
the witness, saksi mata. berpikir dengan mata telanjang. dipandu dengan kesadaran. karena itu never block blogs, because in the country of the blind, the one-eyed man is king. kesaksian adalah testimoni akhir yang perlu didengar. agar kita bijak menekuri realitas. belajar dari kesalahan masa lalu. walau kesaksian tidak selalu benar dalam perspektifnya. kata para bijak, "those who can not remember the past are condemned to repeat it!". - salam twitter@emteaedhir -
Dibaca: 462
Komentar: 1
Nihil
menyaksikan anang hermansyah menyanyi di resepsi pernikahan krisdayanti-raul lemos hari ini, seolah me-replay kemunculan julius caesar mendatangi cleopatra yang “selingkuh” dengan mark anthony. julius menjabat tangan mark anthony sembari secara berkelakar bertanya, “apakah benar anda, mark anthony berada di balik assasination terhadap saya pada tahun 44 sm?”. personifikasi itu lucu-lucuan belaka. sudah pasti ini cuma fantasi imajiner. meski kemudian sejarah mencatat cleopatra kawin dengan mark anthony. keduanya dikarunia anak kembar bernama cleopatra selene dan alexander helions serta satu putera lainnya, ptolemy philadelphus.
lupakan, petikan itu cuma basa-basi awal prahara hidup penuh warna seorang cleopatra dan pil-nya, mark anthony. didramatisir demikian karena keduanya lalu dikisahkan luluh lantak dalam “battle of actium” melawan gaius julius caesar octavianus (lebih dikenal dengan panggilan kaisar augustus), keturunan julius caesar. tahu sendirikan setelah itu, mark anthony bunuh diri dan cleopatra mengikuti dengan membiarkan dirinya digigit ular. sebegitu tragis hubungan segi tiga, segi empat dan segimana lagi.
kembali ke anang, ini mungkin tipe lelaki atau eks suami yang berbesar hati menerima realitas perkawinannya. seperti seorang yusuf subrata yang tabah melalui “masa-masa sulit” seorang cut tari, sang isteri. bagi banyak orang, kadang-kadang sikap itu malah menjadi tanda tanya. kemana ego-maskulin atau macho-muscle-manhood seorang pria. saking sinisnya, sebagian orang memplintir tudingan kemungkinan lelaki seperti yusuf subrata memiliki “kelainan” karena rela bin tega membiarkan sinopsis hidupnya ditulis ariel peterpan seenaknya.
setiap orang punya perspektif sendiri melihat dan menilai hidup yang dijalaninya. anang dan yusuf harus saya akui sebagai testament bahwa priapun mampu berbesar hati. kendati kebanyakan pria memikul tekanan berat untuk menegakkan bahtera hidup yang dilakoninya. toh, para peneliti biologi suka bermain-main dengan teori betapa monogamy merupakan kondisi instinktif yang sangat sulit bagi manusia untuk dipertahankan. lihat aja para politisi pks yang notabene bisa disebut memiliki firewall cukup baik membetengi hasrat duniawinya, ternyata “ambruk” juga. walau tuduhan itu belum tentu benar, rasanya hilur pikuk pemberitaan telling us something “unusual” !.
infedility statistic mengukuhkan temuan bahwa hanya kurang dari separoh perkawinan yang mampu bertahan setelah salah satu pasangan menemukan “hubungan gelap” pasangannya dengan pil atau wil. anang dan yusuf masing-masing telah membuktikan asumsi itu dengan cara atau perspektifnya yang berbeda. anang memilih berpisah dan yusuf memilih bertahan, setidaknya berusaha untuk melanjutkan usia perkawinan mereka. kesamaannya, keduanya menunjukkan sikap seorang suami atau eks suami yang “realistis” menerima kekurangan pasangannya masing-masing. dan menyudahinya dengan cara-cara yang diyakininya benar. saya jadi ingat ucapan jean babtiste moilere, ”one is easily fooled by that which one loves“. Nah, lohhh! (kado buat yanti dan raul, selamat memasuki terowongan hidup baru - sok akrab neh -) twitter: emteaedhir.