Back to Kompasiana
Artikel

Urban

Hendra Yudhanto

seorang yang bercita cita ingin menjadi penulis http://hendrayudhantopanico.blogspot.com/

Bulan Ramadhan = Bulan Agama Dijual

REP | 29 July 2011 | 18:55 Dibaca: 234   Komentar: 7   1

Bulan Ramadhan adalah bulan dimana seseorang berlomba untuk mencari pahala dengan berbagai macam ritual yang di anjurkan oleh agama islam karena bulan ramadhan adalah bulan di mana pintu keberkahan di buka lebar-lebar oleh Allah SWT.

Selain berlomba-lomba untuk mencari pahala ternyata bulan ramadhan adalah momen yang tepat untuk berlomba-lomba untuk mencari keuntungan yang sebesar-besarnya, memanfaatkam momen Ramadhan dengan memperjual-belikan yang namanya AGAMA.

1. Band religi

Mereka melatunkan puji-pujian nama Allah dan Rosullnya dengan lantang dalam lagunya, mereka berpakaian bak pak haji lengkap dengan tebar pesona surgawi. Mereka menganjurkan untuk melakukan puasa dengan baik dan melakukan ibadah dengan benar. Mereka benar-benar terlihat seperti seniman dengan kesolehan tingkat tinggi.

Sayang, semua lagu religi dan pencitraan muslim sejati hanya mereka lakukan dalam bulan ramadhan. Ketika bulan ramadhan berakhir mereka kembali melatunkan kecintaan akan duniawi mulai menyanyikan cinta-cintaan dan hal remeh-temeh lainnya.

Apakah permintaan pasar akan tema religi lagi banyak? Sehingga mereka berani mengeluarkan lagu dengan tema religi? Dengan begitu, berarti keimanan mereka juga tergantung dengan permintaan pasar. Agama menjadi tameng untuk mencari keuntungan materi.

2. Sinetron religi

Mereka berbondong-bondong mulai memproduksi sinetron dengan tema religi, mereka mulai menjajakan agama dalam setiap episodenya, mereka mulai sok-sok’an mengajarkan agama, mereka mulai mempertontonkan artis muslim musiman, mereka mulai menggabungkan akan cinta-cintaan dengan agama, mereka mulai mencari keuntungan sebesar besarnya dengan mempergunakan agama.

Namun ketika bulan ramadhan berakhir dengan rumah produksi yang sama dan artis yang sama, mereka sudah tidak lagi memproduksi sinetron dengan tema religi, bahkan terkadang mengajarkan kemaksiatan dengan balutan cinta-cintaan yang terlihat indah dalam sinetronnya. Sekali lagi Agama menjadi tameng untuk mencari keuntungan materi

3. Artis muslim musiman

Mereka mulai mengulurkan jilbabnya dan berpakaian ala muslimah, mereka mulai berpakaian mirip pak haji lengkap dengan peci, baju koko dan sajadah menyelempang di pundak dan berprilaku lembut menjadi muslim dan muslimah yang baik.

Namun, sayangnya mereka hanya melakukan itu saat bulan ramadhan, saat bulan ramadhan berakhir mereka kembali berpakaian seksi mepertontonkan kemolekan tubuhnya dan berprilaku normal kembali. Demi pencitraan dan agar tetap eksis di dunia entertain mereka rela melakukannya, secara tak sadar mereka mempertotonkan kemunafikan dengan bangga. Demi materi mereka rela melakukan apapun bahkan dengan mempermainkan agama.

4. Produk dengan embel-embel agama

Iklan makanan, minuman, operator seluler bahkan rokok dan lain-lain, mulai berpromosi dengan menggunakan cerita tentang takwa. Mengedepankan agama dengan tujuan mempromosikan produk-produknya. Sekali lagi agama menjadi tameng untuk mencari keuntungan materi sebesar-besarnya.

Manusia memang kreatif dapat memanfaatkan apapun menjadi keuntungan materi, tak terkecuali agama. Agama telah beralih fungsi, dari pedoman hidup manusia menjadi alat yang paling baik untuk mengeruk keuntungan materi untuk individu atau kelompok.
kemunafikan sudah menjadi hal biasa.

Jadi, selamat menunaikan ibadah puasa….

Tags: agama

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Wahana Baru Ice Age Arctic Adventure, Dufan …

Rokhmah Nurhayati S... | | 19 April 2014 | 01:35

Sesat Pikir Koalisi …

Faisal Basri | | 18 April 2014 | 19:08

Jangan Prasangka Pada Panti Jompo Jika Belum …

Mohamad Sholeh | | 19 April 2014 | 00:35

Araira …

Fandi Sido | | 16 March 2014 | 19:39

Memahami Skema Bantuan Beasiswa dan Riset …

Ben Baharuddin Nur | | 18 April 2014 | 23:26


TRENDING ARTICLES

Paskah di Gereja Bersejarah di Aceh …

Zulfikar Akbar | 4 jam lalu

Mengintip Kompasianer Tjiptadinata Effendi …

Venusgazerâ„¢ | 10 jam lalu

Suryadharma Ali dan Kisruh PPP …

Gitan D | 10 jam lalu

Kasus Artikel Plagiat Tentang Jokowi …

Mustafa Kamal | 12 jam lalu

Kue Olahan Amin Rais …

Hamid H. Supratman | 21 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: