Back to Kompasiana
Artikel

Hobi

Henri Nurcahyo

Menulis apa saja, sepanjang memungkinkan. Lebih lengkap tentang saya, sila klik: http://henrinurcahyo.wordpress.com

Jangan Remehkan Bonsai Kelas Regional

REP | 12 September 2013 | 01:19 Dibaca: 423   Komentar: 0   0

13789233141243644755

Waru, koleksi Rudi HW, Jakarta

Catatan Henri Nurcahyo

Sebutan “Regional” itu memang membingungkan. Makna kata “regional” itu sendiri berarti sebuah wilayah, tetapi dalam aturan bonsai PPBI bahwa yang dimaksud Kelas Regional adalah “bonsai yang belum pernah ikut pameran atau kontes”. Sementara sebutan kelas di atasnya adalah Madya, Utama dan Bintang. Dengan demikian, bonsai yang termasuk dalam kelas ini tidak berarti kualitasnya dibawah kelas di atasnya. Bisa jadi malah bonsai kelas regional justru lebih bagus.

13789234071698181809

R-98, Anting Putri, koleksi Jozi, Jakarta

Dalam pameran nasional “Harmoni Bonsai Bogor 2013” yang berlangsung di halaman bekas kantor kabupaten Bogor (Bogor Trade World) 28 Agustus – 7 September, peserta pameran kelas regional malah menunjukkan kualitasnya. Seandainya beberapa bonsai berkualitas itu diadu di kelas di atasnya, dipastikan menyabet penghargaan sebagai bonsai terbaik. Kelas Regional itu sendiri diikuti oleh 115 bonsai, kelas Madya 41 bonsai, kelas Utama 24 bonsai, sementara kelas Prospek diikuti 21 bonsai. Sebagaimana diketahui, sebetulnya sebutan kelas Prospek ini belum diakui dalam penjurian PPBI, namun biasanya panitia membutuhkan uang pendaftarannya untuk menambah biaya operasional.

13789234641581729178

R-107, Hokiantea, koleksi Iwan, Depok

Bonsai terbaik (Best in Show) kelas Regional dalam pameran ini misalnya, adalah bonsai Waru koleksi Rudi Hw dari Jakarta (R-87). Bonsai berukuran XL ini terlihat kekar, kondisinya yang gundul justru memperlihatkan training perantingan yang bagus. Meskipun sebagian masih nampak ada kawat yang melilit. Sementara ada juga bekas potongan cabang yang belum tertutup sempurna. Satu hal yang layak diapresiasi dari bonsai berkarakter ini adalah berasal dari pohon lokal.

Dari kolektor yang sama, salah satu bonsainya lagi juga berhasil masuk 10 besar, yaitu Kimeng (R-88). Penampilan bonsai ini terlihat unik karena memperlihatkan akar-akarnya yang telanjang dan sebagian memeluk batu fosil yang berdiri. Lagi-lagi Rudy menampilkannya dalam kondisi gundul. Sementara Anting Putri koleksi Jozi (R-98) yang berhasil menyabet Utama Best in Size sepertinya kurang mendapatan perhatian soal tatakannya. Untuk bonsai ukuran small seperti itu seharusnya mendapat tatakan yang tinggi sehingga untuk dapat menikmati keindahannya tidak harus membungkuk terlalu rendah, bahkan bisa jadi harus jongkok.

1378923536852078510

R-86, Jeruk Kingkit, koleksi Gunawan Wibisono, Semarang

Bonsai Jeruk Kingkit (R-86) koleksi Gunawan, Semarang, yang juga masuk 10 besar sepertinya terlalu rimbun daunnya sehingga menyulitkan melihat perantingannya. Barangkali di sinilah perbedaan antara bonsai dan tanaman hias. Sebab dalam bonsai faktor perantingan menjadi penting diperlihatkan untuk mengetahui kematangan trainingnya. Itu sebabnya ada yang sengaja menggunduli semua daunnya. Sementara dalam tanaman hias, yang enting adalah kesuburan dan rimbun.

Daftar lengkap 10 (Sepuluh) Bonsai Terbaik kelas Regional:
R-87, Waru, koleksi Rudi Hw, Jakarta (Best in Show)
R-98, Anting Putri, koleksi Jozi, Jakarta (Utama Best in Size)
R-107, Hokiantea, koleksi Iwan, Depok, (Regional Best in Size)
R-06, Hokiantea, koleksi H. Sarno Kosasih, Semarang
R-10, Bougenville, koleksi Suroso Sumoprawiro, Jakarta
R-52, Hokiantea, koleksi Gafuraningsyah, Bekasi
R-53, Kimeng, koleksi Haryanto, Jakarta
R-88, Kimeng, koleksi Rudi Hw, Jakarta
R-85, Mustam, koleksi Haryanto, Jakarta
R-86, Jeruk Kingkit, koleksi Gunawan Wibisono, Semarang. (hn)

Artikel bonsai lainnya, silakan klik: http://jelajahbonsai.blogspot.com/

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jokowi Ogah Ditinggal Relawan …

Nurul | | 23 August 2014 | 17:17

Badan Pegal di Raja Ampat, Sentuh Saja …

Dhanang Dhave | | 23 August 2014 | 12:10

Gebrakan Trio Jokowi-AHOK-Abraham Samad = …

Den Bhaghoese | | 23 August 2014 | 11:37

“Pah, Sekarang Mamah Lebih Melek Politik …

Djoel | | 23 August 2014 | 18:00

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58


TRENDING ARTICLES

Dilema Makan Nasi Dalam Bakul …

Giri Lumakto | 4 jam lalu

“Ahok Si Macan Putih dari …

Pakfigo Saja | 5 jam lalu

Kacaunya Pagelaran Ulang Tahun RCTI ke-25 …

Samandayu | 5 jam lalu

Febriana Wanita Indonesia Jadi Bintang dalam …

Tjiptadinata Effend... | 6 jam lalu

Pilpres: Beda Prabowo & Megawati …

Mania Telo | 12 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: