Back to Kompasiana
Artikel

Urban

Belle Rome

Life with everything http://meimeicamui.weebly.com

Brondong

REP | 10 January 2012 | 01:35 Dibaca: 549   Komentar: 0   0

Stop what are you thinking first about that word.

Hahaha~

“BRONDONG”

***

Satu kata itu asli bisa bikin aku jadi penasaran sampai bongkar dokumen endapan yang berhasil dijaring Mbah Google dan Om Wiki.

Jadi, tadi itu ada yang nanya aku. “Meimei, Brondong artinya apa ya?”

Aku awalnya ketawa. Trus udah mau ngetik yang artinya dari Anak muda. Eh, tapikan itu cuma istilah urbannya kaum Abegeh. Setahu aku, brondong itu nama makanan yang terbuat dari jagung. Jagungnya dibuat jadi Pop corn dulu, terus dikasih gula manis *Iyalah gula manis, masa pahit*

Tadi aku jawab,
“Brondong” aslinya itu nama makanan. Tapi orang sekarang suka ngubah aslinya jadi “Anak muda”. Jadi, kalo Ci ada yang bilang suka sama brondong, brati Ci suka anak muda.


Tapi udahan beberapa menit, kok aku jadi kepikiran ngecek artinya lagi.

Lalu, aku dapat ini :

1. Nama tempat
Brondong adalah sebuah kecamatan di kabupaten lamongan, Provinsi jawa timur, Indonesia. Wilayah kecamatan Brondong terdiri atas 9 desa dan 1 kelurahan, 22 dusun, 2 lingkungan kelurahan, 57 RW, 262 RT, dan 11.949 kepala keluarga.(wikipedia)

2. Nama makanan
Brondong adalah Jagung yang dibuat menjadi pop corn, lalu dicampur dengan gula caramel.

3. Istilah Urban

Brondong adalah istilah urban yang diambil dari kata jagung muda untuk membuat pop corn, dan mengacu pada istilah seksual. Jadi brondong yang sering digunakan di sini adalah untuk mengganti istilah ABG yang merefer pada kata anak muda. Dan kalau menurut aku sih, lebih cenderung ke anak muda gender laki-laki.

Brondong dalam jenis ini juga ada pembagiannya lagi :
- Bronis  = Brondong manis
- Bronos = Brondong boros (Umur kategori brondong tapi wajah boros)

Nah, kayaknya aku perlu belajar lebih banyak tentang bahasa indonesia. KBBI aja belum tentu bisa menjawab selengkap ini. Hahaha~

Peace ah buat tante-tante.

Tags: brondong

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ajib! Motor Berbahan Bakar Air …

Gapey Sandy | | 22 September 2014 | 09:51

MTQI ke XV Menyatukan Dunia yang Terbelah …

Syaripudin Zuhri | | 22 September 2014 | 10:49

Baru Kali Ini, Asia Kembali Percaya …

Solehuddin Dori | | 22 September 2014 | 10:05

Salah Kaprah Tentang Tes Psikologi …

Muhammad Armand | | 22 September 2014 | 10:49

[Blog Reportase] Nangkring dan Test Ride …

Kompasiana | | 20 September 2014 | 18:06


TRENDING ARTICLES

Keluarga Korban MH17 Tolak Kompensasi dari …

Tjiptadinata Effend... | 9 jam lalu

PKS antara Pede dan GR …

Ifani | 10 jam lalu

Sopir Taksi yang Intelek …

Djohan Suryana | 11 jam lalu

2 Tahun di Kompasiana Membukukan Sejumlah …

Thamrin Sonata | 13 jam lalu

Gajah Berperang Melawan Gajah, …

Mike Reyssent | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: