Back to Kompasiana
Artikel

Urban

Gelar Atau Profesi?

OPINI | 13 November 2011 | 10:18 Dibaca: 94   Komentar: 0   0

Gelar atau profesi?, itulah pertanyaan yang kerap datang dalam benak pikiranku jika menggambarkan sosok para Ustadz yang akhir-akhir ini kerap muncul dalam infotainment. Sebutan “Ustadz” untuk Mereka bagiku bukanlah lagi sebuah gelar untuk Orang-orang yang pandai bertausiah,dan mendekatkan diri kepada Allah S.W.T melainkan sebuah profesi yang mulia.

Aku menilai bahwa di Zaman sekarang ini “Ustadz” adalah sebuah profesi baru, profesi yang cukup menggiurkan dimana selain kita dapat di cintai Umat sekaligus mendapatkan honor ketika selesai memberikan ceramah atau mengajarkan ilmu Agama. Selama ini penilaian Ku salah tentang gambaran kepribadian dan kehidupan mereka, “menurutku para Ustadz adalah orang-orang yang ikhlas dalam mencerdaskan Umat. Dan kehidupan merekapun sangat sederhana seperti apa yang telah di contohkan Rosul , jauh dari segala kemewahan dan fasilitasnya yang mungkin hanya dimiliki kaum borjuis”. Aku berharap bahwa masih ada Ustadz-ustadz seperti yang ku gambarkan tersebut ,dan jumlah mereka jauh lebih banyak dari Ustadz-ustadz yang sebaliknya.

Lihatlah saja para Ustadz yang sering kita lihat dalam media televisi,meskipun tidak semuanya tapi ada dari Mereka yang hidupnya bak Selebriti. Di kelilingi segala fasilitas mewah dan tak pernah lepas dari kontroversi. Tentu kita masih ingat bahwa belum lama ini media banyak memberitakan masa lalu seorang Ustadz yang cukup fenomenal di Negeri ini, dan dengan berita itu pula akhirnya masyarakat tahu bahwa sang Ustadz menyandang status “Duda”. Atau kalau kata Ibuku yang kebetulan salah satu orang yang nge-fans dengan Ustadz tersebut adalah “DUREN” (duda keren).

Padahal selama ini Aku sering mendengarkan ceramah beliau yang sangat keras menentang perceraian. Aku setuju dengan kalimat yang menjelaskan bahwa Ustadz juga manusia bukan malaikat yang diciptakan Allah S.W.T tanpa nafsu. Ustadz tersebut menjelaskan bahwa perceraiannya waktu itu adalah takdir Tuhan, menurutnya mungkin tuhan punya rencana lain untuk dirinya. Pikirku apalah bedanya alasan yang Ia berikan dengan alasan pasangan-pasangan lain yang bercerai.

Belakangan ini Aku pun sering bertanya-tanya pada diriku sendiri :” Apakah mereka yang berduit lebih yang dapat mendatangkan Ustadz berkualitas, sedangkan masyarakat yang kurang mampu mendapatkan pelajaran agama dari Ustadz-ustadz yang hanya bisa mengajarkan membaca Al-qur’an dan menghafalnya?”. Jika memang keadaannya seperti ini aku tidak tahu siapa yang paham betul akan ilmu Agama.

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Masril Koto Bantah Pemberitaan di …

Muhammad Ridwan | | 23 September 2014 | 20:25

Tanggapan Rhenaldi Kasali lewat Twitter …

Febrialdi | | 23 September 2014 | 20:40

“Tom and Jerry” Memang Layak …

Irvan Sjafari | | 23 September 2014 | 21:26

Kota Istanbul Wajib Dikunjungi setelah Tanah …

Ita Dk | | 23 September 2014 | 15:34

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Habis Sudah, Sok Jagonya Udar Pristono …

Opa Jappy | 5 jam lalu

Jangan Sampai Ada Kesan Anis Matta (PKS) …

Daniel H.t. | 5 jam lalu

Mengapa Ahok Ditolak FPI? …

Heri Purnomo | 8 jam lalu

Apa Salahnya Ahok, Dimusuhi oleh Sekelompok? …

Kwee Minglie | 9 jam lalu

Join dengan Pacar, Siswi SMA Ini Tanpa Dosa …

Arief Firhanusa | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Modern atau Kampungan? …

Alfarizi | 9 jam lalu

Wayang Listrik dalam Panggung Teater …

Trie Yas | 9 jam lalu

Tolong, Jangan Rebutan Jersey Suarez! …

Rizal Marajo | 9 jam lalu

Kenapa Harus Wanita yang Jadi Objek Kalian?? …

Dilis Indah | 10 jam lalu

‘86’ Hati-hati Melanggar Hukum Anda …

Sahroha Lumbanraja | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: