
aku bersumpah bahwa aku adalah orang yang tak berguna | http://kilatpicisan.wordpress.com
Dibaca: 90
Komentar: 5
3 dari 3 Kompasianer menilai aktual
Berkali-kali datang ke stadion Gelora Bung Karno (GBK) untuk menonton timnas sepakbola Indonesia bertanding, saya menemui beberapa peristiwa yang kerap terulang. Apakah ini memang tipikal sebuah pertandingan sepakbola yang digelar di Indonesia atau tidak, saya juga nggak ngerti. Apakah ulah tersebut baik atau tidak, saya juga tidak akan menilainya. Saya hanya ingin memaparkan.
Ini beberapa peristiwa yang saya katakan kerap terjadi berulang kali itu:
- Bersorak-sorak, meniup terompet, sebelum Lagu Indonesia Raya benar-benar selesai.
Ini sering banget terjadi, atau malah memang selalu begitu? Lagu Indonesia Raya masih menyisakan satu reff terakhir, dan seperti sudah tidak sabar, banyak sekali penonton yang berhenti menyanyi, segera bersorak-sorak, meniup terompet. Padahal yah, lagu kebangsaan kita yang gagah itu belum lagi selesai dinyanyikan.
- Menyoraki lagu kebangsaan Lawan
Ketika pihak lawan tanding sedang khusyuk menyanyikan lagu kebangsaan mereka, banyak sekali (atau malah sebagian besar) penonton menyorakinya. Saya tidak tahu apakah yang begini ini juga terjadi di Stadion Wembley atau Maracana. Saya kadang-kadang membayangkan, gimana rasanya kalau pemain Indonesia yang diperlakukan seperti itu di negara lain. Pasti nggak enak banget rasanya!
- Buang sampah sembarangan
Sehabis pertandingan, setelah skuad timnas beraksi di lapangan, maka aksinya akan dilanjutkan oleh skuad kebersihan. Penonton di stadion meninggalkan Sampah menggunung. Apakah di stadion memang jarang tempat sampahnya? Ataukah tempat sampah yang tersedia tidak sebanding jumlahnya dengan puluhan ribu penonton yang datang ke stadion?
- Loket Tiket yang sudah Tutup
Jika terlambat datang ke stadion, jangan harap bisa ngantri tiket di loket, karena kemungkinan besar tiket sudah habis terjual. Masalahnya, kadang-kadang info tentang ketersediaan tiket ini sangat tidak jelas. Sering bikin emosi. Nah, kalau sudah begini, kadang-kadang muncul juru selamat berupa orang-orang yang entah bagaimana caranya, punya setumpuk tiket masuk stadion. Mereka dengan senang hati akan menjual tiketnya kepada kita, dengan harga yang sedikit lebih mahal. Yang paling mutakhir, para juru selamat bagi orang yang kehabisan tiket ini punya cara yang lebih sakti lagi. Mereka tidak perlu tiket untuk mebawa kita masuk ke stadion! sungguh misterius. :p
- Wasit Goblok!
Ini teriakan yang sangat-sangat khas dan agaknya otentik, asli Indonesia. Ketika pemain lawan berhasil unggul, entah dalam menambah jumlah gol, ataupun dalam perebutan bola, sementara keputusan wasit terasa ragu-ragu dan kurang jeli, penonton akan segera mengumandangkan koor ini: “wasit goblok!”. Tapi, ya, ga ngaruh juga. Seperti lirik lagu kop dan haden dari Project P: “sadarilah, bila bermain bola, wasit berkuasa”
- Susah Cari Parkiran
Kayaknya ini nggak perlu penjelasan lebih jauh. Puluhan ribu orang yang datang ke stadion, dengan moda transportasi yang beragam, otomatis membuat parkiran penuh. Solusi praktisnya, tidak parkir di GBK, dengan resiko, berjalan kaki agak jauh menuju stadion.
- Gerbang masuk/keluar yang sempit
Seringnya ketika pertandingan berakhir, puluhan ribu penonton berduyun-duyun berjalan keluar stadion, berdesakan melalui pintu yang rasanya dibuka kurang lebar. Gerbang yang menuju keluar kawasan stadion pun sering tidak dibuka lebar-lebar. Saya benar-benar nggak ngerti kenapa kondisinya seperti itu.
***
Kira-kira itulah peristiwa-peristiwa yang sering terjadi dalam pertandingan sepakbola di GBK. Kadang-kadang rasanya kurang nyaman, nggak sebanding dengan harga tiket yang mahal, tapi apa boleh bikin, namanya juga suka.
Kemarin Garuda Muda kalah lawan Harimau Malaya. Ada yang memaki, ada yang tetap bangga. kalau saya, jelas kecewa. Karena sepakbola adalah satu-satunya cabang olahraga SEA Games yang saya tonton. Tapi saya tetap pengen nonton kalau timnas berlaga di GBK. Selain peristiwa-peristiwa yang saya sebut tadi, ada suasana yang tidak tergantikan disana, saya nggak tau apa istilahnya, tapi saya suka suasananya.
Akhir kata, turut berduka cita bagi korban jiwa tragedi di GBK kemarin. Semoga kedepannya, panitia pelaksana dan segenap aparat keamanan bisa bekerja dengan lebih baik lagi. Sehingga menonton pertandingan di GBK menjadi sebuah pengalaman yang menyenangkan.