus muslimah

Wallahu alam

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Fatimah Hutabarat, Derita di Penjara …

Leonardo | | 01 October 2014 | 12:26

Saya Ingin Pilkada Langsung, Tapi Saya Benci …

Maulana Syuhada | | 01 October 2014 | 14:50

BKKBN dan Kompasiana Nangkring Hadir di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 10:37

Ayo Menjadi Peneliti di Dunia Kompasiana …

Felix | | 01 October 2014 | 11:29

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Ignatius Jonan Akan Menjadi Menteri? …

Daus | 3 jam lalu

Pemerintahan Jokowi-JK Terancam …

Pan Bhiandra | 3 jam lalu

Demi Demokrasi, Koalisi Jokowi Harus Dukung …

Aqila Muhammad | 3 jam lalu

Tanpa Ibra, PSG Permalukan Barca …

Mike Reyssent | 10 jam lalu

Benefit of Doubt: Perpu dari SBY …

Budiman Tanjung | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Berbagi Cerita Wisata, Menggali Potensi Kota …

Cucum Suminar | 7 jam lalu

Lima Stasiun Kereta Api Tertua di Indonesia …

Utiket | 8 jam lalu

My Idiot Brother: Kalah dengan Saudaranya …

Nyayu Fatimah Zahro... | 8 jam lalu

Cita-cita? Jadi anggota DPR! …

Diana Santi | 8 jam lalu

Pak Tua, Sudahlah… …

Selsa | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: