Back to Kompasiana
Artikel

Urban

Menghargai dan Menghormati Perasaan Orang Lain

REP | 18 February 2012 | 03:00 Dibaca: 1838   Komentar: 8   2

Entah kenapa belakangan kok saya selalu memperhatikan tingkah laku teman teman di FB saya melalui status mereka atau foto yang mereka upload.
kadang saya menemuklaqn sesuatu etah kata kata bijak atau kata kata yang menuburut saya menyebalkan hehehe. Spertinya bisa meraba apa yang mereka fikirkan dari status yang mereka buat. Seperti beberapa hari yang lalu seorang menulis status seperti ini : ” Emang enak di cuekin udah add gw gak gwx konfirm biarin status gw nongol d beranda mereka, dab mereka cuma bisa lihat tapi gak bisa komen, rasain  nyonyor  hahaahaha “  Saya kok jadi heran dengan pla fikir orang ini kenapa ya sepertinya kok susah sekali menghargai perasaan orang lain. Kalau  saya perhatikan yah mungkin karena dia merasa banyak yang menyuukai, karena memang dia cantik. Tapi apa iya berlaku begitu pada mereka yang berniat berteman dengannya.

Bagaimanapun pasti yang add akan merasa sakit hati bila membaca status tersebut. lalu saya mngomentari dan menyarankan agar di konfirm saja lalu di remove dan di beri penjelasan agar gak add lagi karena gak ingin berteman dengannya bukankah itu solusi yang lebh bak dan dengan begitu yang add gak merasa di sepelekan  dan tidak sakit hati. Tapi sepertinya dia gak menerima saran saya malah tertawa lepas seolah gak merasa versalah, memang sih di konfirm atau tidakn itu hak dia tapi alangkah baiknya bila kita bisa menghargai perasaan orang lain. Bukankah setiap hari kita akan bertemu dan berhubungan dengan orang2 yang memiliki kekurangan dan keterbatasan. baik mereka yang memiliki keterbatasan secara fisik, memiliki status sosial yang rendah, atau kekurangan2 yang lain seperti merasa kurang cantik, kurang pintar, kurang menonjol, dan bermacam, macam orang dengan berbagai karakter.
Pada saat itulah kita perlu belajar bagaimana kita menghargai perasaan orang lain dam membuatnya merasa nyaman dengan segala keterbatasan, kekurangan dan keberadaannya tersebut. Menghargai perasaan orang lain adalah hal yang sederhana tapi bisa mengakibatkan hal yang sangat positif bagi orang yang menerimanya. Mungkin hukum karma memang benar berlaku sebab beberapa hari kemudian si wanita ini menulis stataus yang menunjukkan kekesalannya kaena  dia add saudaranya tapi gak di konfirm konfir juga padahal sudah berhari hari tapi di biarin saja nampaknya .

Lalu dia menulis status seperti ini : ” Sebetulnya maunay apa sih dar kemarin di add gak di konfirmasi juga, memang kalau mati mau jalan sendiri apa ni orang ” dan lyang di add sebenarnya dalah saudara dia sendiri saya tau dari kommentarnya hehe.
Dan sayapun ikut koementar begini ” Kalau di ad gak di konfirm tuh kamu harusnya introspeksi diri neng ” dan hasilnya saya langsung di remove hahahaha. Tapi saya gak menyesal karena saya merasa cuma mengingatkan saja agar kita bisa mneghargai perasaan orang lain, meski cuma di dunia maya.
Jadi ingat beberapa bulani yang lalu baca berita tentang seorang tuna daksa yang sering di hina oleh wanita tetangganya karena kekurangan fisiknya sampai akhirnya si tuna daksa itu marah dan menembak oarang yang menghinaya dengan senapan angin hngga giginya patah dan melukai bibir wanita tersebut. Dari situ saya dapat pelajaran tentang pentingnya mengahrgai, menghormati orang lain meski dia memiliki kekurangan. Bukankah ila kita menghormatimorang lain niscaya kita juga akan di hormati juga ? Lagi pula tak ada ruginya menanam sedikit kebaikan dengan cara menghargai, menghormati persaan orang lain, agar tak ada benih benih kebencia di benak dan lingkungan tempat tinggal kita.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jakarta Community Tampil Semarak di Asean …

Tjiptadinata Effend... | | 02 September 2014 | 19:52

Modus Baru Curi Mobil: Bius Supir …

Ifani | | 02 September 2014 | 18:44

Beranikah Pemerintah Selanjutnya …

Dhita A | | 02 September 2014 | 19:16

Si Biru Sayang, Si Biru yang Malang …

Ikrom Zain | | 02 September 2014 | 21:31

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Kekuatan Jokowi di Balik Manuver SBY di …

Ninoy N Karundeng | 7 jam lalu

Jokowi, Berhentilah Bersandiwara! …

Bang Pilot | 10 jam lalu

Menerka Langkah Politik Hatta …

Arnold Adoe | 12 jam lalu

Anies Baswedan Sangat Pantas Menjadi …

S. Suharto | 12 jam lalu

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: