Back to Kompasiana
Artikel

Urban

Primus74

Seorang pemulung ilmu yang tinggal di SWIS (Sekitar Wilayah Sudiang),Makassar. Penggemar Sepakbola, blogger, peneliti, aktivis selengkapnya

Semarak Peluncuran “Rumata” di Cafe Mama, Makassar

REP | 19 February 2011 | 00:42    Dibaca: 294   Komentar: 6   0

Jumat malam, 18 Februari 2011, suasana Cafe Mama dibilangan Chinatown Makassar ramai dikunjungi kaum muda. Meski beberapa diantaranya bermuka tua. Malam itu, tengah dilangsungkan hajatan peluncuran rumah budaya RUMATA oleh dua orang penggagasnya, Riri Riza dan Lily Yulianti.

Acara peluncuran itu dirangkaikan dengan pameran foto karya Wendy Miller, seorang warga negara Australia yang pernah lama tinggal di Makassar. Wendy bukanlah seorang foografer, namun warga biasa yang gemar mengabadikan fenomena yang tidak biasa yang ia saksikan. Demikian kesaksian Armin Hari, yang bertindak sebagai kurator. Tema pameran foto Wendy, “I Bring Melbourne to Makassar”. Pameran foto ini terlaksana atas kerjasama dengan Persatuan Fotografi Makassar, Federasi Fotografi Sulsel dengan Kace Mama. Pameran foto sendiri akan berlangsung hingga tanggal 28 Februari 2011.

Acara peluncuran rumah budaya RUMATA berlangsung sederhana sambil minum kopi, teh dengan penganan kue serta songkolo bagadang. Peluncurannya diselingi dengan pidato singkat dari masing-masing penggagasnya. Acara berlangsung akrab dipandu oleh Host Luna Vidya yang tak pernah sekalipun senyumnya hilang digemerlap malam itu.

Acara semakin menarik karena musik tunggal nan kocak dari Sese Lawing. Gitar akustik ditangannya dapat berfungsi membetok dawai-dawai gitarnya sekaligus sesekali menjadi alat percusi yang diketok-ketok. Membawakan lagu-lagu Makassar klasik tetapi dengan irama reggae yang penuh energik. Rambutnya yang sebahu bergoyang-goyang mengiringi penampilannya yang memuka. Sesekali tepuk tangan nan riuh dan tawa meledak dari audiens atas kelucuan syair yang dinyanyikannya. Beberapa lagu Makassar klasik yang dibawakannya adalah “Battu Ratema Ri Bulan” dan “Cincing Banca”.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Antara FIFA dan Mimpi Buruk PSSI ? …

Hery | | 30 May 2015 | 09:57

Memaknai Keterbatasan …

Syifa Ann | | 30 May 2015 | 01:59

[Blog Competition] Selfie Moment …

Kompasiana | | 18 May 2015 | 17:04

Dodit Mulyanto dan Kontradiksi Fans …

Andi Kurniawan | | 29 May 2015 | 16:08

Bagikan Cerita Pengalaman Bersepedamu dan …

Kompasiana | | 29 May 2015 | 13:55


TRENDING ARTICLES

Salah Membaca Gestur, Calon Doktor Itu …

Muhammad Armand | 4 jam lalu

Berkat Jokowi Rakyat Indonesia Semakin Kuat …

Stefanus Toni A.k.a... | 5 jam lalu

Jika Ibu Kota Dipindah ke Palangka Raya! …

Jimmy Haryanto | 7 jam lalu

Buku Kontroversial: Akulah Istri Teroris …

Muthiah Alhasany | 7 jam lalu

Blatter Terpilih, PSSI Batal di-Suspend? …

Syukri Muhammad Syu... | 12 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: