Back to Kompasiana
Artikel

Hobi

Sona Putra

Saya seorang mahasiswa di jurusan pendidikan bahasa dan sastra indonesia universitas pendidikan ganesha singaraja, Bali

Apa Itu Perangko???

REP | 24 March 2012 | 02:13 Dibaca: 258   Komentar: 0   1

Buk ajari saya nulis surat, itulah kata yang saya ujarkan kepada ibu saya karena besok pagi saya mendapatkan mata peajaran bahasa indonesia. Ibu saya cuma tersenyum dan akhirnya beliau melanjutkan pekerjaannya tanpa mengatakan sepatah kata pun.  Karena tidak ada respon saya pun cuma bisa cemberut sembari menatap kedua mata ibu saya, Sore harinya saya menonton salah satu acara anak-anak di  salah satu stasiun tv swasta.  Dalam acara itu banyak sekali terlihat anak-anak yang menggenggam sebuah benda berbentuk kotak kecil  lalu menempelkan benda itu pada selembar kartu. Saking penasarannya saya berusaha tuk bertanya pada teman sepermainan saya benda apakah yang ditempelkan pada kartu post itu, dia pun tak menjawab hanya geleng-geleng kepala.

Hari ini ada  satu pertanyaan yang benar-benar mengganjal kepala saya, yaitu benda apakah itu yang bentuknya seperti kotak dan diatasnya ada gambar warna-warni? Hemm saya benar-benar ingin tahu benda apa itu. Keesokan harinya saya ingat mendapatkan mata pelajaran bahasa Indonesia. Dalam pelajaran itu saya disuruh tuk berlatih menulis sebuah surat, memang agak sulit menulis sebuah surat, tapi dengan kerja keras akhirnya saya bisa juga menyelesaikannya. Ibu  Agung, nama guru bahasa Indonesia saya menyuruh kita untuk menempelkan sebuah perangko pada surat yang kita buat. Pertanyaanpun mulai muncul lagi dalam otak saya ” Apa itu perangko?” akhirnya saya pun memberanikan diri tuk bertanya pada guru bahasa Indonesia saya itu, dan saya masih ingat benar kata-kata yang saya ucapkan kala itu ” Buk Guru apa itu perangko, apakah perangko itu sama dengan pensil atau kertas tulis?” itulah pertanyaan yang saya layangkan waktu itu. Sontak mendengar pertanyaan saya itu teman-teman saya yang lainnya tertawa terbahak-bahak, sampai-sampai ada juga yang memukul meja saking gelinya mendengar pertanyaan saya itu. Jujur waktu itu saya benar-benar sedih melihat ekspresi teman-teman saya saat itu, dalam pikiran saya emangnya salah ya kalau kita bertanya tentang sesuatu yang kita belum tahu. Untunglah Ibu guru saya memberikan penjelasan kepada saya tentang perangko itu. Sejak saat itulah ada keinginan di dalam benak saya untuk mencari tahu tentang perangko dan hal-hal yang berkaitan dengannya.

Sampai pernah waktu ini saking ingin tahunya tentang perangko, saya pernah mencegat pak post yang lewat di depan rumah saya. Pak post itu terlihat bingung melihat saya tiba-tiba mencegatnya, tapi karena rasa ingin tahu saya yang luar biasa tentang perangko saat itu, akhirnya tanpa izin saya mengambil beberapa surat yang ada di balik tasnya. Di sanalah saya melihat secara langsung apa itu perangko, ternyata perangko itu beraneka ragam jenisnya dan gambarnya juga beda-beda. Mungkin karena pak post itu tahu keinginan saya akhirnya beliaupun memberikan saya satu buah perangko kecil berwarna merah. Saking senangnnya perangko itu saya cium-cium dan setiap malam perangko itu selalu menemani saya tidur. Keesokan harinya saya bangun terlambat, saya terburu-buru untuk pergi ke sekolah, untunglah  saya tidak terlambat masuk ke sekolah. Pas bel istirahat saya mengumpulkan beberapa teman-teman saya yang dulunya pernah mentertawai saya. Di sana saya bertanya pada mereka emangnya kalian pernah lihat perangako secara  langsung, itulah pertanyaan yang saya layangkan pada mereka.

Mendengar pertanyaan saya itu  teman-teman saya kontan terdiam, mereka cuma tertunduk lesu. Di sana saya mengambil kesimpulan bahwa teman-teman saya itu cuma tau istilah perangko saja, tanpa pernah melihat langung yang bagaimana yang disebut perangko. Akhirnya saya pun memperlihatkan perangko yang saya dapatkan dari pak pos. Walhasil teman-teman saya kaget, dan tertunduk malu karena pernah menertawai saya waktu itu. Sejak saat itulah saya mulai mengumpulkan perangko satu per satu sampai-sampai koleksi perangko saya hampir mencapai 1000 lembar perangko, tapi sayangnya sekarang semuanya sudah lenyap gara-gara adik saya tanpa sengaja menyalakan api dekat koleksi perangko-perangko saya, walhasil semua koleksi perangko saya yang sudah saya kumpulkan selama beberapa tahun ini semuanya musnah. Saya benar-benar sedih melihat kejadian itu,samapai-sampai saya tidak mau makan gara-gara koleksi perangko saya itu musnah menjadi abu. Tapi seiring berjalannya waktu beberapa bulan berikutnya saya pun terus mulai mengumpulkan perangko satu per satu lagi, ya memang perangko yang saya koleksi sekarang ini tidak begitu banyak, tapi yang jelas bagi saya perangko adalah sebuah benda yang sangat unik, gara-gara perangko itulah saya mulai mengenal istilah filateli yaitu orang yang hobinya mengoleksi perangko dan benda-benda pos lainnya.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Masril Koto Bantah Pemberitaan di …

Muhammad Ridwan | | 23 September 2014 | 20:25

Tanggapan Rhenaldi Kasali lewat Twitter …

Febrialdi | | 23 September 2014 | 20:40

“Tom and Jerry” Memang Layak …

Irvan Sjafari | | 23 September 2014 | 21:26

Kota Istanbul Wajib Dikunjungi setelah Tanah …

Ita Dk | | 23 September 2014 | 15:34

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Join dengan Pacar, Siswi SMA Ini Tanpa Dosa …

Arief Firhanusa | 8 jam lalu

Soal 4 x 6, Saat Matematika SD Diperkosa …

Giri Lumakto | 11 jam lalu

Mendikbud Akhirnya Tegur Guru Matematika …

Erwin Alwazir | 11 jam lalu

Pak Menteri, Tolong Hentikan Nyiksa Anak SD …

Prabu Bolodowo | 11 jam lalu

Tidak Lulus Skripsi, Mahasiswa Kampus X …

Lely Nur Azizah | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Kutu pada Hewan Peliharaan?? Perlukah …

Dokterhewan Indo | 8 jam lalu

Nap a Latte untuk Produktivitas …

Andreas Prasadja | 8 jam lalu

Logika 4×6 = 6×4, Apa Bedanya …

Agung Budi Santoso | 8 jam lalu

Kurikulum 2013, Obat Manjur Bikin Anak …

Sinta Dewi R | 8 jam lalu

Smartfren Andromax C2, Teman Pintar yang Ga …

Rio Sitohang | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: