Artikel

Urban

Philip Ayus

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

menjaga kewarasan lewat tulisan.

Ketika Mobil “Makan” Trotoar


HL | 10 February 2012 | 14:05 Dibaca: 301   Komentar: 29   1 dari 2 Kompasianer menilai inspiratif

13288572801479438667

Mobil Makan Trotoar/dok.pribadi

Kemarin sore, karena agak bosan dengan jalanan yang “itu-itu saja,” saya iseng-iseng melewati rute yang lain. Tentu saja dengan harapan menghindari kemacetan Jakarta yang bagaikan iklan salah satu deodoran: “Setia setiap saat.”

Karena ada dua tujuan, yakni untuk mencari “jalur alternatif” dan menghindari kemacetan, saya pun memilih jalan-jalan “kelas dua,” alias bukan jalan utama. Maka sampailah saya di daerah Taman Sunda Kelapa, melintasi jalan Dr. Kusuma Atmaja.

Di jalan itu, saya melihat sesuatu yang unik. Sebuah sedan polisi pariwisata diparkir tepat di atas trotoar yang lebarnya sama persis dengan lebar mobil. Wow, pasti butuh keterampilan tinggi untuk bisa memarkirkan mobil dalam posisi seperti itu, demikian pikir saya.

Ternyata, mobil patroli itu tidak sendirian. Di depannya, berjajar mobil-mobil pribadi yang juga “memakan” trotoar, sampai-sampai nyaris tak ada ruang lagi untuk pejalan kaki. Dalam sebuah foto yang berhasil saya ambil, nampak mobil Avanza hitam terparkir dengan dua roda kiri di atas trotoar dan dua roda lainnya di jalan.

Nampak pula seorang pejalan kaki yang “terpaksa” berjalan di jalan karena area keselamatannya telah dirampas secara semena-mena oleh mobil tersebut. Berjalan di jalanan yang cukup ramai dengan lalu-lalang kendaraan tentu sangat berbahaya. Pengemudi mobil-mobil itu tak tahu, bahwa parkir “semau gue” yang mereka lakukan membahayakan orang lain.

Ya, mungkin saja pengemudi mobil ingin mengambil sisi praktis, yakni bisa memarkirkan mobil di jalanan yang relatif sempit tanpa harus diomeli pengendara-pengendara yang lewat karena mengambil jalur mereka. Akan tetapi, bukankah mereka bisa saja memarkirkannya di dalam halaman rumah yang besar-besar itu? Atau setidaknya, mereka bisa memarkirkan mobil-mobil itu di kawasan Sunda Kelapa yang tak jauh dari situ. Hitung-hitung sedikit olahraga berjalan kaki kan?

Ah, sepertinya di sini keselamatan nyawa orang lain tidak lebih berharga daripada omelan-omelan orang lewat atau sedikit energi yang diperlukan untuk berjalan kaki dari Taman Sunda Kelapa. Ini mungkin sama seperti DPR yang mengganti kursi impor dengan produk dalam negeri hanya karena tak mau diomeli, bukan karena sungguh-sungguh memihak pengrajin mebel dalam negeri.

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: