Back to Kompasiana
Artikel

Urban

Cita Puspita

saya mendedikasikan sisa usia saya sebagai seorang abdi negara di bidang statistik dengan terus memupuk selengkapnya

Adaptasi di Kantor Baru, Sederhana tapi Rumit

REP | 25 September 2011 | 17:59 Dibaca: 219   Komentar: 0   0

Adaptasi adalah kata sederhana yang gampang-gampang susah untuk dilakukan. Terkadang kita merasa sudah menjadi bagian dari suatu komunitas dimana kita tercakup di dalamnya, tapi itu bukan berarti kita benar-benar telah memiliki ikatan secara emosional dengan komunitas tersebut. Bisa jadi kita masih dianggap sebagai orang lain dalam komunitas tersebut.

Apalagi jika kita harus beradaptasi di lingkungan yang benar-benar baru, baik secara lokasi, personil, maupun budaya yang melekat di dalamnya. Bisa jadi norma yang berlaku dalam komunitas tersebut bertolak belakang dengan lingkungan kita sebelumnya sehingga kita kesulitan untuk menyesuaikan diri. Disinilah dibutuhkan kesediaan kita untuk menanyakan tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di lingkungan yang baru pada komunitas tersebut.

Pernah suatu kali saya hampir mendapat masalah serius karena sesuatu hal yang tak saya sadari. Ternyata ada kata-kata saya yang menyinggung perasaannya sehingga dia ingin menyakiti saya secara fisik. Untung saja saya dikasih tahu lebih awal oleh rekan kerja saya yang lain untuk minta maaf dan tidak mengulangi mengucapkan kata-kata itu lagi. Saya baru tau kalo saya sama sekali tidak boleh melayangkan kritik pedas karena dapat menyinggung perasaan warga asli di kantor.

Ternyata walaupun telah berbulan-bulan kerja di tempat ini, saya masih belum tau bahwa emosi warga asli disini memang mudah terbakar. Jika sampai emosi memuncak, tidak segan-segan parang melayang ke leher orang yang dirasa telah menyinggung perasaannya. Saya sampai gemetar begitu mengetahui hal itu. Hampir setiap orang di sini memiliki parang dan tidak jarang dibawa pula ke kantor.

Akhirnya saya kembali ke niat awal saya ketika ditempatkan di sini. Jauh dari kampung halaman, apalagi di seberang pulau yang benar-benar berbeda tradisinya, saya harus lebih waspada dalam menjaga sikap dan perkataan dimanapun saya berada. Bagaimanapun juga saya hanya warga pendatang yang harus menghormai warga asli.

Selamat bekerja dan beradaptasi di manapun kamu berada!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Masril Koto Bantah Pemberitaan di …

Muhammad Ridwan | | 23 September 2014 | 20:25

Tanggapan Rhenaldi Kasali lewat Twitter …

Febrialdi | | 23 September 2014 | 20:40

“Tom and Jerry” Memang Layak …

Irvan Sjafari | | 23 September 2014 | 21:26

Kota Istanbul Wajib Dikunjungi setelah Tanah …

Ita Dk | | 23 September 2014 | 15:34

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Join dengan Pacar, Siswi SMA Ini Tanpa Dosa …

Arief Firhanusa | 8 jam lalu

Soal 4 x 6, Saat Matematika SD Diperkosa …

Giri Lumakto | 11 jam lalu

Mendikbud Akhirnya Tegur Guru Matematika …

Erwin Alwazir | 11 jam lalu

Pak Menteri, Tolong Hentikan Nyiksa Anak SD …

Prabu Bolodowo | 11 jam lalu

Tidak Lulus Skripsi, Mahasiswa Kampus X …

Lely Nur Azizah | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Kutu pada Hewan Peliharaan?? Perlukah …

Dokterhewan Indo | 8 jam lalu

Nap a Latte untuk Produktivitas …

Andreas Prasadja | 8 jam lalu

Logika 4×6 = 6×4, Apa Bedanya …

Agung Budi Santoso | 8 jam lalu

Kurikulum 2013, Obat Manjur Bikin Anak …

Sinta Dewi R | 8 jam lalu

Smartfren Andromax C2, Teman Pintar yang Ga …

Rio Sitohang | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: