Back to Kompasiana
Artikel

Urban

Christie Damayanti

Just a stroke survivor & cancer survivor, architect, 'urban and city planner', traveller, also as selengkapnya

Suka Duka Membangun ‘Istana Kecil’ Kami

HL | 11 March 2011 | 12:30 Dibaca: 1317   Komentar: 34   12

12998559741709970242

Foto

Waktu itu aku bekerja pada pengembang di Kemayoran. Aku adalah satu-satunya arsitek di sana sebagai desain manager dan kami diberi  tugas penuh untuk mendesain dan membangun sebuah lobby apartemen dengan 5 tower di Kemayoran ini. Sebenarnya, konsep kompleks apartemen ini sudah didesain, juga untuk lobbynya. Tetapi lobby itu masih ’sangat konsep’. Dengan dibantu konsultan yang disewa developer dimana aku bekerja, kami serius untuk membuat konsep itu lebih bisa dilaksanakan.

Berbekal dengan kesepakatan antara konsultan dan in-house arsitek, konsep lobby dibuat seindah mungkin, karena ‘the big boss’ memang menginginkan desain klasik, dimana itu memang spesialisku. Mulailah kami berdiskusi dan terus berdiskusi dengan team desainer (arsitek, struktur, mekanikal dan elektrikal . Boss kami menginginkan bangunan itu harus selesai pada saat ‘the big boss’ ulang tahun, bulan November. Padahal ini sudah bulan Februari ! Wah, desain pun belum ‘deal’ (baru konsep), itu baru desain arsitekturnya, belum strukturnya, ME-nya dan interiornya. Astagaaaaaaa... kami pasti begadang lagi nih sampai bulan November ini.

12998459571208713244

Untuk mendesain suatu bangunan, apalagi bangunan umum dan mewah, paling tidak 6 bulan, dan setelah itu mulai untuk kencari kontraktor-kontraktor terkait. Banyak rangkaiannya dan tidak sedikit waktu dan biayanya. Dan kami menyelesaikan desain ini hanya 1 bulan ! Itu sudah begadang-begadang terus. Tapi aku memang menyukai pekerjaanku, jadi tidak sulit bagiku untuk mengikuti ‘irama kerja’ seorang arsitek.

Konsep lobby apartemen ini adalah bangunan klasik dengan tiang-tiang besar dan monumental. Klasik itu identik dengan Eropa. Jendela-jendelanya memang menjadi klasik dengan interior sangat klasik. Desain interiornya harus membuat suasananya benar-benar klasik, misalnya: lantainya marmer (Italy), meja kursinya dari jaman Roma Lama, lengkap dengan kursi ‘Cleopatra’. Juga lampu-lampunya, khusus didesain untuk itu.

Lantainya memang khusus, marmernya didatangkan dari Italy, mayoritas berwarna kuning dan typenya adalah Giallo Sierra. Harga adalah yang terpenting untuk sebuah proyek. Biasanya, kita harus membuat Value Engineering (VE) untuk mencari barang-barang bagus tetapi berharga optimal (bukan murah). Tetapi, jika ‘the biss boss’ ingin mempunyai barang2 mahal, tidak menutup kemungkinan, kita sebagai pekerja, menuruti kemauan owner. Sehingga, jadilah lobby ini yang lantainya berharga 3,6 juta/m2 persegi. Bisa dibayangkan bukan, bagaimana material-material yang lain.

Memasang marmer membutuhkan tukang berkualitas khusus. Juga maintenance yang khusus juga. Karenanya, biasanya lantai marmer dipakai oleh rumah-rumah mewah, bangunanbangunan kantor di daerah primer dan bangunan-bangunan monumental.

1299846205406774206

Semua marmer mayoritas berwarna kuning

Semua marmer mayoritas berwarna kuning, seperti serat kayu. Yang berwarna putih bernama Creama Marfile juga dari Italy. Ditengah2 ruangan, berbentuk bulat dengan konsep bunga2 dengan tulisan Palazzo adalah marmer Italy juga : Creama Marfile (putih / off white), Giallo Sierra (kekuning-kuningan  Rosso Alicante (orange), Nero Absoluto (hitam, dari Turki).

Untuk membentuknya, harus dengan alat khusus, tidak bisa memakai ‘tangan’ karena bentuk ‘slim’ dan melengkung, harus memakai alat yg disebut ‘water jet’.

12998460021138527584

1299846043646890435

Disatu sudut interior, dengan desain kursi klasik seperti Eropa dan meja serta bantal2 manis. Kursi ‘Cleopatra’ dengan ‘fabric’ / kain cream yang mewah.

Sedangkan eksteriornya hanya menggunakan beton cat, tetapi di desain dengan apik. Yang istimewa adalah kubahnya. Konsepnya adalah istana Paus, Vatican. Menggunakan gypsum khusus  / GRC, dengan cat khusus warna tembaga. Itu konsep klasik, walau tidak seprti Vatican yang berwarna ‘off white’.  Bagian dalam kubah, didesain khusus dengan ‘melukis plafond’ seperti di jaman2 abad pertengahan. Banyak terdapat di Eropa, dan semua bangunan lama yg monumental mempunyai plafond yang luar biasa.

1299846558291029554

Proses meng-cat kubah. Kubah tebuat dari GRC / gypsum khusus untuk eksterior. Setelah kubah selesai dibentik dan dipasang, lalu dilapisi cat putih khusus.

12998461751033495964

Setelah itu, beberapa hari setelah cat putih kering, kembali dilapisi cat hitam, untuk dasar warna ‘tembaga / bronze’ yang sudah kami pilih.

12998462231512031696

Beberapa hari kemudian lagi, ketika cat hitam sudah kering, dilapisi warna tembaga / bronze, tetapi hanya tipis2 saja, untuk supaya cat tidak menggumpal. Setelah itu, warna perunggu ditebalkan lagi, sesuai dengan keinginan kita. Begitu berkali2 sampai sama sekali tidak menggumpal.

1299846268198836651

Dan selesailah, bila cat warna perunggu / bronze sudah sesuai dengan team dan owner. Dalam beberapa hari, warna cat ini akan ‘luntur’ karena matahari dan hujan, tetapi nanti cat itu akan bisa ’stabil’ bila maintenancenya bisa dilakukan sesuai dengan yg disarankan oleh supplyer cat. Cat ini dari Italy juga.

12998464261971941447

Selesailah sudah ‘istana kecil’ku dan kami merasa uas, mengerjakan tugas khusus dengan tepat waktu. Kami benar2 girang, walau capai bukan main. Berhari2 menjelang selesai, kami tidak tidur sama sekali dan biasanya kami mengganti hari2 yg kami pergunakan untuk begadang, dengan libur berhari2.

Dari bulan Februari sampai November, kami mendesain dan mendirikan lobby ini. ‘Teamwork’ dan banyak diskusi, membuat kami sadar, bahwa kita harus berada dalam suatu team untuk membangun apa saja. Dengan berada dalam team, akan menjadi kuat dan mantab.

Demikian juga dengan berteman dan berkeluarga. Dengan berteman dan berkeluarga, berarti kita berada dalam 1 team, berarti juga, menjadikan kita kuat untuk kita melangkah menuju masa depan …..

Salamku …..

By Christie Damayanti

Tulisan ini diilhami oleh sahabatku yang menulis tentang Salju di Bulan Juli.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bukti Nyata Power Sosial Media; Jonan, Ahok, …

Prayitno Ramelan | | 23 November 2014 | 10:59

Curhat Kang Emil pada Ko Ahok di …

Posma Siahaan | | 23 November 2014 | 16:12

Akrobat Partai Politik Soal Kenaikan BBM …

Elde | | 22 November 2014 | 21:45

Awal Musim Dingin di Gunung Manin, Daejeon, …

Ony Jamhari | | 23 November 2014 | 11:49

Inilah 3 Pemenang Blog Movement “Aksi …

Kompasiana | | 22 November 2014 | 10:12


TRENDING ARTICLES

Selamat ke Pak Tjip, Elde dan Pakde Kartono …

Pakde Kartono | 11 jam lalu

Kesan-kesan Saya Ikuti Kompasianival 2014, …

Djarwopapua | 19 jam lalu

Catatan Kompasianival 2014: Aksi Untuk …

Achmad Suwefi | 21 jam lalu

Duuuuuh, Jawaban Menteri ini… …

Azis Nizar | 21 November 2014 22:51

Zulkifli Syukur, Siapanya Riedl? …

Fajar Nuryanto | 21 November 2014 22:00


Subscribe and Follow Kompasiana: