Back to Kompasiana
Artikel

Hobi

Otoko Mae

Seorang pemuda yang menatap masa depan bangsa

Ternyata Botol Bekas Bisa jadi Cangkir/Gelas

REP | 08 November 2012 | 13:25 Dibaca: 2382   Komentar: 8   0

Botol bekas ada dimana-mana. Di rumah saya banyak yang tak terpakai. Biasanya oleh Ibu dijual sama pemulung, namun karena harganya tak seberapa jadi malas menjualnya lagi dan menumpuk.

Tadi pagi seorang teman main ke rumah dengan maksud meminjam amplas. Saya tanya untuk apa, dia jawab untuk menghaluskan gelas hasil daur ulang dari botol bekas. Penasaran, setelah memberi apa yang dia minta, lalu saya pun ikut main ke rumahnya.

Sesampai di rumahnya terlihat beberapa gelas yang belum sempurna. Menurut dia bibir gelas yang masih tajam dihaluskan dahulu pakai amplas, pabila akan digunakan tidak melukai sewaktu meminum. Oleh teman saya tadi diperlihatkannya Cangkir yang telah jadi. Sangat bangus, mirip dengan gelas yang dijual di pasar-pasar.

Bahan yang digunakan untuk membuat Cangkir ini adalah Botol bekas. Teman saya ini hanya membuat dari botol bekas Syrup, karena botol tersebut besar dan mudah memotongnya. Kalau botol bekas yang kecil kacanya tebal, jadi sulit untuk memotongnya.

Bagaimana cara memotongnya?
Terlebih dahulu batas botol yang hendak di potong di garis melingkari botol pakai spidol. Lalu digores dengan mengikuti garis yang dispidol tadi pakai pisau pemotong kaca, tak usah terlalu dalam sih, karena pakai tangan saja bisa dipatahkan. Agak perlu pakai tenaga sedikit, karena keras.
Setelah botol terbelah, bibir botol yang jadi gelas masih tajam-tajam, bisa melukai mulut ketika hendak dipakai minum, jadi perlu dihaluskan. Menghaluskannya pakai dua amplas, yaitu amplas kasar dan halus.

Proses pertama setelah botol terbelah dihaluskan pakai Amplas kasar. Harus hati-hati nanti terluka. Gosok perlahan-lahan bibir gelas dengan mengikuti irama permukaan. Sesekali bentuk sudut permukaan ketika mengamplas.

Setelah dirasa halus dan permukaan bibir gelas telah rata, mulailah dengan Finishing. Proses akhir dengan memakai amplas halus. Gosok hingga halus sekali. Raba pakai jari ujung gelas, setelah dirasa sudah aman dan tidak tajam lagi, cuci gelas sampai bersih dan gelas siap dipergunakan.

Teman saya cuma sekedar iseng, untuk mengisi waktu, dari pada bengong saja, mending berkreatifitas yang menghasilkan. Hasil daur ulang botol bekas tersebut hanya digunakan di rumahnya saja, artinya tidak dijual.

Kalaupun mau di jual pun harganya tak seberapa, tapi lebih gede dari botol yang belum jadi.

Minum kopi di pagi hari rasanya memang lebih nikmat kalau pakai gelas buatan sendiri. Atau buat kalian yang malas ke dapur untuk mencuci gelas, dengan hasil gelas buatan sendiri membuat anda jadi rajin mencuci gelas. Bisa jadi menambah nilai plus bagi orang tua atau mertua.

Sekian.

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Santri dan Pemuda Gereja Produksi Film …

Purnawan Kristanto | | 22 October 2014 | 23:35

Kontroversi Pertama Presiden Jokowi dan …

Zulfikar Akbar | | 23 October 2014 | 02:00

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Lilin Kompasiana …

Rahab Ganendra | | 22 October 2014 | 20:31

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Ketua Tim Transisi Mendapat Rapor Merah dari …

Jefri Hidayat | 2 jam lalu

Jokowi, Dengarkan Nasehat Fahri Hamzah! …

Adi Supriadi | 8 jam lalu

Ketika Ruhut Meng-Kick Kwik …

Ali Mustahib Elyas | 12 jam lalu

Antrian di Serobot, Piye Perasaanmu Jal? …

Goezfadli | 12 jam lalu

Mengapa Saya Berkolaborasi Puisi …

Dinda Pertiwi | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

UU di Jadikan Pajangan …

Nurma Syaidah | 7 jam lalu

Tetap Semangat Saat Melakukan Perjalanan …

Vikram - | 7 jam lalu

Cas, Cis, Cus Inggris-Ria, Pedagang Asong di …

Imam Muhayat | 7 jam lalu

Libatkan KPK Strategi Jokowi Tolak Titipan …

Ninoy N Karundeng | 7 jam lalu

Aku dan Siswaku …

Triniel Hapsari | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: