Back to Kompasiana
Artikel

Urban

Itik Bali

Penginnya sih menjadi penulis. Tetapi ternyata menulis itu gak mudah, lebih sulit dari hanya sekedar selengkapnya

Cerita Tentang Sahabat

OPINI | 30 August 2010 | 02:45 Dibaca: 557   Komentar: 5   0

Sahabat

Sahabat

Saya hanya ingin menulis tentangnya. Sekedar mengingat saja.

Ingin saya menyebutnya sahabat, tapi saya gak tahu apa dia juga menyebut saya sahabat atau sekedar teman karena kami hanya berinteraksi di dunia maya saja, tanpa pernah ketemu, tanpa pernah mendengar suaranya. Sekalipun

Sebelumnya, saya pernah sangat membencinya, hingga saya menghapus semua IDnya. Kemarahan yang memuncak itu membuat saya ingin menghapus apapun tentang dia dari ingatan saya. Tapi ternyata saya tak bisa. Hati saya mengatakan kalau saya salah, saya tak dewasa. Dan pada akhirnya saya memintanya buat jadi teman saya lagi.

Mungkin saya egois, wong ada orang yang mau bahagia kok saya malah menghalangi. Seharusnya saya mendukungnya dan ikut bahagia melihat dia bahagia.

Saya tahu, kemarahan saya tak lebih hanya sekedar perasaan takut karena dia bakalan meninggalkan saya. Saya berpikir bahwa saya tak akan pernah lagi mendapatkan perhatiannya seperti dulu, saya akan kehilangan orang yang mau mendengarkan cerita apa saja dari saya, saya akan kehilangan pendengar setia dari semua bualan saya karena pada dasarnya saya suka bercerita, apa saja.

Dan itu kehilangan yang paling menyakitkan. Lebih menyakitkan ketimbang putus hubungan dengan pacar (mungkin).

Susah lho, buat menemukan seseorang yang bisa diajak ngobrol apa saja tanpa takut salah, tanpa takut tersinggung, tanpa takut berpikiran “one step a head”

Tapi nyatanya apa yang saya pikirkan salah sama sekali. Sampai saat inipun dia gak pernah berubah sikapnya terhadap saya. Masih tetap seperti dulu, berani gila tanpa malu-malu. Gak jaim meski gak terlalu alim.

Saya tahu kok, dibalik sikapnya yang kadang suka aneh dan gokil (baca : cenderung gila) dia adalah lelaki baik yang cukup sopan dan “hard worker”, nyatanya selama saya kenal dengannya, tak pernah satu kalipun dia berkata dan bersikap gak sopan dengan saya.

Kadang saya suka ketawa sendiri baca statusnya yang aneh-aneh di Facebook. Pikir saya, ini orang apa hantu blau sih?

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Membayar Zakat Fitrah di Masjid Turki, …

Gaganawati | | 27 July 2014 | 22:27

Kiat Menikmati Wisata dengan Kapal Sehari …

Tjiptadinata Effend... | | 27 July 2014 | 19:02

Indahnya Perbedaan :Keluarga Saya yang Dapat …

Thomson Cyrus | | 27 July 2014 | 19:45

Ini Rasanya Lima Jam di Bromo …

Tri Lokon | | 27 July 2014 | 21:50

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Temuan KPK: Pemerasaan Pada TKI Capai Rp 325 …

Febrialdi | 26 July 2014 22:14

KPK Lebih Dibutuhkan TKI Ketimbang TNI, …

Fera Nuraini | 26 July 2014 19:21

Taruhan Kali Ini Untuk Jokowi dan Demokrasi …

Hosea Aryo Bimo Wid... | 26 July 2014 19:19

Surat Lebaran untuk Emak …

Akhmad Mukhlis | 26 July 2014 14:40

Daftar Kompasioner yang Berkualitas …

Hendrik Riyanto | 26 July 2014 13:29

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: