Back to Kompasiana
Artikel

Hobi

Mirza Fida

Ordinary people

Game Online

OPINI | 14 March 2013 | 14:50 Dibaca: 303   Komentar: 0   0

FPS

Game online adalah sebuah permainan yang dimainkan dalam jaringan. Menggunakan komputer pribadi atau konsol video game. Jaringan ini biasa disebut internet. Game itu sendiri adalah sebuah bentuk permainan yang diciptakan oleh seseorang atau sebuah perusahaan developer yang diimplementasikan kedalam sebuah jaringan global. Permainan online atau biasa disebut game online memiliki banyak komunitas yang kuat diantara sesama pemain dalam sebuah game itu sendiri. Komunitas yang sebenarnya tidak bisa dianggap remeh. Game online ini sebenarnya memang ditujukan untuk multiplayer yang ingin bermain secara live (langsung) dengan banyak orang sekaligus. Keadaan ini yang dapat membuat kehidupan dari game online itu sendiri berjalan dengan baik. Lalu apa yang menjadi keuntungan bagi penyedia layanan game online?… Nah itu adalah sebuah pertanyaan yang cukup menarik. Kira-kira darimana kah biaya operasional sebuah perusahaan penyedia game online, atau biasa kita sebut publisher game online?

Melepaskan penat dari kegiatan kita sehari-hari adalah sebuah hal yang wajar. Dalam artian kita dapat beristirahat sejenak atau mungkin meluangkan waktu kita untuk bermain game online. Komputer dan Internet sekarang sepertinya menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat Indonesia saat ini. Hanya dengan Uang sejumlah 5 juta rupiah, kita sudah mendapatkan komputer baru dengan spesifikasi yang sudah diatas rata-rata. Berikutnya adalah koneksi Internet. Banyak sekali iklan di media cetak atau elektronik yang menggembor-gemborkan Internet murah, hanya dengan 5 ribu rupiah kita dapat mengakses Internet tanpa batas selama 24jam penuh. Waw, benar-benar murah bukan?

Langkah berikutnya adalah software dari game online itu sendiri. Berbeda jika kita hanya bermain game online di browser Internet kita sendiri, seperti game Facebook, game-game tersebut tidak membutuhkan software pendukung layaknya game online yang akan kita bahas ini. Lalu dari manakah kita mendapatkan software pendukung untuk bermain game online? Yup, biasanya mbah google yang dapat menjawab semuanya. Tinggal ketik judul game online itu pada mesin pencari google dan, tadaaa.. Kalian sudah dapat melihat website dari penyedia layanan game online itu sendiri. Dari situ kita bisa mengunduh atau bahasa inggrisnya, download sebuah software game online, atau biasa kita sebut sebagai Client game online.

Setelah itu, kita bisa memulai menginstall permainan yang sudah kita download tersebut. Client game online biasanya memilki size atau ukuran file lumayan besar, dari 500 MB sampai dengan 5,000 MB atau bisa disebut 5 GB. Kadang kendala dari jaringan Internet kita sendiri tidak sanggup untuk mengunduh data sebanyak itu, biasanya kita dapat mendatangi kantor atau agen-agen dari penyedia layanan game online tersebut. Dari situ kita bisa meminta DVD installer secara gratis.

Game Online terdiri dari berbagai macam tipe permainan, seperti dibawah ini:

  1. Role-playing/ MMORPG (Massively multiplayer online role-playing game)
  2. First-person shooter (FPS)
  3. Real-time strategy (RTS)
  4. Turn-based strategy (TBS)
  5. Simulations
  6. Sports
  7. Racing
  8. Casual
  9. Music/Rhythm
  10. Social

Banyaknya tipe jenis permainan membuat pemain atau player game online dapat memilih dari genre kesukaannya masing-masing. Di indonesia saat ini genre yang paling disukai adalah genre FPS dan MMORPG. Dimana, kita dapat berperan menjadi orang lain yang memilki banyak keahlian dan skill didalam game. Genre permainan ini memang sangat populer dikalangan anak-anak dan orang dewasa, banyak dari mereka malah melupakan kegiatan kesehariannya akibat bermain game yang menyebabkan addicted ini. Sebagai seorang manusia yang diberikan akal sehat, kita harus smart dan pintar membagi waktu dimana kita harus beristirahat, sekolah, kuliah, bahkan bekerja sehari-hari.

Game Online ini pun dibagi menjadi 2 macam layanan dari publishernya masing-masing. Rata-rata publisher game online di indonesia adalah Free To Play alias gratis. Tapi banyak juga publisher luar yang menetapkan Pay to Play alias berbayar setiap bulannya untuk bisa bergabung dalam permainan mereka. Tentunya layanan berbayar akan memberikan banyak keuntungan dengan layanan yang lebih baik dari pada layanan gratisan. Kembali lagi kepertanyaan awal, bagaimana biaya operasional dan profit yang dihasilkan dari publisher game online? Jika perusahaan itu sudah menetapkan Pay to Play, mereka tidak perlu pusing-pusing lagi untuk mendapatkan profit setiap bulannya, lalu bagaimana dengan Free To Play? Yup, biasanya profit atau keuntungan yang mereka dapat berasal dari Item/barang-barang di dalam game untuk mendukung karakter yang dimainkan oleh seorang pemain atau player. Item atau barang-barang tersebut tentunya dijual dalam mata uang yang berbeda dari pada mata uang yang kita gunakan sehari-hari. Publisher game biasanya menyebutnya dengan Cash. Ya, Cash ini biasanya dibeli dengan rupiah, sebagai contoh. Voucher 1,000 cash dijual dengan harga 10,000 rupiah. Setelah kita berhasil login kedalam website kita dapat memasukkan kode voucher tersebut agar cash tersebut bisa masuk kedalam game yang ingin kita mainkan. Setelah itu dengan 1,000 cash, kita dapat membeli berbagai macam perlengkapan item atau barang-barang yang mendukung karakter kita dalam permainan. Dari sinilah publisher game online mendapatkan keuntungan atau profitnya.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Belajar Tertib Anak-anak Jepang di Taman …

Weedy Koshino | | 01 September 2014 | 14:02

Karet Loom Bands Picu Kanker …

Isti | | 01 September 2014 | 20:48

Manajemen Pergerakan dan Arah Perjuangan …

Jamesallan Rarung | | 01 September 2014 | 22:12

Florence …

Rahab Ganendra | | 01 September 2014 | 19:09

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 13:48


TRENDING ARTICLES

Ratu Atut [Hanya] Divonis 4 Tahun Penjara! …

Mike Reyssent | 9 jam lalu

Benarkah Soimah Walk Out di IMB Akibat …

Teguh Hariawan | 10 jam lalu

Kisah Nyata “Orang Vietnam Jadi …

Tjiptadinata Effend... | 12 jam lalu

Pak Jokowi, Saya Jenuh Bernegara …

Felix | 15 jam lalu

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

V2 a.k.a Voynich Virus (Part 21) …

Ando Ajo | 9 jam lalu

Koalisi Merah Putih di Ujung Tanduk …

Galaxi2014 | 10 jam lalu

Pemuda Solusi Terbaik Bangsa …

Novri Naldi | 11 jam lalu

Rasa Yang Dipergilirkan …

Den Bhaghoese | 11 jam lalu

Kisah Rhoma Irama “Penjaga …

Asep Rizal | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: