Artikel

Hobi

Helikopterku Rusak!


REP | 29 December 2011 | 23:39 Dibaca: 132   Komentar: 6   1 dari 1 Kompasianer menilai inspiratif

1325176330867836048Saya punya helikopter bertenaga listrik. Mainan tentu saja, hadiah  dari anak-istri tercinta untuk ulang tahun saya yang ke 58 beberapa mingu yang lalu. Anak-anak tahu masa kecil saya kurang gembira (tapi bahagia), dan sampai saat ini saya tidak punya hobi yang heboh. Waktu luang saya hanya untuk melukis dan membaca. Akhir-akhir ini bertambah dengan menulis dan membaca Kompasiana.

Selagi aktif bekerja, tak ada waktu untuk hobi. Sekarang, sebagai pensiunan dengan penghasilan tidak jelas, jelas hobi tidak boleh menghabiskan banyak biaya.

Tapi anak-anak ini tahu ayahnya senang dengan mesin yang bisa terbang, tak terkecuali mainan. Dulu, semasa kuliah, pernah ikut kelompok aeromodeling.

Shuang Ma 9116 adalah model terbaru helikopter mainan dari grup Double Horse, Cina, yang saya dapatkan dari mereka.

Ini adalah mainan dengan teknologi yang lumayan tinggi. Radio control-nya digital penuh, setiap fungsi dapat diprogram. Radio penerimanya juga sama, dengan teknologi servo miniatur.

Servo adalah pengendali dengan umpan balik negatif, sehingga hasilnya sesuai dengan yang dikehendaki.13254834711174277079Dalam ranah aeromodeling, servo adalah alat penggerak yang persentasi gerakannya sesuai, atau proporsional,  dengan persentasi gerak tuas pengendali. Maksudnya, kalau saya gerakkan tuas kemudi pada radio-control sebanyak 20%, maka servo akan menggerakkan kemudi pesawat saya juga dengan 20%. Di bangku kuliah ini adalah bagian dari pelajaran sistem pengaturan atau sistem kendali, dimana saya cuma dapat nilai D dua semester berturut-turut. Saya tidak menguasai polinomial, persamaan diferensial dan bilangan kompleks. Padahal teori pengendalian isinya ya itu. Teori yang rumit ini sekarang diterapkan dengan sukses pada mainan, pada skala mikro pula.

Pada helikopter saya ada empat servo. Dua servo sepenuhnya elektronik (tidak menghasilkan gerakan mekanis), yakni untuk mengendalikan motor baling-baling utama dan motor baling-baling ekor. Keluarannya adalah tegangan untuk motor-motor itu. Dua servo lagi keluarannya adalah rotasi tuas untuk menggerakkan swash plate baling-baling utama. Dua servo mekanis ini bekerja sama dalam melaksanakan  perintah untuk terbang ke depan, ke belakang, ke kiri, ke kanan, atau kombinasinya. Kalau kedua servo mendorong ke atas, maka helikopter terbang ke depan. Bila keduanya menarik ke bawah, pesawat terbang mundur. Kalau yang kiri menarik ke bawah, sedangkan yang kanan mendorong ke atas, pesawat bergerak ke kiri. Kalau yang sebaliknya terjadi, pesawat terbang ke kanan.  Seberapa banyak menarik dan mendorong akan menentukan kemana pesawat anda akan terbang (atau jatuh).

Helikopter mainan saya ini hampir seperti helikopter sungguhan dalam soal pengendalian. Jadi ketika pada hari ke lima, hari ke dua saya boleh mulai menerbangkan helikopter ini 10 cm dari permukaan lantai, dan helikopter selalu meluncur ke kanan, saya merasa mulai  ada yang tidak beres dengan helikopter ini. (Saya mengikuti program pelatihan pilot helikopter mainan yang diunduh anak perempuan saya dari internet).

Perlu diketahui, batere helikopter hanya bertahan selama 10 menit. Setelah itu harus diisi ulang. Itupun sebelum mengisi ulang harus menunggu dulu 30 menit, supaya batere mendingin, supaya tidak cepat rusak. Mengisi ulang memerlukan waktu 30 menit. Menurut petunjuk yang dicetak anak saya, selama 10 periode yang masing-masing cuma 10 menit itu, saya hanya boleh memutar baling-baling utama kira-kira 50%,  dan mengendalikan helikopter yang tidak terbang (cuma hampir terbang) ini tetap berada dalam kotak  40×40 cm2, dan tetap menghadap ke satu arah. Dalam tiga hari saya berhasil melalui tahap ini dengan baik. Kebetulan lantai keramik di rumah saya ukurannya 40×40 cm2.  Pada hari ke empat, saya mulai terbang 10 cm. (Beberapa kali pesawat meloncat sampai 60 cm, lalu karena panik langsung saya matikan, dan pesawat terjerembab).

Pengamatan lebih lanjut menemukan kenyataan bahwa servo sebelah kiri tidak bekerja. Diam saja. Tidak menarik kebawah, tidak mendorong ke atas.

Saya tidak tahu dari mana anak-anak saya membeli helikopter ini, dan apakah ada jaminan atau garansinya. Kemungkinan besar yang memesan atau membeli heli ini adalah anak laki-laki saya yang sudah kembali ke Balikpapan. Mengingat ini mainan, dan mainan dengan resiko (kecelakaan) yang tinggi dan intensitas beban tinggi pada komponennya (motor listrik sebesar ibu jari tapi dayanya 50 watt), rasanya memberikan garansi bukan hal yang baik bagi pabrik atau tokonya. Saya harus cari sendiri gantinya.

Tapi, sebelum itu, sebaiknya saya bongkar dulu.

13251710171132543125

Servo Mikro Shuang Ma 9116

Ukurannya boleh dibilang mikro, 20mm x8 mmx18 mm. Setelah dua baut kecil dibuka, maka saya dapati di dalamnya motor listrik mikro (berbentuk silinder diameter 7 mm, panjang 13 mm),  rangkaian dekoder, susunan roda gigi, dan potensiometer umpan balik. Tuas keluaran adalah kepanjangan sumbu potensiometer ini.

Tak ada identitas apapun, di luar maupun di dalam. IC pada dekoder juga tak bertuliskan apa-apa.

Saya melakukan pengukuran pada keluaran dekoder, yang menjadi sumber daya bagi motor mikro itu. Waktu tuas radio control saya gerakkan, tegangannya berbalik arah bila tuas saya gerakkan ke arah yang berlawanan. Jadi dekodernya OK, tapi motornya macet. Saya tak berniat membongkar motor mikro ini, cuma buang-buang waktu dan tak akan bisa diperbaiki.

Perburuan servo dimulai.

Saya kabari anak saya di Balikpapan mengenai nasib helikopter saya. Ia bilang belinya di Kaskus, dan nama serta nomor HP penjualnya diberikan kepada saya.

Saya sms penjualnya:”Servo Shuang Ma 9116, ada?”

Jawabnya, “Ada, 95 rb”.

“Berapa omgkos kirimnya dan gimana bayarnya?”

“Ongkir 9000, transfer ke ……, kirim alamat penerima”.

Saya transfer Rp. 104000, dan saya sms alamat rumah saya.

Sejam kemudian saya terima sms:”Maaf, pak, barang habis. Kemana saya refund?”

“Saya bisa menunggu, kapan kira-kira ada?”

“Akan lama sekali, pak”.

“Kenapa?”

“Pabrik belum bisa kirim”.

Akhirnya saya kirim nomor rekening saya untuk refund. Sejam kemudian uang saya kembali.

Sumber dalam negeri tidak berhasil, saya mengarah ke luar negeri. China-Toy-Wholesale.com di Hongkong mengaku bisa mengirim servo yang saya inginkan dalam 24 jam, US$ 17,- bebas ongkos kirim. Saya ikuti prosedur pembelian, bank saya menelpon untuk konfirmasi apakah  betul ada transaksi 17 dolar, saya jawab iya. Tiga minggu berlalu, kiriman tak datang juga. Saya tanya lewat email, tak ada respons.

13251733981116642999Saya beralih ke Kanada, Draganfly.com. Produknya untuk Futaba, dan tidak dinyatakan cocok untuk Shuang Ma 9116, tetapi bentuknya saya lihat mirip, dan ukurannya sama, sekalipun warnanya biru. Yang asli warnanya hitam. Cuma US$11, plus US$ 5.9 ongkos kirim. Saya bertransaksi lagi, mendapat konfirmasi melalui email, sekaligus apologi bahwa order saya tidak bisa di-track, karena pengirimannya pake pos.

Sudah tiga transaksi, dan saya masih penasaran. Kembali ke dalam negeri, mainanremote.com. Tak ada servo untuk 9116, tapi ada untk 9104. Spesifikasi tidak menunjukkan ukuran, tetapi kelihatannya mirip. Saya order lewat internet, dan saya transfer Rp. 90000,- sesuai harga yang tertera. Ada balasan, bahwa kurang ongkos kirim Rp. 7000. Saya transfer lagi.

Besoknya ada kurir datang mengantarkan kotak kardus kecil dari mainanremote.com. Luar biasa. One day delivery.

Saya tahu ukurannya gak cocok. Kalau perlu helinya nanti saya modifikasi. Yang penting dicoba saja dulu. Konektornya sama, bahkan warna kabelnya sama (coklat, kuning, oren).

Bisa bekerja, tapi arahnya terbalik. Ini bisa ditanggulangi dengan membalik sinyal dari radio controlnya. Sekarang masangnya gimana? Kelihatannya kok sulit memperbesar lubang dudukan servo asli. Kalau begitu, dibongkar saja, siapa tahu motornya sama. 1325176262396951630

Beruntung, ternyata motornya memang sama. Koneksi motor ke dekoder pada servo baru ternyata memang terbalik dibandingkan dengan servo yang asli. Pantesan gerakannya terbalik.

Jadi, motor dari servo baru saya pindahkan ke servo lama.

Sekarang saya sudah berani terbang 1,5 meter di atas permukaan lantai, di dalam rumah. Sesekali heli saya masih terjerembab.

Kalau kiriman dari Hongkong dan Kanada datang, saya punya cadangan dua servo lagi. Mungkin akan saya iklankan di kaskus, atau saya jual ke toko mainanremote.com.

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: