Back to Kompasiana
Artikel

Urban

Cita Puspita

saya mendedikasikan sisa usia saya sebagai seorang abdi negara di bidang statistik dengan terus memupuk selengkapnya

Adaptasi di Kantor Baru, Sederhana tapi Rumit

REP | 25 September 2011 | 17:59 Dibaca: 246   Komentar: 0   0

Adaptasi adalah kata sederhana yang gampang-gampang susah untuk dilakukan. Terkadang kita merasa sudah menjadi bagian dari suatu komunitas dimana kita tercakup di dalamnya, tapi itu bukan berarti kita benar-benar telah memiliki ikatan secara emosional dengan komunitas tersebut. Bisa jadi kita masih dianggap sebagai orang lain dalam komunitas tersebut.

Apalagi jika kita harus beradaptasi di lingkungan yang benar-benar baru, baik secara lokasi, personil, maupun budaya yang melekat di dalamnya. Bisa jadi norma yang berlaku dalam komunitas tersebut bertolak belakang dengan lingkungan kita sebelumnya sehingga kita kesulitan untuk menyesuaikan diri. Disinilah dibutuhkan kesediaan kita untuk menanyakan tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di lingkungan yang baru pada komunitas tersebut.

Pernah suatu kali saya hampir mendapat masalah serius karena sesuatu hal yang tak saya sadari. Ternyata ada kata-kata saya yang menyinggung perasaannya sehingga dia ingin menyakiti saya secara fisik. Untung saja saya dikasih tahu lebih awal oleh rekan kerja saya yang lain untuk minta maaf dan tidak mengulangi mengucapkan kata-kata itu lagi. Saya baru tau kalo saya sama sekali tidak boleh melayangkan kritik pedas karena dapat menyinggung perasaan warga asli di kantor.

Ternyata walaupun telah berbulan-bulan kerja di tempat ini, saya masih belum tau bahwa emosi warga asli disini memang mudah terbakar. Jika sampai emosi memuncak, tidak segan-segan parang melayang ke leher orang yang dirasa telah menyinggung perasaannya. Saya sampai gemetar begitu mengetahui hal itu. Hampir setiap orang di sini memiliki parang dan tidak jarang dibawa pula ke kantor.

Akhirnya saya kembali ke niat awal saya ketika ditempatkan di sini. Jauh dari kampung halaman, apalagi di seberang pulau yang benar-benar berbeda tradisinya, saya harus lebih waspada dalam menjaga sikap dan perkataan dimanapun saya berada. Bagaimanapun juga saya hanya warga pendatang yang harus menghormai warga asli.

Selamat bekerja dan beradaptasi di manapun kamu berada!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kartu Abraham di Tangan Jusuf Kalla …

Yusran Darmawan | | 28 January 2015 | 09:17

Presiden Joko Widodo “Tersesat” …

Edy Rolan | | 28 January 2015 | 00:42

100 Hari Jokowi-JK : Fitnah & Fakta …

Mania Telo | | 28 January 2015 | 07:29

Kisruh Polri dan KPK, Siapa Yang Harus …

Mike Reyssent | | 28 January 2015 | 05:30

Keripik Daun Pegagan yang Sarat Khasiat …

Purwanti Asih Anna ... | | 28 January 2015 | 10:19


TRENDING ARTICLES

Beda Cara Hendropriyono dan Megawati …

Irvan Af | 6 jam lalu

Prestasi Hebat Jokowi …

Teguh Sunaryo | 7 jam lalu

Suami yang Layak Ditaati Istri …

Cahyadi Takariawan | 7 jam lalu

Internal PDIP Pura-pura Saling Berantem …

Pebriano Bagindo | 8 jam lalu

Usulan Tim Independen pada Jokowi …

Elde | 9 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: