Back to Kompasiana
Artikel

Urban

Fariz Falcon

BASED ON STORY: hidup adalah siaran, buku, dan kecup wangi perempuan!

Malam Tahun Baru Dengan Istri Korban KDRT

OPINI | 01 January 2011 | 10:02 Dibaca: 700   Komentar: 1   0

Aku bahkan tak tahu ini malam tahun baru. Kalau pun aku tahu, buat orang introvert seperti aku, malam tahun baru sama saja dengan malam malam yang lalu. Selalu insomenia akut, gelisah, dan tak sabar menunggu pagi tiba.

Aku baru tahu ini malam tahun baru saat aku keluar dari UGD Rumah Sakit Swasta itu, nyaris bertabrakan dengan Perawat yang tergesa mendorong korban tabrakan. Lalu dari orang yang menggerombol di depan UGD, aku baru ngeh malam tahun baru, saat orang itu bilang korban tabrakan saat merayakan Malam Tahun Baru.

Setelah segala urusan Administrasi Kamar Pasien selesai, aku berlari tergesa menuju kamar di mana Ozy, tetanggaku malang, tetanggaku sayang terbaring lemah.

Malam Tahun Baru dan aku berada di sebuah kamar dengan Istri Orang yang juga kekasihku, Ozy. Gadis keturunan Tionghoa dengan wajah cantik aneh, yang sekarang mukanya sudah tak karuan dihajar suaminya. Aku hanya tahu persoalan sampai di sini, karena suatu malam tiba-tiba Ozy mengetuk pintu rumahku saat hujan deras, lalu saat kubuka dia menubruk aku, memeluk dan berkata lemah habis berantem dengan suaminya.

Dugaanku, suaminya tak setuju Ozy bekerja. Awal hubungan Rumah Tangga pasangan baru merid retak ini memang karena masing-masing masih emosi labil. Setiap malam aku mendengar dari kamarku, tetangga depan rumahku itu bertengkar, lalu hubungan Ozy denganku berawal dari ini.

Ozy curhat, Suaminya Anak Mami yang malas dan tak mau kerja. Mungkin karena Maminya punya usaha toko yang sukses hingga suaminya jadi hidup santai. Ozy, sudah beberapa kali ijin ingin kerja tapi tak diijinkan. Ozy malu hidup mereka dibiayai Orang Tua terus. Sementara Suaminya cuek dan santai saja. Lalu persoalan ini menjadi sumbu pertengkaran. Suaminya yang Anak Mami selalu minggat ke rumah orang tuanya usai bertengkar. Saat suaminya pergi itulah, Ozy mengadu semua masalahnya denganku.

Hingga akhirnya hubungan aku dengan Ozy sedekat ini. From Tetangga With Love. Saat suaminya dalam dekapan manja Maminya, Ozy berlabuh dalam pelukanku. Bahkan Kamis siang saja aku dan Ozy barusan berkencan mengantar dia ke Salon karena Januari mau kerja di sebuah Bank.

Jam sebelas malam Ozy sadar dan kata yang terucap pertama adalah, “Fariz…”

Dan aku meraih tangannya. Lalu membisikan aku ada di sampingnya. Ozy menangis tanpa suara. Air matanya membasahi pipi.

“Suamiku marah aku kerja…. Lalu aku dihajarnya…” terbata-bata Ozy berkata.

Benar kan dugaanku. Aku dengan sangat-sangat pelan menghapus air matanya. Takut tisu itu membuat pipinya dan pelipisnya yang lebam biru membuatnya sakit.

“Sudah jangan nangis. Muka sudah jelek nangis! Tambah jelek!” aku mencoba melucu. Karena aku tahu Ozy suka dengan sikap becandaku.

Benar kan, Ozy mencoba tersenyum.

“Apalagi senyum! Tambah jelek!” aku mencandai wanita chines yang sepintas mirip Mey Chan ini. Mukanya memang asli babak belur. Mata kanan membiru, bengkak, bibirnya juga sama, bengkak. Pelipis dan pipi lebam.

“Jangan bilang Papah, yah. Kalau Ozy hancur gini… Papah bisa Jantungan….” Ozy susah payah berkata lagi.

Aku mengangguk. Aku mengelus rambutnya. Sungguh tak percaya, dalam sejarah hidupku aku bisa punya kisah dengan Istri Orang begini. Apalagi dia Chines. Dan di Malam Tahun Baru gini aku berdua dengannya di sebuah kamar Rumah Sakit. Bermalam Tahun Baru dengan Istri Korban KDRT.

Lalu Ozy bertanya kok, bisa sampai terbaring di sini. Aku ceritakan saat malam hujan lebat, Ozy datang ke rumah dengan muka babak belur, lalu tak sadarkan diri dan dengan Taksi kubawa Ozy ke Rumah Sakit.

Tiba-tiba di luar terdengar ramai bunyi mercon. kembang api dan terompet.

“Hah?! Ini Malam Tahun Baru kan, Faris?” tanya Ozy.

“Iya! Dan sekarang sudah Tahun Baru!” aku berbisik pada Ozy. Saat kulihat Ozy mau menangis lagi aku meledeknya lagi, “Eit! Nggak boleh nangis! Jelek tau!”

“Met Tahun Baru, Ozy. Kamu harus punya semangat baru! Semangat baru untuk sembuh, semangat baru untuk bangkit dari keterpurukan ini….” bisik aku ke telinga Ozy lalu pelan mencium keningnya….

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Santri dan Pemuda Gereja Produksi Film …

Purnawan Kristanto | | 22 October 2014 | 23:35

Kontroversi Pertama Presiden Jokowi dan …

Zulfikar Akbar | | 23 October 2014 | 02:00

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Lilin Kompasiana …

Rahab Ganendra | | 22 October 2014 | 20:31

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Singkirkan Imin, Jokowi Pinjam Tangan KPK? …

Mohamadfi Khusaeni | 4 jam lalu

Pembunuhan Bule oleh Istrinya di Bali …

Ifani | 4 jam lalu

Ketua Tim Transisi Mendapat Rapor Merah dari …

Jefri Hidayat | 5 jam lalu

Jokowi, Dengarkan Nasehat Fahri Hamzah! …

Adi Supriadi | 11 jam lalu

Ketika Ruhut Meng-Kick Kwik …

Ali Mustahib Elyas | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Tipe-tipe Tamu Undangan Pernikahan …

Hanindya Wardhani | 8 jam lalu

Maraknya Pelecahan Seksual Terhadap Anak di …

Widia Wati | 8 jam lalu

Pertolongan Kecelakaan yang Tepat …

M. Fachreza Ardiant... | 8 jam lalu

So-SIAL Media: Interaksi tanpa Intonasi …

Zulkifli Taher | 9 jam lalu

Inovasi, Kunci Indonesia Jaya …

Anugrah Balwa | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: