
Ilmu tidak didapatkan disekolah, tapi pada kemauan belajar. dan Tuhan tidak akan mengubah nasib kamu, bila kamu sendiri tidak berusaha mengubahnya. Itulah pegangan saya dalam mencari ilmu secara otodidak. Kini berprofesi sebagai fotografer untuk setiap acara dan peristiwa. http://diankelana.web.id
Dibaca: 285
Komentar: 58
3 dari 6 Kompasianer menilai menarik
Siapa yang tidak kenal sama “Emak Gaul” di Kompasiana? mungkin dia kompasianer baru atau kompasianer yang “ngelotok” pembenci fiksi. Pemilik nama asli Winda Fitriyani dan setelah menikah dengan Edu Krisnadefa menjadi Winda Krisnadefa, dikenal sebagai penulis fiksi yang cukup banyak penggemarnya di Kompasiana. Walau tak berdarah Betawi, tapi cukup piawai menulis cerita dengan suasana Betawi dengan serial Emak dan Otong-nya.
Jago dalam menulis fiksi, tapi apakah Winda si Emak Gaul juga jago tampil di depan panggung? Hal inilah yang disaksikan oleh sekitar 30an peserta Workshop Menulis dan Blogging yang di gagas oleh Kampung Fiksi. Kumpulan 8 orang perempuan pencinta fiksi dimana Winda termasuk didalamnya.
Tampilnya Winda sebagai pembicara kunci dan mengajak para peserta yang semuanya perempuan itu untuk menulis fiksi, diakui sendiri oleh Winda, bahwa ini adalah penampilan pertamanya di atas panggung dihadapan orang banyak, diakui sendiri juga oleh Winda dia sangat tegang, nervous dan berkeringat dingin. Apa yang dikatakan Winda itu memang bukan hanya sekadar basa-basi, itu terbukti ketika Winda minta tolong kepada Andi Gunawan sang pembawa acara untuk menemaninya di panggung, serta beberapa waktu kemudian kembali Winda minta tolong kepada Andi untuk mengambilkan tisue untuk menghapus keringat yang membasahi wajahnya.
Tapi ketegangan Winda itu hanya berjalan beberapa menit, begitu dia masuk ke materi bahasan bagaimana menulis fiksi, Winda mulai kelihatan santai dan menguasai keadaan. Sehingga para peserta yang tadinya ikut agak tegang akhirnya juga bisa lebih santai dan suasana mulai mencair. Hingga akhirnya Winda berhasil menyihir para perempuan pencinta fiksi yang hadir saat itu, mengikuti apa yang di sampaikan Winda. Diantaranya menulis cerpen dalam waktu 5 menit dengan satu kata kunci yang diberikan oleh Winda yaitu “Cincin”.
Kemudian Winda kembali memberikan sebuah tugas kepada peserta untuk menyelesaikan sebuah cerita dalam tempo 15 menit, dimana kerangka cerita maupun para pelaku dan tempatnya sudah ditentukan oleh Winda. Terakhir Winda memberikan sebuah PR untuk para peserta mengarang sebuah cerpen dimana cerpen itu harus dimuat di blog masing-masing peserta dan memberikan link ke Kampung Fiksi. Hasil karya para peserta ini nanti akan dinilai oleh tim Kampung Fiksi, untuk mendapatkan hadiah yang telah di siapkan untuk 3 orang pemenang.
Disamping Winda sebagai pembicara utama dalam Workshop Menulis dan Blogging yang diadakan di Bekasi Cyber Park ini, juga tampil Eka Situmorang, blogger yang telah mendapatkan banyak penghargaan dan memenangkan beberapa kejuaraan yang diadakan untuk para blogger di dunia maya. Juga tampil perwakilan dari Indosat sponsor utama acara ini. Juga hadir Dhira dariĀ Evolitera, sebuah situs yang memprakarsai penerbitan e-book untuk para penulis Indonesia. Serta di penghujung acara tampil si penulis Srondol Gayus ke Italy, Hazmi Srondol. Seorang blogger Kompasiana yang sering menulis dengan genre humor seputar orang kantoran.
30 orang lebih yang kesemuanya perempuan mengikuti Workshop Menulis dan Blogging yang diadakan Kampung Fiksi di Bekasi Cyber Park, Bekasi
Eka Situmorang, pemilik blog ceritaeka.com, telah memenangkan berbagai kejuaraan menulis dalam blog di beberapa event, menguraikan bagaimana dia menulis dan mengelola blognya hingga dikunjungi ribuan orang.
Wakil Indosat tengah menerangkan program baru yang tengah di pasarkan
Winda Krisnadefa tengah menyihir para peserta pelatihan. Si Emak sempat demam panggung dan berkeringat dingin di awal penampilan, akhirnya bisa menguasai keadaan.
Sesi tanya jawab bersama nara sumber
Okti Li, peserta terjauh. Kompasianer yang baru pulang dari Taiwan mendarat di Cianjur lalu hadir di Kampung Fiksi, Bekasi
Mengarang cerpen dalam waktu 5 menit
Membacakan hasil karya yang ditulis dalam waktu 5 menit
Harap tenang, ada ujian pelajaran mengarang……
Dhira dari Evolitera, situs penerbit untuk para penulis yang ingin tulisannya diterbitkan dalam bentuk e-book
Hazmi Srondol, pengarang buku Srondol Gayus ke Italy yang sukses di pasaran
7 diantara 8 orang perempuan penjaga gawang Kampung Fiksi. Dari kiri ke kanan: Sari Novita, Indah WD, Deasy, G. Siahaya, Ria Tumimomor, Meliana Indie-Zhong, Winda KrisnadefaSatu lagi Endah Raharjo, tidak hadir karena masih capek baru saja pulang dari Mekah menunaikan ibadah haji.
Foto bersama setelah acara usai, terlihat Srondol dengan gayanya yang lagi kebelet….