Back to Kompasiana
Artikel

Hobi

demi masa depan, demi semua

Keliling Dunia dengan Cara Hitchhiker

REP | 10 April 2013 | 22:35 Dibaca: 161   Komentar: 0   0

Tak dapat dipungkiri, keinginan serta tekat yang kuat, dapat membuat seseorang mampu melakukan sesuatu yang kebanyakan orang menganggapnya tidak mungkin, atau konyol.

Namun Ardi Anas Amrullah,  pria kelahiran Nusa Tenggara Barat, 11 Juni 1988 silam ini, ingin membuktikan, bahwa sebuah tekat yang ia miliki,  akan membawanya mengelilingi  dunia.

Dengan modal uang Rp 50 ribu, pria yang masih tercatat duduk sebagai mahasiswa Universitas BSI Bandung ini, memulai mimpinya untuk melintasi lima benua, dengan cara Hitchhiker traveling, atau melakukan perjalanan jauh dengan modal nebeng.

Perjalan yang dilepas langsung oleh pimpinan kampus BSI Bandung pada 18 Maret lalu, kini langkahnya telah sampai di Kota Jambi. Rencana perjalanan panjang tersebut akan memakan waktu selama 270 hari.

Sebuah tas sandang dengan ukuran cukup besar, menjadi tempatnya menyimpan keperluan selama perjalanan. Saat ditanya terkait bagaimana untuk dapat bertahan dengan uang Rp 50 ribu, ia mengaku bertahan dari solidaritas masyarakat yang ia temui di jalanan.

Sebenarnya pria nekat ini ingin melakukan aksi ini dengan menggunakan sepeda, namun karena kekurangan dana dan tidak mampu membeli sepeda, hal itupun urung, dan akan tetap berjalan kaki, sampai nanti mungkin ia akan mendapatkan sepeda dari bantuan orang yang mendukung misinya di perjalanan.

Menurut rencana, ia akan melalui 24 negara VOA, yang diawali dengan keliling Asean, untuk mencari stempel visa negara asean, dan melanjutkan ke wilayah Asia, eropa, afrika, alaska, dan target akhir perjalanan tersebut di australia.

“Saya mau kejar stempel visa dulu di negara-negara Asean, dengan stempel visa tersebut, akan mempermudah saya untuk masuk ke wilayah eropa, terutama untuk memasuki negara yang tidak boleh menggunakan visa kedatangan, seperti Iran dan India,” tuturnya kepada Tribun saat ditemui di sekretariat Mapala Siginjai, Rabu (3/4).

Aksi ektrem pria ini, juga mendapat dukungan Kementrian Luar Negeri, dengan melakukan pemberitahuan kepada KBRI di setiap negara yang akan dilalui.

” Itu modal lain yang saya miliki, jadi KBRI disetiap negara sudah diberitahun jika ada warga negara Indonesia yang melakukan Hitchhiker traveling,” tukasnya.

Tujuan dari misi besarnya tersebut, cukup sederhana, ia ingin membuat jalur baru bersepeda jarak jauh, serta memperkenalkan budaya indonesia di setiap negara yang akan dilalui.

“Selain itu, tujuan akhir saya dalam pejalanan ini, adalah dengan membukukannya dalam satu catatan,” tuturrnya.

Pria ini menargetkan di bulan ke sembilan perjalanannya esok, ia sudah dapat menyelesaikan misi dengan mencapai garis Finis, di Australia.

Menurutnya, di Dunia aksi yang sama, hanya pernah dilalukan oleh beberapa orang saja. Sementara di Indonesia sendiri, jika misi besar ini berhasil diselesaikan, maka ia akan menjadi orang pertama yang melakukannya

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | | 25 October 2014 | 14:51

Kompasiana Nangkring Special di Balikpapan …

Bambang Herlandi | | 25 October 2014 | 13:44

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 3 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 4 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 5 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 6 jam lalu

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

ATM Susu …

Gaganawati | 7 jam lalu

Perjamuan Akhir di Bali …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 8 jam lalu

Gayatri Dwi Wailissa, Anggota BIN yang Gugur …

Opa Jappy | 8 jam lalu

Belajar Ngomong:”Mulutmu …

Wahyu Hidayanto | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: