Back to Kompasiana
Artikel

Hobi

Risdyaweni

hidup itu seperti puzzle…atau episode dalam naskah drama. Tuhan dalangnya, manusia wayangnya.. www.risdyaweni.blogspot.com selengkapnya

Love Bird: Makin Mahal dengan Keunikan Warna Bulu

REP | 20 April 2013 | 20:38 Dibaca: 1580   Komentar: 0   0

1366463877159244729

love bird

Awalnya, ketika saya tahu binatang kecil ini bernama ‘Love Bird’ dan teman saya dengan cermat merawat bayi dari love bird, saya pikir ada mitos tertentu dengan memelihara burung jenis ini. Ternyata, pasangan suami-istri yang bertempat di malang ini, memelihara karena berpotensi bagus untuk dibudidayakan dan dijual. Sepasang Love Bird indukan mereka beli dengan harga Rp 2 juta. Anakan yang sudah mandiri (berumur sekitar 3 bulan) bisa dijual dengan harga Rp 500 ribu.

Kebetulan teman saya punya toko di Malang, yang menjual beberapa binatang seperti ayam bangkok, burung kenari, juga love bird ini, dan berbagai perlengkapan dan pakan. Saya penasaran dengan nama ‘love bird’, apakah menarik karena memiliki kepercayaan khusus, seperti tentang jodoh atau hubungan cinta yang langgeng, atau sejenisnya. Ternyata burung dengan bulu warna warni ini tidak memiliki mitos ataupun kepercayaan seperti namanya. Namun, love bird selalu dijual berpasang-pasangan. Umumnya orang tertarik dengan warna bulunya. Ada susunan warna bulu di tubuhnya, seperti biru, putih, hitam dan hijau, coklat, kuning. Ada istilah ‘kacamata’, dan ini menambah nilai jual. Yaitu warna putih yang mengelilingi bola mata atau warna bulu yang unik di sekitar bola mata. Pasangan ini ditempatkan dalam sangkar besi berukuran sekitar 30×20x20 cm dengan box kecil tertutup di dalam sangkar sebagai tempat bertelur sang betina.

Pada usia remaja, mereka akan ‘dijodohkan’ atau dipasangkan. Pada usia 8 bulan, love bird siap untuk menghasilkan keturunan. Menjadi kendala dan bisa menyebabkan kematian, karena seringkali posisi telur dan kesulitan proses bertelur bisa membuat love bird betina mati. Ketika telur menetas, ada juga love bird yang tega memakan anaknya. Mungkin cara yang mudah adalah memisahkan dan memberi makan manual untuk bayi love bird.

Pasangan love bird tidak selalu memiliki warna yang serupa atau sama. Jantan berwarna biru, betina bisa berwarna hijau. Nnntinya akan mempengaruhi warna dari keturunannya, tetapi umumnya bukan warna perpaduan melainkan warna induk betina atau jantan yang lebih dominan.

Love Bird tetap peliharaan yang unik dan cukup menarik menghiasi pekarangan karena warna-warninya cerah dan indah. Selain itu, love bird selalu berpasangan dalam satu sangkar yang umumnya terbuat dari besi dan berhiaskan lambang ‘love’.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pemuda Papua Unjuk Kreativitas Seni ‘Papua …

Viktor Krenak | | 28 November 2014 | 11:45

Dari (Catatan Harian) Kompasiana ke (Sudut …

Lizz | | 28 November 2014 | 16:22

Terpana Danau Duma …

Lukman Salendra | | 28 November 2014 | 12:25

Senangnya Terpilih Menjadi Host Moderator …

Edrida Pulungan | | 28 November 2014 | 13:43

Ayo Tulis Ceritamu untuk Indonesia Sehat! …

Kompasiana | | 25 November 2014 | 21:46


TRENDING ARTICLES

Kongkalikong Dokter dengan Perusahaan Obat …

Wahyu Triasmara | 3 jam lalu

Lagu Anak Kita yang Merupakan Plagiat …

Gustaaf Kusno | 7 jam lalu

Edisi Khusus: Kompas 100 Halaman dalam …

Tubagus Encep | 7 jam lalu

Ahok Narsis di Puncak Keseruan Acara …

Seneng Utami | 8 jam lalu

Tamu Negara Suguhin Singkong Rebus …

Ifani | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Pas dan Cerdas! Gelar Kompasianival di TMMI …

Teguh Hariawan | 7 jam lalu

Gara-gara Tidak Punya ‘Kartu Emas’, Mak …

Adjat R. Sudradjat | 7 jam lalu

Filipina Terlalu Waras untuk Menang versus …

Joko Siswonov | 8 jam lalu

Sakit …

Katedrarajawen | 8 jam lalu

1 Desember, Hari Keramat untuk Papua? …

Evha Uaga | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: