Back to Kompasiana
Artikel

Hobi

Wulandari

*kerumitan manusia itu tidak ada taranya di muka bumi, dia lebih rumit dari makhluk apa selengkapnya

Strobist, [Berbagi] Ga Akan Rugi

REP | 24 March 2013 | 07:50 Dibaca: 372   Komentar: 0   0

Salah bila kita mengaku Expert tapi ga mau berbagi, salah bila kita mengaku pandai tapi kita ga mau berbagi, karena pada dasarnya ilmu itu selalu berkembang. Berbagi ga akan rugi, malah ia menjadi bermanfaat.
Hari ini teman-teman DKV Unindra pecinta fotografi berkunjung ke komunitas Strobist yaitu “Strobe Me If You Can”, sebuah komunitas strobist yang bertempat di daerah Tanjung Barat Jakarta Selatan. Komunitas yang dipimpin oleh pak Bowo ini sudah memiliki 6 angkatan (sedang berjalan), dimana setiap angkatan maksimal hanya boleh terdiri dari 10 orang.

1364060202324988918

berbagi ga bikin rugi (foto: wulan)

Hari ini kami belajar bersama kak Singgih, Kak Fikar dan Kak Varhan mengenai tehnik lighting, yaitu Rembrant, Split dan butterfly. Sebelumnya kami dikenalkan terlebih dahulu mengenai apa itu stobist. Strobist adalah teknik memotret dengan menggunakan flash secara off kamera, artinya posisi si flash diletakkan tidak di badan kamera (kecuali utk trigger). setelah itu kami dijelaskan sekilas mengenai mengapa muncul strobist movement, hal ini dikarenakan salah satunya adalah bagaimana kita bisa memotret tanpa perlu membawa banyak lampu yang berukuran besar, akhirnya muncullah strobist. sebelum praktek tehnik lighting, kami dijelaskan mengenai teori dan akhirnya hal yang ditunngu-tunggu pun tiba, kami mempraktekkan tiga tehnik tadi, yaitu rembrant, split dan butterfly. Teknik rembrant adalah teknik lighting yang cirinya terdapat cahaya berbentuk segitiga di area bawah mata. Tehnik ini dibuat dengan meletakkan lampu pada posisi angka 4 atau 5 atau 7 atau 8 (patokan jam yang berbentuk lingkaran), dengan posisi objek ditengah-tengah, dan kamera berada di angka 6. Kemudian teknik Split, yaitu tehnik yang menghasilkan sebuah foto yang setengahnya gelap, setengahnya lagi terang. Cara membuatnya yaitu dengan meletakkan satu buah lampu tepat di samping objek foto. Dan terakhir adalah butterfly, yaitu cirinya adalah terbentuk bayangan menyerupai kupu-kupu di bawah hidung. Cara membuatnya yaitu dengan meletakkan lampu tepat di depan dan di tengah-tengah dari objek foto.

136406029232624682

praktek membuat efek rembrant (foto: Dewi)

Selain belajar mengenai 3 teknik tadi, kami juga diperlihatkan beberapa hasil karya lighting modifier buatan komunitas “Strobe Me If You Can”, diantaranya ada filter, snoot, soft box strip, payung reflektor dan lain sebagainya.
Berbagi memang ga rugi, jstru ketika ilmu itu bermanfaat bagi orang banyak maka akan membawa berkah. Uniknya di komunitas “Strobe Me If You Can” ini bagi siswa yang sudah lulus, diwajibkan lagi mengajari minimal 3 orang, artinya di sini ilmu yang dimiliki jangan hanya untuk diri sendiri, tetapi harus disebarkan ke yang lain.
Selamat berbagi, semoga makin berlimpah, berkah dan bermanfaat.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bangsa Tiongkok Besar karena Budaya Literasi …

Eko Prasetyo | | 01 March 2015 | 20:35

Kisah Sedih Sepiring Nasi …

Mira Marsellia | | 01 March 2015 | 18:32

“Joyride” Murah Meriah di Museum …

Yusticia Arif | | 01 March 2015 | 13:49

Bale Woro, Ruang Tunggu Unik di RSUD …

Mawan Sidarta | | 01 March 2015 | 19:02

Kompasiana - SKK Migas-Kontraktor KKS Blog …

Kompasiana | | 14 February 2015 | 13:45


TRENDING ARTICLES

Sejuta “Ahok” Lagi Akan Lahir …

Tjiptadinata Effend... | 3 jam lalu

Congor, Akal dan Iman Ahok …

Gan Pradana | 7 jam lalu

Calon-calon Pesakitan KPK Kasus Dana Siluman …

Salman | 10 jam lalu

Komplotan Begal DPRD …

Irham Rajasa | 10 jam lalu

Beraninya Pak Ahok …

Kamaruddin Mustari | 10 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: