Back to Kompasiana
Artikel

Hobi

Fidiawati

Cerita khas emak emak.

No Poo

REP | 16 February 2014 | 14:12 Dibaca: 208   Komentar: 48   16

Rambut saya jelek banget, ketombe, kering dan uban mulai banyak tumbuh uban. Arggggggggghhhhh…….

“Trima saja deh ma, mama kan sudah tua” ledek Key. Arghhhhhhhhhhhh bukannya menghibur nih anak, melihat mamanya yang lebay abis gara gara rambut. Yach beginilah emak-emak, ogah dibilang tua, maunya jadi remaja terus. Padahal sudah realita tiap tahun umur bertambah. Rambut bisa diwarnai sesuka hati, dengan warna kesukaan, burgundy untuk menutupi uban, tapi sampai kapan? Yang akhirnya membuat rambut ini jadi semakin kering dan rusak.

Dan secara tak sengaja saya membaca tentang No Poo ( No Shampoo ) yang berarti tidak memakai shampo saat keramas. Wow !kenapa tak dicoba saja? Kalau berhasil bagus, jika jelek ya berhenti. Itung itung mengurangi jatah bulanan untuk membeli shampoo sekalian belajar lebih mencintai lingkungan dengan tidak menggunakan chemical dan botol plastik. Okeh, saya mencari info di mbah gugle, bagaimana berhenti memakai shampoo. Sebenarnya mudah saja langkah untuk memulainya. Dan ini yang paling simple:

1. Mengganti shampoo dengan baking soda dan cuka apel

Caranya dengan menambahkan 1 – 2 sdt baking soda dan tambahkan air sedikit demi sedikit sampai larut dan tidak lengket. Usapkan ke kulit kepala, pijat pelan pelan. Bilas dengan air.

Selanjutnya untuk conditioner tambahkan cuka apel. Komposisinya 2 sendok makan cuka apel di tambahkan dengan satu gelas air. Usapkan ke rambut tunggu barang 2 – 5 menit sambil dipijat pijat, bilas dengan air. Karena saya tidak punya cuka apel, sebagai gantinya saya ganti dengan campuran perasan lemon.

2. Keramas dengan air saja tanpa shampoo, baking soda atau cuka apel.

Sangat simple dilakukan, bila cuaca sangat panas sekali sedangkan waktu sangat mepet, tidak bisa berlama lama mandi. Okelah hal ini sesekali dilakukan.

Bagaimana hasilnya? Sudah sebulan terakhir ini saya melakukan No Poo, hasilnya ketombe hilang, hanya saja rambut masih terlihat lepek dan berminyak. Saya masih positive thingking, dan masih mau melanjutkan untuk No Poo. Oh Mungkin rambutnya masih beradaptasi.

Untuk mencari perbandingan, saya juga mencoba keramas dengan urang-aring. Reaksi pertama saya melihat wujud asli tanaman urang aring adalah shock, bagaimana tidak rumput yang banyak tumbuh di pinggir jalan yang selama ini saya abaikan, ternyata memiliki banyak khasiat salah satunya untuk menyuburkan rambut.Oalah ini Tho Urang Aring, Indonesia memang kaya dan saya semakin ingin tahu tanaman apa lagi yang bermanfaat untuk menjaga kecantikan wanita.

13925345372091782872

13925345691810134509

Untungnya di depan rumah ada lahan kosong, dan disitu banyak sekali tumbuh tanaman urang aring. Tinggak kita petik dan remas remas didalam air. Hasilnya airnya akan menjadi hijau tua dan bisa digunakan untuk keramas. Kalau bisa diembunkan semalam. Tapi karena saya pelupa, ya langsung pakai saja. Hasilnya lebih bagus daripada pakai baking soda.

Ini saja dulu..nanti akan saya ceritakan lagi…bagaimana kisah No poo ini:)

Note:

Photo punya dewe

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Memotret Kinerja Warga Kubangwungan …

Roselina Tjiptadina... | | 21 December 2014 | 22:08

Kejutan Tingkah Polah Remaja di Lokasi …

Dhanang Dhave | | 22 December 2014 | 11:47

Rimba Beton dalam Labirin Kota …

Ratih Purnamasari | | 22 December 2014 | 11:25

Drama Proyek Jembatan Linggamas …

Kandar Tjakrawerdaj... | | 22 December 2014 | 12:32

Ayo Tulis Ceritamu untuk Indonesia Sehat! …

Kompasiana | | 25 November 2014 | 21:46


TRENDING ARTICLES

Evan Dimas, Tengoklah Chanathip ‘Messi …

Achmad Suwefi | 5 jam lalu

Ibu Melemparku ke Tiga Benua …

Sunaryoadhiatmoko | 8 jam lalu

Hari Ibu Selow Aja …

Ifani | 9 jam lalu

Gol Telat Skrtel, Bawa Liverpool Imbangi …

Achmad Suwefi | 16 jam lalu

Karena Gede Pasek, SBY Akan Terus Berjaya …

Giri Lumakto | 17 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: