Back to Kompasiana
Artikel

Urban

Elpha Ma Dulas

SD Kanisius Gayam III Yogyakarta SMP Pangudi Luhur II Yogyakarta SMA MArsudi Luhur II Yogyakarta SMA Institut selengkapnya

Laris Manis Minuman Keras ” Oplosan ” di Yogyakarta

OPINI | 02 March 2011 | 18:12 Dibaca: 314   Komentar: 2   0

Keputusan Pememrintah dalam rangka kenaikan harga minuman keras “botolan” mendapat berbagai respon dari masyarakat dan memberi dampak yang sangat serius. Dampak yang terjadi lebih terlihat nyata dari sisi negatifnya daripada positifnya. sepertinya keputusan pemerintah dalam menaikan harga minuman keras adalah tindakan yang terburu-buru, dan tidak melihat dampak kedepannya pada masyarakat luas. Sangat diperlukan adanya pengkajian dari pemerintah dalam menangani masalah ini agar tidak terjadi dampak yang lebih “gawat”.

Seperti yang terlihat di kota Yogyakarta, masalah yang timbul sangat mencolok mulai dari maraknya penjual minuman oplosan ( tidak memiliki Depkes ) yang dapat kita jumpai di berbagai sudut kota Yogyakarta. Para penjual ini dapat melenggang bebas dalam melakuakan transaksi jual beli minuman ini karena minimnya kontrol dari pemerintah dalam melakuakan Razia setelah terlaksananya keputusan kenaikan harga MIRAS tersebut.

Padahal sangat jelas terlihat di media massa banyak menayangkan meningkatnya angka kematian di beberapa daerah tidak lain disebabkan karena minuman oplosan yang biasa disebut LAPEN ataupun CIU. Hal tersebut jelas merupakan dampak dari kenaikan harga Miras yang diakui pemerintah ( ijin depkes ) tidak dapat dijangkau lagi oleh masyarakat sehingga masyarakat beralih membeli minuman oplosan dengan harga yang jauh lebih murah tanpa memperhatikan dampak yang akan terjadi pada mereka.

sepertinya ijin penjualan minuman keras juga telah diabaikan pemerintah sehingga penjual minum bebas melakukan transaksi jual beli minuman keras tersebut. alhasil tingkat kriminalitas semakin tinggi dan fatalnya angka kematianpun meningkat tajam.

Untuk itu sangat diperlukan peran pemerintah dalam mengkaji ulang keputusan kenaikan harga miras tersebut dan meningkatkan pengawasan dan razia terhadap penjualan miras tersebut serta memberi solusi yang tepat dalam penaganan ,asalah tersebut untuk meminimalisir dampak fatal yang terjadi….

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Berburu Gaharu di Hutan Perbatasan …

Dodi Mawardi | | 29 November 2014 | 11:18

Justru Boy Sadikin-lah yang Pertama Kali …

Daniel H.t. | | 29 November 2014 | 00:12

Saatnya Regenerasi, Semoga PSSI Tak Lagi …

Rizal Marajo | | 28 November 2014 | 23:28

Kartu Kredit: Perlu atau Tidak? …

Wahyu Indra Sukma | | 29 November 2014 | 05:44

Ikuti Lomba Resensi Buku “Revolusi …

Kompasiana | | 08 November 2014 | 15:08


TRENDING ARTICLES

Ibu Vicky Prasetyo Ancam Telanjang di …

Arief Firhanusa | 4 jam lalu

Pak Jokowi, Dimanakah Kini “Politik …

Rahmad Agus Koto | 5 jam lalu

Ketika Jonru Murka #KJM …

Alan Budiman | 7 jam lalu

Anak Madrasah Juara 1 Olimpiade Indonesia …

Ahmad Imam Satriya | 8 jam lalu

SBY Mulai Iri Kepada Presiden Jokowi? …

Jimmy Haryanto | 12 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: