Back to Kompasiana
Artikel

Hobi

Bert Toar Polii

Saya adalah penggemar olahraga bridge yang sangat fanatik dan ingin berbagi tentang berbagai kelebihan dan selengkapnya

Weak Two dan Lebensol

REP | 09 January 2013 | 19:48 Dibaca: 120   Komentar: 0   0

Weak Two dan Lebensol

Oleh : Bert Toar Polii

Saat ini sejumlah teori dalam permainan bridge telah mengalami perkembangan yang sangat pesat.                  Saat pembukaan Weak Two muncul, pembukaan ini disertai aturan-aturan yang sangat mengikat, misalnya suit harus bagus, tidak boleh ada dua Ace (dua Quick trick), tidak boleh ada side-suit, minimal 6 kartu dll. Kini,  para pemain sudah melepaskan diri dari keterikatan akan aturan-aturan diatas.

Mari kita lihat beberapa contoh dari suatu session latihan pasangan:

Papan no. 1


Utara buka weak-two dengan pegangan:

S J82

H Q109654

D K96

C 5

Papan no. 6

Timur buka weak two dengan pegangan

S J109862

H K52

D J10

C A4

Papan no. 17

Dua pemain selatan buka weak two dengan pegangan

S 93

H AJ974

D KQ8

C 1072

Apa yang harus kita lakukan, sejalan perkembangan diatas? Tentu saja setiap pasangan yang akan membina partnership harus melengkapi dengan defensive bidding untuk mengatasinya. Salah satu defensive bidding yang sangat populer adalah Lebenshol.


Tanpa penangkal yang tepat, hanyalah kerugian yang akan kita dapat. Sebagai contoh adalah papan no. 1, ada beberapa pasangan yang gagal mencapai kontrak terbaik 6NT karena lawan buka weak two. Dari 5 pemain yang buka weak two, hanya 2 pasangan yang mampu bid 6NT.

Cara pemakaian Lebenshol

(2M)    Dbl       (Pass) Pass                Penalty

Bid level 2       Sign off

Bid 2NT           Partner harus bid 3C

Bid Suit level3Natural, Forcing

Cue-bid           Ada 4 kartu M yang lain, tidak ada Stopper diwarna lawan, Forcing game.

3NT                 Tidak ada stopper dan 4 kartu M yang lain.



(2M)    Dbl       (Pass) Bid 2NT           Partner harus bid 3C

Pass     3C      (Pass)  Bid suit            Natural, Non Forcing, kecuali 3S jika lawan buka 2H INV.

Cuebid             Ada stopper dan ada 4 kartu M yang lain

3NT                  Ada stopper tapi tidak ada 4 kartu M yang lain.

Kelemahan sistim ini, dengan pegangan invitational (11-12 HCP) kita harus menentukan langsung bid game atau tidak. Karena kelemahan ini maka muncul konvensi yang bernama Rubenshol.

Kembali kepapan no 1.

SJ82

H Q109654

D K96

C 5

S Q63                                     S AK109

H J3                                        H AK2

D 1072                                                D AQ4

C AKQ72                                C 1098

S 754

H 87

D J853

C J643

Sayang sekali, masih beberapa pemain salah memainkan papan ini.

1 Pasangan  main 6 NT mati 3

1 Pasangan  main 7 NT mati 1

3 Pasangan main 6NT bikin

1 Pasangan main 3NT +3

Jika bermain secara benar maka seharusnya declarer mampu meraih 13 trik. Caranya, menang lead H dengan A, main CAK, ketangan dengan SK kemudian potong Club (terima kasih untuk angka 7 dimeja). Trik selanjutnya adalah trik yang sangat menentukan. Jika declarer main SA kemudian SQ dan mengetahui Spade terbagi rata maka dengan mudah declarer akan meraih 13 trik dengan potong Diamond.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Suasana Jalan Thamrin Jakarta Pagi Ini …

Teberatu | | 20 October 2014 | 08:00

Eks Petinggi GAM Soal Pemerintahan Jokowi …

Zulfikar Akbar | | 20 October 2014 | 07:46

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Harapan kepada SBY Lebih Besar Dibanding …

Eddy Mesakh | | 20 October 2014 | 09:48

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Ramalan Musni Umar Pak Jokowi RI 1 Jadi …

Musni Umar | 4 jam lalu

Jokowi Dilantik, Pendukungnya Dapat Apa? …

Ellen Maringka | 4 jam lalu

Ucapan “Makasih SBY “Jadi …

Febrialdi | 11 jam lalu

Jokowi (Berusaha) Melepaskan Diri dari …

Thamrin Dahlan | 18 jam lalu

Lebih Awal Satu Menit Tak Boleh Masuk Ruang …

Gaganawati | 19 jam lalu


HIGHLIGHT

Antara Sinetron dan Novelnya …

Mauliah Mulkin | 7 jam lalu

Keheningan Ceruk Airmata Ratu Ibu Bangkalan …

Husni Anshori | 7 jam lalu

[Cermin] Tentang Keimanan …

Taswin Munier | 7 jam lalu

Jokowi dan Tukul Arwana: Muka Ndeso Rejeki …

Herulono Murtopo | 8 jam lalu

Mengunjungi Candi Sukuh dan Candi Cetho di …

G T | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: