Back to Kompasiana
Artikel

Urban

Christie Damayanti

Just a stroke survivor & cancer survivor, architect, 'urban and city planner', traveller, also as selengkapnya

(Bab 2) Konsep Pemukiman di Seoul, Korea Selatan: Pembangunan dan Pengembangan Perumahan

REP | 04 July 2011 | 05:05 Dibaca: 879   Komentar: 8   5

By Christie Damayanti

13097549761105480825

Pemerintah secara berkelanjutan terus membangun perumahan untuk di jual atau di sewa bagi warga berpenghasilan rendah, dengsn cara pinjaman kredir lunak dari pemerintah Target asarnya :

-          Perumahan sewa untuk warga berpenghasilan rendah

-          Para pekerja / buruh yang sudah bekerja selama 5 tahun berturut2 secara penuh

Kapasita lahan untuk pembangunan dan pengembangan perumahan di Seoul terdiri dari 2 area besar dimana 1 area masih perlu diolah dan 1 area lagi merupakan pengembangan perumahan secara masal bagi warga berpenghalisan rendah. Satu daerah yang masih di olah dalam arti akan digunakan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan lahan serta pembangunan segala macam fasilitas yang diperlukan bagi warga perumahan. Proyek ini sudah berjalan dari tahun 1930, hingga sekarang.

Daerah yang merupakan pengembanganbagi warga berpenghasilan rendah dikembangkan oleh “Housing Lot Development Act” yang dimulai sejak tahun 1993, telah di kerjakan seluas 7.124.000 m2, total telah terbangun lebih dari 800.000 unit rumah di Seoul seluas lebih dari 15.000.000 m2.

13097550538730665

1309755065174021255

Rumah2 tradisional Korea yang benar2 tidak mempunyai fasilitaskehidupan yang baik untuk penduduk.

Bangunan perumahan di bawah standard ( yang biasanya di gunakan oleh warga berpenghalisan rendah ) sudah mulai dipikirkan pemecahannya dengan meningkatkan kualitas hunian. Meskipun proyek perbaikan ini di mulai dari tahun 1920 dan ternyata tetap tidak seimbang antara permintaan yang drastic setelah tahun 1950., Pada umumnya, daerah perumahan ini sangat minim kualitas strukturnya, keamanannya, sanitarynya serta lingkungan psikologisnya. Dan bukan hanya hal2 itu saja yang di perbaiki pemerintah, tetapi juga pengembangan taman, lingkungan bermain serta kehidupan sosial budayanya.

13097550961858030973

Pembangunan perumahan tradisional di Seoul, berusaha untuk membuat kehidupan sosial-psikologis lebih baik.

Sejak tahun 1950, pembangunan meningkat dengan pesat dan tahun 1960-an, metoda pembangunan apartemen ( hunian vertikal ) mulai diperkenalkan dan mulai berkembang tahun 1970-an. Saat ini, pembangunan perumahan terus berjalan, seiring dengan meningkatnya permintaan seta kebutuhan warganya, dimana kenyamanan hidup warga kota menjadi target bagi pemerintah kota Seoul.

Proyek ini saling berintegraai dengan pembangunan peruyek perumahan sub-standrad sesuai dengan “Urban Planning Act” yang dimulai sejak 1962, dimana semuanya banyak mengalami pembaharuan peraturan hingga tahun 1973 mengeluarkan “Temporary Act for Encouragement of Housing Improvement” yang berakhir tahun 1981 dengan pemantapan standard yang sudah ada menjadi lebih baik. Peraturan ini terus disempurnakan pada tahun 1974 sampai sekarang. Metoda pembangunan proyek ini sekarang dilakukan bekerjasama dengan pemerintah pusat, Korea Selatan.

Peraturan dasar yang sudah ada sangat mendasar dari segi kebutuhan mengenai tempat tinggal / rumah dan ternyata kurang memperhatikan masalah2 lingkungan perumahan itu sendiri, yang terkadang tidak dipikirkan sama sekali. Hal ini tertulis dalam “The Temporary Act for Improvement of Residential Environment of Low Income Group” yang mulai dibelakukan tahun 1999. Proyek ini merupakan ajang promosi untuk mendapatkan dukungan pemerintah bagi warga penghasilan rendah.

Untuk akselerasinya, proyek ini akan berjalan sepanjang 1-2 tahun. Yang termasuk juga dalam proyek ini adalah pembangunan rumah, pengkatan kualitas dari segi arsitektur seta pemeriharaan / maintenance fasilitas publik.

Rekonstruksi

Sistim rekonstruksi yang dimaksud adalah :

-          Memindahkan rumah2 yang sudah ada

-          Membangun rumah / apartemen baru

-          Meningkatkan dan mengembangkan fungsi2 perumahan dengan segala fasilitasnya

-          Mengusahakan peng-efisienan dan peng-efektifan penggunaan lahan

Seperti kebanyakan penduduk kota lainnya, pada mulanya penduduk kota Seoul merasa keberatan untuk tinggal di apartemen dengan alasan yang kurang lebih sama, yaitu kurang / tidak mempunyai ruang interaksi dengan lingkungannya ( apartemen biasanya merupakan bangunan vetikal ).Tetapi dengan adanya tekad dan kerja keras pemerintah, memang ternyata propaganda untuk tinggal di apartemen berhail, dan sekarang penduduk Seoul sebagian besar justru memilih tinggal di apartemen disbanding rumah tanah dengan alasan prktis dan aman. Sehingga masalah kepadatan penggunaan lahan sementara terselesaikan.

1309755164881881051

13097552111386463332

Rekonstruksi rumah2 tradisional untuk memperbaiki banguan2 / rumah2 itu sendiri.

Alasan rekonstruksi :

-          Bangunan2 tersebut tidak diperhitungkan terhadap gempa

-          Bangunan2 tersebut memang sudah harus di perbaiki sebab sudah lebih dari 20 tahun sejak didirikan

-          Bangunan2 tersebut sudah kurang / tidak layak pakai karena fungsinya memang tidak memenuhi syarat

-          Bangunan2 tersebut memerlukan perawatan yang lebih serius

1309755365541071952

Special note :

Bagaimana dengan Indonesia?

Jangankan melakukan ‘rekonstruksi’ untuk lebih layak pakai bagi penduduk, kebutuhan dasar perumahanpun belum 100% terselenggara. Sebenarnya, pemerintah sudah menerapkan untuk membangun perumahan dengan sistim 1 : 3 : 6 bagi developer ( perbandingan 1 untuk rumah mahal, 3 untuk rumah menengah, 6 untuk untuk rumah murah ) dan sistim rusunami ( apartemen tanpa pajak ).

Tetapi ? Bagaiman kelanjutannya ?

Developer tetap membangun rumah mahal dan rusunami tetap menjual apartemen tanpa pajak kepada orang2 yang mampu ……


Sumber gambar : beberapa dari Google

13096071791943036955

Profil |

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Selamat Tinggal Banjir, Proyek Revitalisasi …

Agung Han | | 30 October 2014 | 21:02

Elia Massa Manik Si Manager 1 Triliun …

Analgin Ginting | | 30 October 2014 | 13:56

[YOGYAKARTA] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:06

Bau Busuk Dibelakang Borneo FC …

Hery | | 30 October 2014 | 19:59

“Nangkring” bareng Tanoto …

Kompasiana | | 27 October 2014 | 10:31


TRENDING ARTICLES

Jokowi-JK Tolak Wacana Pimpinan DPR …

Erwin Alwazir | 2 jam lalu

Mantan Pembantu Mendadak PD, Berkat Sudah …

Seneng | 4 jam lalu

70 Juta Rakyat Siap Masuk Bui …

Pecel Tempe | 6 jam lalu

Pramono Anung Menjadi Satu-satunya Anggota …

Sang Pujangga | 10 jam lalu

Mba, Pengungsi Sinabung Tak Butuh …

Rizal Amri | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Saat Tukang Sate Satukan Para Pendusta …

Ardi Winata Tobing | 9 jam lalu

Jokowi-JK Tolak Wacana Pimpinan DPR …

Erwin Alwazir | 9 jam lalu

Toleransi terhadap “Orang Kecil” …

Fantasi | 9 jam lalu

Batu Bacan dari SBY ke Obama Membantu …

Sitti Fatimah | 10 jam lalu

Kenapa Orang Jepang Tak Sadar Akan Kehebatan …

Weedy Koshino | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: