Back to Kompasiana
Artikel

Urban

Mobit Warsono Atmojo

Hidup itu bukti sebuah kematian....

Adakah Orang Dermawan Misterius di Indonesia?

REP | 30 September 2011 | 11:54 Dibaca: 1949   Komentar: 0   1

Sumber gambar: http://t2.gstatic.com

Indonesia adalah negara kaya. Lihat saja, kehidupan orang-orang yang luar biasa. Mereka kaya raya. Apapun mereka punya.

Rumah real estate, besar, tingkat lengkap dengan dilengkapi kolam renang yang begitu mewah. Mobil, jangan diragukan. Mereka memiliki segala jenis merek mobil, dari mobil yang biasa saja hingga mobil-mobil mewah yang harganya milyaran. Rumah itu juga dijaga ketat oleh sekuriti, bahkan dilengkapi oleh anjing-anjing Herder yang siap memberikan kode bila ada tanda-tanda pengganggu lewat.

Makanya tidak heran, kota-kota besar seperti Jakarta tiap hari, pagi, sore begitu sesak oleh mobil-mobil mewah. berjubelnya mobil yang hanya berpenumpang satu orang itu menandakan bahwa Jakarta memang banyak orang kaya raya.

Tidak hanya punya satu rumah, tetapi hampir di setiap kawasan elit dia punya. Rumah-rumah mewah denga perlengkapan serba luks dengan harga yang tidak sedikit. Mereka juga memiliki beberapa sopir hanya untuk memegang mobil-mobil yang berjajar. Mobil itu, tentunya bukan sekedar memang perlu tetapi sebagai hobby yang tak bisa dilepaskan. Sehingga suatu hal biasa ketika keluarga yang hanya tiga orang bisa memiliki enam mobil.

Sumber: modifforstar.blogspot.com

Belum lagi motor-motor gede yang suka meraung-raung di jalan raya. Mereka kadang tidak hanya memiliki 1, 2 moge, tetapi kadang lebih dari jumlah itu. Sehingga hampir semua anggota keluarga memiliki motor gede itu. Wajar saja, karena itu semua hanyalah hobi, tiap momen-momen libur mereka turun ke jalan dengan raungan khas mereka.

Mereka pun memiliki komunitas orang-orang kaya yang mempunyai hobi yang sama. Sehingga ketika komunitas itu keluar, berjalan di jalan raya kita melihat mereka seperti pejabat yang lewat, yang kadang mengalahkan kendaraan-kendaraan murah dan kecil.

Berbeda dengan mereka….

Kita melihat situasi yang sangat kontradiktif. Di Jakarta ternyata bukan hanya kota kaya, tetapi mungkin juga layak untuk di sebut kota yang memilukan. Bagaimana tidak, di tengah-tengah orang super kaya raya dengan properti yang luar biasa, masih banyak anak jalanan yang begitu gigih menjajakan suara-suara sumir kemiskinan rakyat Indonesia yang sesungguhnya.

Kolong-kolong jembatan, kuburan-kuburan tua, perempatan-perempatan jalan, kanan-kiri mobil-mobil mewah dan tempat-tempat pembuangan sampah sementara adalah tempat-tempat favorit mereka untuk mencari rejeki hanya sekedar untuk mencari makan dan sesuap nasi. Mereka nampak lusuh, pakaian compang-camping, wajah kuyu, rambut merah bukan karena pewarnaan namun karena dahsyatnya terik matahari kota Jakarta.

Belum mereka membawa balita, digunakan untuk menjajakan keibaan untuk menarik simpati para pengguna jalan raya baik yang mewah atau yang biasa-biasa saja. Kehidupan mereka begitu diwarnai dinamika jalanan. Debu, hujan, asap kendaraan bermotor adalah menu mereka sehari-hari.

Kontras dengan dunia mereka yang, di dalam mobil orang-orang kaya mengenakan pakaian yang super mahal dan selalu baru, menggunakan perhiasan yang kemilau dan bervariasi, mobil yang berpendingin, mobil yang dipenuhi cemilan-cemilan lumayan enak.

Ironi negeri tercinta.

Belum lagi para pejabat yang tidak amanah. Mereka berpesta pora berebut kue-kue kemewahan jabatan. Mereka sering menerima hadiah-hadiah yang seharusnya tidak mereka terima. Belum lagi proyek-proyek kelas kakap yang nilainya milyaran yang dibagi-bagikan kepada kroni-kroni mereka. Tidak sedikit dari mereka yang pertambahan hartanya begitu dahsyat. Detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, hari demi hari mereka isi dengan kegiatan-kegiatan koruptif yang menggeruk hak-hak kaum miskin.

Sungguh indah hidup mereka. Apa-apa ada dan tersedia.

Apakah aka nada di Indonesia ini dermawan-dermawan misterius yang merahasiakan budi baik mereka? Atau apakah orang-orang kaya itu ada yang bersedia mendermakan harta-hartanya untuk kepentingan orang-orang yang memerlukan, seperti yang terjadi di Jepang?

Peristiwa di sebuah toilet di tempat perbelanjaan di Sakado Jepang harusnya jadi pelajaran mulia bagi mereka, orang-orang kaya raya di negeri ini. Pada tanggal 22 September kemarin telah ditemukan seplastik uang sejumlah 10 juta yen ( Rp 1.17 milyar ) dengan tidak meninggalkan kartu identitas yang bisa dilacak.

Tumpukan uang itu hanya disertai tulisan pesan yang berbunyi, “Saya sebatang kara. Saya tidak mempunyai masa depan jadi biarkan warga Tohuku menggunakan uang ini. (TribunNews.com).

Orang kaya mana, di negeri ini, yang berani seperti orang misterius itu?

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jokowi Ogah Ditinggal Relawan …

Nurul | | 23 August 2014 | 17:17

Badan Pegal di Raja Ampat, Sentuh Saja …

Dhanang Dhave | | 23 August 2014 | 12:10

Gebrakan Trio Jokowi-AHOK-Abraham Samad = …

Den Bhaghoese | | 23 August 2014 | 11:37

“Pah, Sekarang Mamah Lebih Melek Politik …

Djoel | | 23 August 2014 | 18:00

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58


TRENDING ARTICLES

Dilema Makan Nasi Dalam Bakul …

Giri Lumakto | 2 jam lalu

“Ahok Si Macan Putih dari …

Pakfigo Saja | 3 jam lalu

Kacaunya Pagelaran Ulang Tahun RCTI ke-25 …

Samandayu | 3 jam lalu

Febriana Wanita Indonesia Jadi Bintang dalam …

Tjiptadinata Effend... | 5 jam lalu

Pilpres: Beda Prabowo & Megawati …

Mania Telo | 10 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: