Back to Kompasiana
Artikel

Hobi

Christie Damayanti

Just a stroke survivor & cancer survivor, architect, 'urban and city planner', traveller, also as selengkapnya

‘King Carl Gustaf XVI’ : Selamat Datang di Indonesia

REP | 31 January 2012 | 05:52 Dibaca: 373   Komentar: 9   3

By Christie Damayanti

13279888562078988572

hellomagazine.com

Aku baca Kompas cetak pagi ini, Selasa 31 Januari 2012. Dikatakan, bahwa King Carl Gustaf XVI akan datang berkunjung ke Indonesia, ke Jakarta dan Yogyakarta. Beliau akan berdiskusi dengan Presiden SBY dalam hal kepramukaan, ekonomi serta tentang lingkungan. (Kompas,30/1).

Aku tersenyum. Pikiranku melayang, mengingat masa lalu ketika aku masih duduk kelas 5 SD. Waktu itu, aku sedang senang2nya berkorespondensi dengan sahabat pena serta dengan pembesar2 negara ( lihat tulisanku Bermula dari Sahabat Pena, Aku ‘Berteman’ dengan Para Pembesar Banyak Negara , Lima Sekawan, Imajinasi Masa Kecilku : ‘Berkelana’ dengan Membaca dan Menulis Surat , ‘Persahabatanku’ dengan Mickey Mouse : Kekuatan Mimpi dan  Kenanganku Terhadap Putri Diana Lewat Balasan Suratku ….. ), dan diantaranya, adalah Raja Carl Gustaf XVI, serta istrinya, Ratu Silvia.

Ya, Raja Carl Gustaf XVI adalah seorang raja dari Kerajaan Swedia. Beliau lahir di Solna tanggal 30 April 1946, adalah Putra Mahkota dari Pangeran Gustaf Adolf yang hidup dari tahun 1906 sampai 1947, dengan ibunya yaitu Putri Sibylla ( 1908 - 1972 ). Raja Carl Gustaf sendiri naik tahta pada 15 September 1973, setelah kakeknya meninggal dunia. (Wikipedia).

Masa kecil Carl, hidupnya tidak terlalu bahagia. Carl tumbuh tidak dengan pribadi ayahnya karena ayahnya meninggal dalam sebuah kecelakaan pesawat di Copenhagen, Denmark tanggal 26 Januari 1947 sewaktu Carl baru berumur 9 bulan, dan berada dalam garis pewaris tahta di belakang kakeknya.

Dengan masa kecil tanpa tahu ayahnya, Carl tumbuh menjadi pewaris tahta yang tidak ‘terpedulikan’ kehidupannya sebagai seorang anak yang sudah tidak punya ayah lagi ( dahulu ibunya serta pengadilan Kerajaan Swedia yang keras, tidak mempertimbangkan kebutuhan emosianal sebagai seorang anak ), sehingga di dalam hampir semua pidatonya, Carl sering menunjukkan perasaannya. Belum lagi jika Carl diwawancarai ……

Carl sudah berusah berusia 7 tahun ketika dia diberitahukan bahwa ayahnya sudah meninggal, sehingga Carl berusaha untuk mengatasi keadaan emosi dirinya karena tidak mempunyai ayah dan tidak memiliki memori sama sekali tentang ayah dan keluarganya. Bisa dibayangkan, ketika kita tidak tahu sama sekali tentng keluarga kita ( dalam hal ini adalah ayahnya ), pasti kita akan ‘mencari’ jati diri kita untuk mengisi kekosongan diri kita …..

Di keluarganya, Carl adalah pria yang memiliki hobi pramuka atau kegiatan penjelajahan serta memiliki koleksi mobil cepat dan mewah. Carl menikah dengan Ratu Silvia dan sudah menikah lebih dari 30 tahun, mereka menjadi contoh di Swedia sebagai pasangan yg perniahannya berbahagia. Tetapi dalam buku biografinya yang berjudul “The Reluctant Monarch” yang terjual hingga 20 ribu kopi pada hari petama, Swedia tersentak dengan cerita mengenai kehidupan rahasia Carl, yang selalu berusaha menutup skandal itu selama bertahun2, sehingga tak ada berita memalukan yang beredar dan melibatkan namanya.

Ckckck ….. sejak dulu aku memang suka dentan kehidupan keluarga kerajaan Eropa, sehingga aku selalu mengirimkan surat untuk mereka dengan harapan mendapat foto dan tanda tangan mereka di atasnya.

13279888991963303960

13279889271574300668

1327988947527654962

Raja muda Carl Gustaf XVI pada tahun 1982, ketika Carl membalas suratku seaktu aku masih duduk di kelas 5 SD …..

Dan aku mendapatkan lebih dari 20 balasan surat dari Raja dan Ratu Eropa, dari lebih 80 surat yang aku terima balasannya, termasuk Raja Carl Gustaf XVI dan Ratu Silvia.

Dari fotonya yang sekitar tahun 1982, memang terlihat sebuah foto dari seorang raja muda yang tampan, dan di wajahnya tidak ada tanda2 sebagai raja yang tidak bahagia hidupnya, apalagi dengan skandal2 yang melibatkan dirinya. Apalagi, dengan tulisan tangan sekretaris mereka,  mereka membalas suratku kepada mereka, waktu itu aku pikir Raja Carl dan Ratu Silvia merupakan pasangan dan keluarga bahagia dari sebuah kerajaan di Eropa ….. dan aku ingat langsung teringat tentang legenda dan dongeng Putri Cinderella …..

13279889811251144198

13279890032119843141

13279890211685534295

Ratu Silvia, juga pada tahun 1982. Coba perhatikan, kalung yang dipakai dulu, sama dengan kalung yang dipakai sekarang, dimana biasanya perhiasan2 keluarga kerejaan Eropa adalah perhiasan turun temurun sampai sekarang …..

Kehidupan keluarga kerajaan Eropa memang banyak yang dihiasi dengan ‘kehidupan rahasia’ mereka. Tetapi apapun yang terjadi dengan kehidupan mereka, aku tetap melihatnya sebagai kehidupan dari negeri dongeng. Sampai sekarang, aku tetap melihatnya demikian.

Seperti Kerajaan Swedia, adalah sebuah kerajaan di Eropa dengan negara dan kota yang merupakan impianku untuk terus bisa belajar dan mencari tahu dalam penataan kota. Bukan hanya kerajaan Swedia, tetapi semua kerajaan di Eropa adalah impianku untuk  mengamati dan mempelajari tentang tata kotanya. Dan masing2 kepala negaranya tetap bisa menjadikan negara dan kota2nya sebagai tempat untuk hidup yang nyaman, aman serta sejahtera …..

Berita tentang berkunjungnya Raja Carl Gustaf XVI di Kompas hari ini, membuat aku mulai lagi untuk lebih berharap untuk bisa melakukan apa yang aku inginkan dalam hidupku. Impianku masih sama, yaitu untuk tetap terus ‘mengabdikan’ hdupku dalam mengamati dan mempelajari ‘urban dan city planning’ kota2 dunia, serta tetap melakukan hobiku dalam keterbatasanku …..

Inilah seorang salah satu raja di kerajaan Eropa, sebagai gambaran kesempurnaan monarki abad ke-21 …..

Selamat datang, Raja Carl Gustaf XVI ….. nikmatilah negeri kami, Indonesia kita tercinta …..

Salamku …..

Profil | Tulisan Lainnya

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pengalaman Masa Kecil Membuat Ahok Jadi …

Hendra Wardhana | | 23 November 2014 | 22:44

Gonzales, ‘Kartu Truf’ Timnas …

Achmad Suwefi | | 24 November 2014 | 09:32

Jaringan Buruh Migran Indonesia di Hong Kong …

Ida Royani | | 24 November 2014 | 05:47

Penerbitan Sertifikat Keahlian Pelaut (COP) …

Daniel Ferdinand | | 24 November 2014 | 06:23

Olahraga-olahraga Udara yang Bikin Ketagihan …

Dhika Rizkia | | 11 November 2014 | 13:41


TRENDING ARTICLES

Putra Presiden Konsumsi Babi …

Muhammad Armand | 4 jam lalu

Musni Umar: Bunuh Diri Lengserkan Presiden …

Musni Umar | 8 jam lalu

Baru 24 Tahun, Sudah Dua Kali Juara Dunia! …

Jimmy Haryanto | 10 jam lalu

Momentum Pencabutan Subsidi BBM, Memicu Dua …

Dwi Hartanto | 10 jam lalu

Hebohnya yang Photo Bareng Pak Ahok di …

Fey Down | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Catatan Kompasianival: Lebih dari Sekadar …

Ratih Purnamasari | 7 jam lalu

Komitmen Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca …

Ervina Dwi Indrawat... | 8 jam lalu

Butuh Rahma Azhari untuk Bekuk Filipina? …

Arief Firhanusa | 8 jam lalu

Di Papua 1 Desember Akan Diperingati Hari …

Albert Giay | 8 jam lalu

Revolusi dari Desa: Jangan Ada Lagi Tikus …

Wicahyanti Pratiti | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: