Back to Kompasiana
Artikel

Hobi

Otoko Mae

Seorang pemuda yang menatap masa depan bangsa

Ternyata Botol Bekas Bisa jadi Cangkir/Gelas

REP | 08 November 2012 | 13:25 Dibaca: 2417   Komentar: 8   0

Botol bekas ada dimana-mana. Di rumah saya banyak yang tak terpakai. Biasanya oleh Ibu dijual sama pemulung, namun karena harganya tak seberapa jadi malas menjualnya lagi dan menumpuk.

Tadi pagi seorang teman main ke rumah dengan maksud meminjam amplas. Saya tanya untuk apa, dia jawab untuk menghaluskan gelas hasil daur ulang dari botol bekas. Penasaran, setelah memberi apa yang dia minta, lalu saya pun ikut main ke rumahnya.

Sesampai di rumahnya terlihat beberapa gelas yang belum sempurna. Menurut dia bibir gelas yang masih tajam dihaluskan dahulu pakai amplas, pabila akan digunakan tidak melukai sewaktu meminum. Oleh teman saya tadi diperlihatkannya Cangkir yang telah jadi. Sangat bangus, mirip dengan gelas yang dijual di pasar-pasar.

Bahan yang digunakan untuk membuat Cangkir ini adalah Botol bekas. Teman saya ini hanya membuat dari botol bekas Syrup, karena botol tersebut besar dan mudah memotongnya. Kalau botol bekas yang kecil kacanya tebal, jadi sulit untuk memotongnya.

Bagaimana cara memotongnya?
Terlebih dahulu batas botol yang hendak di potong di garis melingkari botol pakai spidol. Lalu digores dengan mengikuti garis yang dispidol tadi pakai pisau pemotong kaca, tak usah terlalu dalam sih, karena pakai tangan saja bisa dipatahkan. Agak perlu pakai tenaga sedikit, karena keras.
Setelah botol terbelah, bibir botol yang jadi gelas masih tajam-tajam, bisa melukai mulut ketika hendak dipakai minum, jadi perlu dihaluskan. Menghaluskannya pakai dua amplas, yaitu amplas kasar dan halus.

Proses pertama setelah botol terbelah dihaluskan pakai Amplas kasar. Harus hati-hati nanti terluka. Gosok perlahan-lahan bibir gelas dengan mengikuti irama permukaan. Sesekali bentuk sudut permukaan ketika mengamplas.

Setelah dirasa halus dan permukaan bibir gelas telah rata, mulailah dengan Finishing. Proses akhir dengan memakai amplas halus. Gosok hingga halus sekali. Raba pakai jari ujung gelas, setelah dirasa sudah aman dan tidak tajam lagi, cuci gelas sampai bersih dan gelas siap dipergunakan.

Teman saya cuma sekedar iseng, untuk mengisi waktu, dari pada bengong saja, mending berkreatifitas yang menghasilkan. Hasil daur ulang botol bekas tersebut hanya digunakan di rumahnya saja, artinya tidak dijual.

Kalaupun mau di jual pun harganya tak seberapa, tapi lebih gede dari botol yang belum jadi.

Minum kopi di pagi hari rasanya memang lebih nikmat kalau pakai gelas buatan sendiri. Atau buat kalian yang malas ke dapur untuk mencuci gelas, dengan hasil gelas buatan sendiri membuat anda jadi rajin mencuci gelas. Bisa jadi menambah nilai plus bagi orang tua atau mertua.

Sekian.

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kiprah Ibu-ibu Masyarakat Biasa di Tangerang …

Ngesti Setyo Moerni | | 27 November 2014 | 07:38

Jakarta Street Food Festival: Ketika Kuliner …

Sutiono | | 27 November 2014 | 11:06

Tulis Ceritamu Membangun Percaya Diri Lewat …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 14:07

Peningkatan Ketahanan Air Minum di DKI …

Humas Pam Jaya | | 27 November 2014 | 10:30

Tulis Aspirasi dan Inspirasi Aktif Bergerak …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Aplikasi Penguras Baterai Android dan Cara …

Ide Digital Bring I... | 1 jam lalu

Petisi Pembubaran DPR Ditandatangani 6646 …

Daniel Ferdinand | 5 jam lalu

Senyum dan Air Mata Airin Wajah Masa Depan …

Sang Pujangga | 6 jam lalu

Timnas Lagi-lagi Terkapar, Siapa yang Jadi …

Adjat R. Sudradjat | 7 jam lalu

Presiden Kita Bonek dan Backpacker …

Alan Budiman | 7 jam lalu


HIGHLIGHT

Dipertanyakan Molornya Pembangunan Dermaga …

Mahaji Noesa | 8 jam lalu

Malunya Tuh Disini (Tepok Jidat) …

Atin Inayatin | 8 jam lalu

Abdi Negara dan Gaya Hidup Sederhana …

Dhita Mona | 8 jam lalu

Kau, Aku, Angin …

Wahyu Saptorini Ber... | 8 jam lalu

Wisata Alam Sejarah Klasik Goa Selomangleng …

Siwi Sang | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: