
26. bekerja di sebuah penerbitan. tinggal di jogja. loves bob dylan. bisa ketemu juga di www.lenimarlin.wordpress.com.
Dibaca: 153
Komentar: 4
Nihil
Rata-rata pegawai kantoran menghabiskan waktu minimal 8 jam di belakang meja kerja. Jumlah itu masih bertambah apabila si pegawai harus lembur menyelesaikan tugas yang menumpuk. Betul sekali jika ada yang sampai menganggap kantor adalah rumah kedua tempat seseorang menghabiskan hampir sepertiga masa hidupnya.
Mau tak mau, fakta tersebut menyadarkan seorang pegawai kantoran untuk tidak melulu duduk dan bekerja. Apalagi jika pekerjaan tersebut menuntutnya untuk duduk di belakang meja demikian lama tanpa jeda. Sebut saja pegawai admin, editor, dan sebagainya. Kadang-kadang, karena terlalu asyik bekerja, seseorang tidak sadar untuk bergerak dari posisi duduknya.
Lalu, memangnya kenapa kalau demikian? Apa sih bahayanya duduk terlalu lama? Menurut sumber ini, bila seseorang tidak bergerak selama beberapa jam tanpa jeda, bisa memicu penggumpalan darah yang berbahaya bagi kesehatan. Bahasa medisnya disebut Deep Vein Thrombosis (DVT). Semakin sering Anda melakukan kebiasaan itu dan semakin lama waktu yang Anda pergunakan untuk duduk, semakin tinggi risiko mengalami DVT. Efeknya pelan-pelan bisa mematikan.
Berikut aktivitas yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko tersebut :
Pertama,
Gunakan botol minum berukuran sedang (tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil). Dengan demikian, ada alasan untuk berdiri dari tempat duduk dan melangkah sebentar untuk mengisi kembali stok minuman yang habis.
Don’t : Malas. Kondisi ini kadang malah membuat orang malas minum. Apalagi jika sedang mengejar untuk menyelesaikan tugas tertentu. Tapi ingat, ruang AC menyerap sebagian cairan tubuh kita. Usahakan untuk tetap minum meski tidak haus. Biar mudah diingat, tetapkan target minum air putih sesuai dengan besar botol minum tersebut.
Kedua,
Jika butuh berkomunikasi dengan rekan kerja, usahakan untuk berbicara langsung. Emang sih zaman sekarang via online lebih mudah dan praktis. Kita bisa saja menyampaikan maksud atau kebutuhan lewat YM, BBM, SMS, padahal rekan kerja hanya berada sejauh 5 meter dari kita. Atau berada di ruang sebelah. Jadikan itu alasan untuk bangkit dari tempat duduk dan berjalan sebentar. Bonusnya, apa yang kita sampaikan bisa lebih dimengerti.
Don’t : Kelamaan. Ngobrol dengan rekan kerja kadang menyerempet hal-hal lain yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan. Bergurau atau berbasa-basi sejenak boleh saja. Tapi, perlu liat waktu dan tempat juga. Kalau suasana sedang sibuk atau dilanda deadline, hendaknya kita hanya berkomunikasi untuk hal yang perlu-perlu saja.
Ketiga,
Pergunakan waktu istirahat untuk jalan-jalan sebentar. Rata-rata waktu istirahat atau makan siang adalah satu jam. Jeda ini bisa digunakan untuk berbincang-bincang dengan rekan kerja lain. Selain untuk menjalin pertemanan, kita juga kembali disegarkan. Usahakan untuk tidak hanya duduk di dalam ruangan, namun pergi ke ruang terbuka (jika ada). Lebih baik lagi jika kantor tersebut dilengkapi oleh area hijau.
Don’t : Keasyikan. Kadang kala topik yang asyik membuat orang jadi lupa waktu dan terus mengobrol. Tetap ikuti aturan yang telah ditetapkan meskipun sebenarnya masih belum puas. Salurkan energi tersebut untuk melakukan pekerjaan yang sudah menunggu.
Keempat,
Lakukan gerakan-gerakan ringan dalam jangka waktu tertentu. Ada banyak gerakan yang dianjurkan oleh pakar kesehatan untuk membuat aliran darah tetap normal. Bisa dengan menggerakkan tangan ke atas, samping, dan ke bawah. Atau mungkin sambil menggerakkan pinggang. Hal ini lumayan bermanfaat untuk menyegarkan kembali.
Don’t : Mengganggu. Gerakan-gerakan ringan tersebut bisa saja mengganggu rekan kerja yang sedang serius bekerja. Sebaiknya keluarlah dari ruangan sebentar untuk melakukan gerakan tersebut.
Kelima,
Sesekali bantulah orang lain membawa barang saat ia kesulitan. Selain beramal, hal ini juga menambah daftar aktivitas ringan lain yang bisa dilakukan selain ketak-ketik di atas keyboard.
Don’t : Keseringan. Apalagi jika itu bukan tugas utama kita. Efeknya, tugas utama bisa terbengkalai atau malah orang lain menjadi terganggu karena over inisiatif tersebut.
Selain kelima hal tersebut, tentu masih banyak hal-hal lain yang bisa dilakukan agar tubuh tetap sehat dan segar. Yang penting adalah kemauan masing-masing pribadi untuk melakukan yang terbaik bagi tubuhnya sendiri. Hindari penyakit dengan terus bergerak.
Salam.