Back to Kompasiana
Artikel

Urban

Kornelius Ginting

yang tertulis akan abadi dan yang terucap akan berlalu bersama angin -”Scripta manet verba volant”. http://gintingkornelius.blogspot.com/ selengkapnya

Motor, Mobil, atau Angkutan Umum Ya…

REP | 25 November 2010 | 13:09 Dibaca: 688   Komentar: 5   3

Mana yang lebih baik, menggunakan kendaraan sendiri, baik roda 2 dan roda 4, dari pada menggunakan fasilitas kendaraan umum yang sudah di sediakan oleh pemerintah. Tanpa saya sadari saya telah mencoba ke tiga hal diatas, menggunakan kendaraan roda 2 dan roda 4 dan kendaraan umum sebagai sarana transportasi ke kantor.

Kelebihan kendaraan roda 2 :

1. Simple, cepat dan lincah (bisa salip sana dan sini terutama untuk motor kecil)

2. Biaya bahan bakar tergolong irit

3. Dapat menampung dua orang (pengendara + penumpang)

Kekurangannya kendaraan roda 2 :

1. Keselamatan tidak terjamin (kendaraan roda 2 rentan jatuh), jika terjadi kecelakaan tingkat kematian sangat tinggi.

2. Pengemudi mudah terserang masuk angin (karena pengemudi dan penumpang bersentuhan langsung dengan alam/angin) meskipun menggunakan rompi atau jaket yang dilapis.

3. Dituntut konsentrasi yang tinggi dari pengendara.

1290689586851711709

mobil pribadi

Kelebihan kendaraan roda 4 :

1. Keamanan dan kenyaman sangat terjamin.

2. Dapat menampung lebih dari 2 orang (minimal 4 – 5 orang)

3. Keselamatan dalam berkendaraan juga terjamin (jika terjadi kecelakaan tingkat kematian lebih kecil dari pada motor)

Kekurangan roda 4 :

1. Butuh ruang untuk memarkirkan kendaraan roda 4.

2. Biaya bahan bakar dan perawatan sangat tinggi.

3. Tidak bisa segesit dan selincah motor jika berada di jalan biasa ataupun ketika terkena macet.

Kelebihan kendaraan umum (Mass Transportation) tidak temasuk taksi :

1. Tidak membutuhkan konsentrasi dalam mengendarai. Kita bisa istirahat atau lihat sekitar.

2. Biasanya cost yang di keluarkan lebih irit dibandingkan menggunakan kendaraan sendiri .

3. Membantu pemerintah dalam mengurangi angka kemacetan.

Kekurangan kendaraan umum (mass Transportation) tidak termasuk taksi :

1. Jarak tempuh jadi lebih lama dan lebih jauh.

2. Tidak dapat mengantarkan persis sampai ke tujuan.

3. Kenyamanan sangat tidak terjamin

· Mesin kendaraan yang selalu tidak dalam kondisi prima

· Banyak pencopet

· Banyak pengamen

· Banyak pengasong

· Dan pemninta – minta

· Bahkan ada yang ketika hujan, air hujannya masuk.

4. Sopir ugal –ugalan

5. Kenek tidak ramah

6. Terkadang terjebak dalam situasi tawuran antar sekolah

7. Sering tidak professional sopir kendaraan umum (suka memindahkan / mengoper penumpang jika sepI)

8. Suka menurunkan dan menaikkan penumpang di sembarang tempat

Sebenarnya saya lebih senang menggunakan kendaraan umum, karena saya tidak dipusingkan dengan biaya perawatan kendaraan dan konsentrasi dalam membawa kendaraan. Sebagai contoh hitungan :

Saya menggunakan motor perlu bensin Rp 10.000 PP / perhari

Perlu konsentrasi tinggi dalam berkendaraan, servis mesin dan oli tiap bulannya Rp 50.000

Mobil saya perlu bensin minimal Rp 50.000 PP

Parkir mobil Rp 5000, perawatan perbulannya Rp 150.000

Sementara kalau angkutan umum :

Ongkos pulang pergi maksimal Rp 30.000 / perhari

Tidak ada biaya perawatan tiap bulannya..

Tetapi meskipun murah menggunakan angkutan umum, banyak fasilitas yang tidak setara dengan ketika kita menggunakan kendaraan pribadi (minimal motor). Malah terkadang keneknya ngomel / ngedumel “udah murah mau fasilitas enak…mana ada… “

Terbayang dunk jika ongkos naik bis Rp  30.000 X 30 hari = Rp 900.000,-

Bisa untuk bayar cicilan motor perbulannya (tipe bebek,) untuk uang muka ambil yang Tanpa DP.

Saat ini banyak orang yang berfikiran demikan, sehingga banyak yang beralih menggunakan kendaraan roda 2. Sementara itu tidak ada niatan dari pengelola kendaraan umum untuk memperbaiki layanan terhadap masyarakat ditambah tidak adanya perhatian dari kementrian terkait untuk melakukan evaluasi secara berkala.

Maka bisa di bayangkan beberapa tahun ke depan, Jakarta sebagai ibukota Negara akan lumpuh total. Jika masalah ini tidak dapat diselesaikan.

Tags: tranportasi

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Fatimah Hutabarat, Derita di Penjara …

Leonardo | | 01 October 2014 | 12:26

Saya Ingin Pilkada Langsung, Tapi Saya Benci …

Maulana Syuhada | | 01 October 2014 | 14:50

BKKBN dan Kompasiana Nangkring Hadir di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 10:37

Ayo Menjadi Peneliti di Dunia Kompasiana …

Felix | | 01 October 2014 | 11:29

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Unik, Sapi Dilelang Secara Online …

Tjiptadinata Effend... | 5 jam lalu

Pemerintahan Jokowi-JK Terancam …

Pan Bhiandra | 7 jam lalu

Demi Demokrasi, Koalisi Jokowi Harus Dukung …

Aqila Muhammad | 7 jam lalu

Tanpa Ibra, PSG Permalukan Barca …

Mike Reyssent | 14 jam lalu

Benefit of Doubt: Perpu dari SBY …

Budiman Tanjung | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

“Happy” Andien Fashionable di La Fayette …

Irvan Sjafari | 10 jam lalu

Perpustakaan adalah Surga …

A Fahrizal Aziz | 10 jam lalu

Tinjauan dari Sisi Lain: Keluarga Pejabat …

Rumahkayu | 10 jam lalu

Memandangmu, Tanpa Kata …

Ryan. S.. | 10 jam lalu

Pilkada Tak Langsung Lebih Baik Daripada …

Anna Muawannah | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: