Back to Kompasiana
Artikel

Urban

Tips Memilih Water Heater

REP | 14 July 2011 | 17:37 Dibaca: 4446   Komentar: 3   1

Pada hari hujan atau cuaca dingin, mandi air hangat akan terasa nyaman baik ketika mandi di pagi hari maupun malam hari menjelang tidur.  Saya akan share beberapa tips memilih dan membeli pemanas air mandi.

Gas Water Heater

Sesuai namanya, pemanas air ini bekerja dengan gas elpiji, yang notabene sekarang cost-nya lebih murah dari listrik, apalagi listrik dari genset sendiri. Gas water heater mempunyai bentuk persegi yang tidak terlalu besar, namun juga tidak terlalu kecil. Ciri-cirinya diatas pemanas air ini ada lubang silinder yang berfungsi sebagai cerobong asap (kenalpot) untuk membuang asap hasil pembakaran. Jangan takut mendengar istilah cerobong asap karena sesungguhnya tidak terlihat ada asap apapun yang keluar dari ini, hanya saja karena cara bekerjanya adalah membakar air yang melewatinya, tetap diperlukan cerobong asap tersebut.

Selain biaya pemakaian yang relatif murah, keunggulan lain pemanas air gas ini adalah air panas yang tersedia nyaris instant, hanya membutuhkan waktu sekitar 3 – 5 detik sejak dihidupkan air yang mengalir keluar sudah panas. Banyak orang menguatirkan kebocoran gas kalau apinya padam, namun sebenarnya hal tersebut tidak perlu dikuatirkan karena pemanas air jenis ini sudah dilengkapi dengan auto cut off gas kalau apinya padam dan otomatis mematikan api kalau debit air yang mengalir kurang kencang.

Hal-hal yang mungkin perlu menjadi perhatian adalah perlunya selang pipa untuk suplai gas ke pemanas air. Kalau sejak bangun rumah sudah direncanakan akan memasang jenis pemanas air ini, selang-nya bisa ditanam didalam tembok sehingga rapi dan tidak kelihatan. Bahkan tabung gasnya bisa ditaruh ditempat yang jauh dan tidak perlu diangkat ke lantai atas jika pemanas air ini dipasang di lantai atas karena sifat gas yang secara otomatis mengalir ke tempat yang lebih tinggi. Selain itu jika pemanas air gas dipasang didalam kamar mandi, pastikan harus ada exhaust fan untuk membuang asap sisa pembakaran. Walaupun asapnya tidak terlihat, tidak berwarna, tidak berbau dan sebenarnya tidak berbahaya, namun kalau berakumulasi banyak terutama kalau dalam kamar mandi yang tidak ada lubang ventilasi tetap akan berbahaya kalau sudah berakumulasi banyak.

Harganya berkisar dari 500 ribuan – 1 jutaan.

Electric Water Heater

Ada 2 jenis pemanas air yang sama-sama menggunakan suplai listrik, pemanas air listrik dengan tangki dan pemanas air listrik tanpa tangki (tankless). Zaman dahulu, yang banyak ditemukan adalah pemanas air listrik dengan tangki. Ciri-ciri pemanas air dengan tangki adalah bentuknya yang besar, biasanya berbentuk bundar horizontal atau vertikal. Karena fisiknya yang besar, kebanyakan orang meletakkannya diluar kamar mandi namun ada juga yang menggantungkannya didalam kamar mandi. Cara kerja pemanas air ini sederhana, sebenarnya bentuknya yang bulat dan besar itu adalah tangki air untuk menyimpan cadangan air panas yang belum terpakai. Oleh karena itu bagi yang menggunakan pemanas air jenis ini bisa menikmati air panas sejak detik pertama air dialirkan.

Jika air didalam tangki lama tidak dipakai, airnya akan pelan-pelan mendingin. Guna menjaga suhu cadangan air panas tetap cukup panas, maka ketika mulai mendingin, pemanas airnya akan kembali hidup untuk memanaskan air didalam tangki agar mencapai suhu tertentu. Begitu seterusnya berulang-ulang sehingga menggunakan pemanas air jenis ini umumnya lebih boros biaya listrik, terlebih-lebih di rumah yang penghuninya sedikit atau jarang dipakai. Banyak dipakai atau jarang dipakai, biaya beban listriknya bedanya cuma sedikit.

Harga pemanas air listrik bertangki relatif cukup mahal (2 – 5 jutaan tergantung kapasitas tangki air) karena bentuk fisiknya yang besar serta konstruksi tabungnya yang harus bebas karat, juga memerlukan pembungkus dengan bahan khusus yang gunanya utnuk menjaga agar panas air-nya jangan cepat hilang.

Yang akhir-akhir ini lebih populer adalah pemanas air listrik tanpa tangki. Bentuknya kecil, cantik dan mudah pemasangannya. Namun yang perlu diperhatikan adalah pemanas air jenis ini mengkonsumsi listrik sangat besar, mencapai 2. 000 Watt.  Kalau rumah yang daya terpasang PLN-nya cuma 10 ampere, sekali ditarik oleh pemanas air ini plus 2x lampu TL, habis deh.

Memang ada juga yang menjual pemanas air sejenis dengan Watt rendah, cuma 350 Watt tetapi eitts, nanti dulu.

Mengapa pemanas air listrik ini memerlukan daya besar hingga 2.000 Watt, tidak lain tidak bukan adalah agar bisa menyediakan air panas secepat mungkin begitu diperlukan. Karena dia tidak mempunyai cadangan air panas siap pakai, maka air yang dipanaskan adalah segera setelah keran dibuka, pemanas air ini perlu segera memanaskannya sesegera mungkin.  Pemanas air 2.000-an Watt pun masih memerlukan waktu 5 – 10 detik air yang mengalir baru panas. Jika menggunakan pemanas air yang katanya hemat energi yang hanya mengkonsumsi listri 350 Watt, perlu menunggu sekitar 3 – 4 menit air yang keluar baru panas. Jangan-jangan acara mandi pun sudah mau selesai.

Harga pemanas air listrik tanpa tangki relatif murah, mulai seharga 400 ribu – 600 ribu sudah bisa dapat.

Salah satu kekuatiran utama orang akan pemanas air listrik adalah kesetrum. Sebenarnya hal tersebut sangat-sangat jarang terjadi, apalagi di semua pemanas air listrik selalu sudah disertakan pengaman anti kontak MLCB (=Main Line Circuit Breaker) yang gunanya memutus aliran listrik jika terjadi korsleting atau kesetrum. Namun begitu, setengah tahun yang lalu saya baru mendengar dari seorang teman di Medan, seorang tetangganya meninggal karena kesetrum air panas ketika sedang berlibur di villa mereka sendiri di Berastagi. Seumur-umur mungkin ini satu-satunya case kesetrum air panas ketika mandi yang saya dengar langsung dari sumber yang bisa dipercaya.

Solar Water Heater

Pemanas air jenis ini mengandalkan panas matahari untuk memanaskan airnya. Itu mengapa pemanas air jenis ini selalu menyertakan tangki yang sangat besar karena matahari kan tidak bersinar 24 jam. Tangki yang besar itu gunanya untuk menampung air panas yang cukup untuk dikonsumsi sekian orang dalam satu rumah. Beberapa tipe pemanas air matahari ini juga dilengkapi dengan pemanas listrik yang gunanya adalah tetap menjamin suplai air panas jika sedang musim hujan dimana ketika matahari jarang bersinar terik.

Sekali terpasang, pemanas air jenis ini nyaris tanpa perawatan dan tidak keluar biaya operasional apapun lagi karena cukup disinari matahari saja. Oleh karena itu, bagi yang rumanya besar, anggota keluarganya banyak sangat cocok memasang pemanas air matahari terlebih-lebih bagi kita yang tinggal di sekitar khatulistiwa yang sepanjang tahun selalu mendapat sinar matahari yang mencukupi.

Cuma sayangnya barang ini harganya mahal, belasan hingga dua puluhan juta tergantung pada kapasitas tangki penyimpanannya, diluar ongkos pasang yang relatif mahal juga karena perlu dipasang di tempat yang tinggi, tidak terhalang bangunan / pohon agar bisa menerima paparan sinar matahari secara maksimal.

Heat Exchanger Water Heater

Dinamakan heat exchanger ini adalah karena sumber panas dari pemanas air ini adalah diambil dari udara panas yang dihembuskan oleh compressor AC rumah. Sebagaimana diketahui bahwa untuk mendinginkan ruangan, AC rumah mengandalkan compressor memompakan freon yang mengembun dan sebagai gantinya udara panasnya dibuang oleh compresor keluar. Prinsip kerja heat exchanger water heater ini adalah mengumpulkan panas yang dibuang oleh compressor kemudian dialirkan ke tabung penyimpanan air untuk memanaskan air disana.  Pemanas air jenis ini tidak mempunyai bentuk yang spesifik selain mempunyai satu tangki penyimpan air panas seperti yang terdapat pada jenis pemanas air yang lain.

Pemanas air dengan prinsip kerja heat exchange ini sebenarnya adalah solusi yang sangat efisien dan murah karena sama sekali tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan lain kecuali hanya membayar biaya listrik akibat pemakaian AC saja. Jadi selain mendapat dinginnya dari AC, sekaligus juga memanfaatkan pembuangan panasnya untuk memanaskan air.

Pemanas air jenis ini tidak ada yang dijual “ready for use”, artinya perlu dirakit sendiri sesuai dengan yang dibutuhkan. Namun repotnya tidak banyak orang yang mengerti cara kerja dan teknik pemasangannya sehingga tidak mudah mencari tukang yang bisa langsung pasang. Selain itu perlu juga mempertimbangkan faktor jarak antara compressor ke tangki pemanas air serta jarak ke kamar mandi. Hal tersebut dikarenakan sifat rambatan panas yang cepat hilang jika harus dilewatkan pada media yang cukup panjang.

Harganya sendiri tidak murah juga, mulai dari 8 jutaan – belasan juta (diluar harga AC-nya sendiri).

Portable Water Heater

Belum menemukan pilihan yang cocok? Pertimbangkanlah portable water heater. Sebenarnya komponen pemanas didalam pemanas air listrik yang mahal diatas sama saja, bentuknya berupa elemen pemanas yang kurang lebih seperti gambar disamping. Hanya saja setelah di-packaging sedemikian rupa, ditambahkan tangki penyimpan air yang kedap suhu, serta ditambahkan sensor suhu dan automatic switch, harganya menjadi mahal. Jika concernnya adalah di harga, maka pilihan yang satu ini cukup murah meriah, harganya cuma disekitar 50 ribu – 70 ribu.

Cara penggunaannya pun gampang, siapkan satu ember air, celupkan pemanas air tersebut dan colok ke listrik. Periksa apakah panas air sudah mencukupi, jika sudah, cabut colokan listrik dan bisa mulai mandi.

Perhatikan juga pemanas air ini juga tersedia dari yang “hemat energi” yang 350 Watt hingga yang 2.000 Watt. Bedanya sama seperti yang sudah saya jelaskan diatas. Karena yang perlu dipanaskan disini seember air yang lebih banyak (bukan air mengalir seperti diatas), maka pemanas 2.000 Watt perlu waktu sekitar 5 menit untuk memanaskan satu ember air, sementara pemanas yang 350 Watt mungkin memerlukan waktu 15 – 20 menit.

Traditional Water Heater

Yang satu ini rasa-rasanya saya tidak perlu berkomentar banyak lagi. Kalau ada diantara pembaca yang tidak tahu bagaimana cara merebus air untuk mandi air hangat, pulang tanya sama emak, atau oma, atau tante, atau bibi,  teteh, atau tukang parkir didepan kantor pun pasti tahu:)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

(Foto Essai) Menyambut Presiden Baru …

Agung Han | | 20 October 2014 | 20:54

Inilah Reaksi Mahasiswa Australia untuk …

Tjiptadinata Effend... | | 20 October 2014 | 19:16

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Najwa Shihab Jadi Menteri? She Is A Visual …

Winny Gunarti | | 21 October 2014 | 07:08

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

20 Oktober yang Lucu, Unik dan Haru …

Alan Budiman | 3 jam lalu

Tangisan Salim Said & Jokowi’s …

Iwan Permadi | 4 jam lalu

Off to Jogja! …

Kilian Reil | 6 jam lalu

Antusiasme WNI di Jenewa Atas Pelantikan …

Hedi Priamajar | 9 jam lalu

Ini Kata Koran Malaysia Mengenai Jokowi …

Mustafa Kamal | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Trans TV, Raffi Is Not Our Prince! …

Gilang Parahita | 8 jam lalu

Merencanakan Anggaran untuk Pesta Pernikahan …

Cahyadi Takariawan | 8 jam lalu

Koalisi Akal Sehat Mengawal Pelantikan …

Effendi Siradjuddin | 8 jam lalu

Selamat Bertugas Pak Jokowi …

Toni Pamabakng | 8 jam lalu

Misteri Hantu Rumah Tua …

Raphael Jose Riberu | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: