Yuk Kenali Kitab Menulismu (EYD dan Bahasa Baku)

OPINI | 23 November 2011 | 15:58
2916 11 5

13220643061583557934Berikut panduan EYD yang kerap dicuekin saat menulis, antara lain:

pun p 1 juga atau demikian juga: jika Anda pergi, saya — hendak pergi2 meski; biar; kendati: mahal — dibelinya juga3 saja …: berdiri — tidak dapat, apalagi berjalanapa — dimakannya (jua); 4 (···pun ···lah) untuk menyatakan aspek bahwa perbuatan mulai terjadi: hari — malamlah5 untuk menguatkan dan menyatakan pokok kalimat:

maka baginda — bertanya pula

————————–

”pun” dalam kutipan KBBI di atas adalah sebuah partikel (p). Semua ”pun” yang memiliki arti seperti di atas, dalam penulisannya HARUS TERPISAH DARI KATA YANG DIIKUTINYA. Dalam penulisan, sering terjadi kesalahan seperti contoh berikut.

“Apa pun juga akan ia lakukan demi anaknya.”

Karena ”pun” di situ sudah berarti ”saja” maka penambahan ”juga” menjadi tidak efektif sehingga yang benar adalah:

“Apa pun akan ia lakukan demi anaknya.”

Jadi, sebaiknya jangan pernah menambahkan kata ”juga” setelah ”pun” yang memiliki arti seperti kutipan KBBI di atas.

Apakah ada ”pun” yang boleh disambung dengan kata yang diikutinya?

Selain ”pun” yang terpisah dan memiliki arti seperti kutipan KBBI di atas, ada juga ”pun” yang penulisannya disambung karena memang kata tersebut adalah sebuah paduan. Kelompok ”pun” yang lazim dianggap padu menurut Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonseia yang Disempurnakan adalah:

  • adapun
  • andaipun
  • ataupun
  • bagaimanapun
  • biarpun
  • kalaupun
  • kendatipun
  • maupun
  • meskipun
  • sekalipun
  • sungguhpun
  • walaupun

Tentang hal ini bisa dilihat di http://pusatbahasa.depdiknas.go.id/lamanv4/sites/default/files/EJD-KKP-PBN-BID.PENGEMBANGAN.pdf hlm. 27.

Dalam proses editing, sering kali seorang editor menemukan kesalahan penggunaan kata ”di”. Banyak terjadi, kata ”di” sebagai kata depan tidak dipisah dengan kata yang diikutinya, misalnya ”disana” dan ”disaat”. Padahal, kata depan ”di” seharusnya ditulis terpisah dengan kata yang diikutinya sehingga yang benar adalah ”di sana” dan ”di saat”.

Di lain pihak, ada juga ”di” yang merupakan imbuhan, tetapi dalam penggunaannya dipisah dari kata yang diikutinya. Misalnya, ”di tempatkan” dan ”di penuhi”. ”Di” yang merupakan imbuhan seharusnya dalam penggunaannya digabung dengan kata yang diikutinya. Jadi yang benar adalah ”ditempatkan” dan ”dipenuhi”.

Pernah suatu kali seorang anak SMA datang ke rumah untuk meminjam komputer. Dia mau mengetik tugas dari sekolah. Ternyata dia salah ketika menggunakan kata depan ”di” untuk kata ”disana”. Lalu, saat saya bilang kalau itu salah, dia menjawab bahwa gurunya di sekolah mengajarkan seperti itu untuk kata tersebut.

Lalu, saya berpikir bagaimana cara sederhana untuk menjelaskan dan membedakan ”di” sebagai kata depan atau ”di” sebagai imbuhan.

Jadi saya jelaskan begini, ….

Setiap kata yang mengikuti ”di”, apa pun kata itu, kita buat jadi kata untuk kalimat aktif dengan mengganti ”di-” menjadi ”me-”. Jika kata itu bisa menjadi kata untuk kalimat aktif maka itu berarti ”di” di situ adalah imbuhan. Sebaliknya, jika kata itu terdengar rancu ketika diubah maka ”di” di situ adalah kata depan.

Misalnya:

”di-penuhi” diubah menjadi ”memenuhi”

”di-tempatkan” diubah menjadi ”menempatkan”

Bandingkan:

”di-sana” [tidak bisa] diubah menjadi ”menyana” (rancu)

”di-saat” [tidak bisa] diubah menjadi ”menyaat” (rancu)

Kesimpulannya:

*   Semua kata (yang diikuti ”di”) yang TIDAK BISA DIUBAH menjadi kata untuk kalimat aktif, itu berarti ”di” yang mengikutinya merupakan ”KATA DEPAN” dan dalam penggunaannya DIPISAH dengan kata yang diikutinya.

*   Semua kata (yang diikuti ”di”) yang BISA DIUBAH menjadi kata untuk kalimat aktif, itu berarti ”di” yang mengikutinya merupakan ”IMBUHAN” dan dalam penggunaannya DIGABUNG dengan kata yang diikutinya

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata ”daripada” (yang disambung) adalah kata depan untuk menandai perbandingan. Misalnya, ”Buku ini lebih bagus daripada buku itu.”

Daftar Kata-kata SALAH KAPRAH dalam Bahasa INDONESIA

SEKEDAR= SEKADAR

RESIKO= RISIKO

PAKAIANNYA SERONOK= TIDAK SERONOK
(Dalam KBBI, Seronok artinya menyenangkan hati)

PERBUATAN TIDAK SENONOH= PERBUATAN SENONOH
(Dalam KBBI, SENONOH artinya perbuatan tidak terpuji,sering kebalik seronok ama senonok)

TAK BERGEMING=BERGEMING
(Dalam KBBI, Bergeming artinya diam )

ARITMATIKA=ARITMETIKA
(Tidak percaya ??? Cari di KBBI Online, Tidak ada kata “ARITMATIKA”, adanya “ARITMETIKA”)

CENGKEH=CENGKIH
(Tidak percaya ??? Cari di KBBI Online, Search kata “CENGKEH”…memang ada yang muncul, coba klik resultnya….maka tidak ada artinya….jika search “CENGKIH” maka artinya adalah tanaman)

OBRAK-ABRIK=UBRAK-ABRIK
(Tidak percaya ??? Cari di KBBI Online, Search kata “OBRAK-ABRIK”……ada hasil yang muncu…..tetapi arti di dalam hasil itu adalah “? ubrak abrik”)

Dokter  MALPRAKTIK=Dokter MALAPRAKTIK
(Tidak ada kata “MALPRAKTIK” di KBBI…yang ada hanya “MALAPRAKTIK”.)

MALFUNGSI=MALAFUNGSI
(Tidak ada kata “MALFUNGSI” di KBBI…yang ada hanya “MALAFUNGSI”.)

FRASE=FRASA
(Ada hasilnya jika search di KBBI, tetapi hanya akan membawa ke hasil “FRASA”.)

MENGHEMBUSKAN=MENGEMBUSKAN
(Tidak ada kata “MENGHEMBUSKAN” di KBBI.)

TEORITIS=TEORETIS
(Tidak ada kata “TEORITIS” di KBBI.)

MENGHAPAL=MENGHAFAL
(Tidak ada kata “MENGHAPAL” di KBBI.)

KOKOH=KUKUH
(Tidak ada kata “KOKOH” di KBBI.)

EMPEK-EMPEK=PEMPEK
(Dalam KBBI, “EMPEK” artinya adalah Kakek - Kakek )


KOLABORASI yang indah
(Dalam KBBI, “KOLABORASI” artinya adalah Bekerja sama dengan musuh )


RAPIH=RAPI
(Dalam KBBI, tidak ada kata “RAPIH”)

HURUF BESAR=HURUF KAPITAL

ARTIS=SELEBRITI
(Artis dalam KBBI, artinya seniman. Selebriti artinya orang terkenal)

Naik BUSWAY=Naik TRANSJAKARTA
(Kalo Naek Busway naek aspal dong )

MUSTI=MESTI
(Tidak ada kata “MUSTI” di KBBI)


LEBIH KURANG SAYA MINTA MAAF=KURANGNYA SAYA MINTA MAAF
(Mengapa lebihnya juga minta maaf ?? )

DULU PERNAH=PERNAH
(Mengapa pakai dulu lagi kalau sudah tahu pernah ??? Contohnya dulu saya pernah jatuh. Harusnya cukup dengan saya pernah jatuh.)

GOA=GUA
(Tidak ada kata “GOA” di dalam KBBI.)


BANK BCA=BCA
(Mengapa pakai Bank lagi..BCA kepanjanganya Bank Central Asia.)

SAYA ABSEN=SAYA TIDAK ABSEN
(ABSEN dalam KBBI artinya Tidak Hadir.)

MUSHOLA/MUSOLA=MUSALA
(Dalam KBBI hanya ada kata MUSALA.)


CIDERA=CEDERA
(Sering kita lihat di berita olahraga ada kata “CIDERA”. Di KBBI adanya “CEDERA”.)

DEBET=DEBIT
(Sering saaat pelajaran akuntansi atau ekonomi ada kata “DEBET”. Padhal di KBBI hanya ada “DEBIT”.)

PASTUR=PASTOR


(Sering sekali salah eja menjadi “PASTUR”. di KBBI adanya “PASTOR”.)

NAFAS=NAPAS
(Sering kita mendengar bernafas, harusnya bernapas. Di KBBI tidak ada kata NAFAS.)

REALITA=REALITAS

TERLANJUR=TELANJUR
(Di KBBI adanya Telanjur, Tidak ada “TERLANJUR”)

DIPUNGKIRI=DIMUNGKIRI
(Kata dasar “MUNGKIR” bukan “PUNGKIR”, cari saja di KBBI)


DIPUNGKIRI=DIMUNGKIRI
(Kata dasar “MUNGKIR” bukan “PUNGKIR”, cari saja di KBBI)


KELUAR MASUK gedung=MASUK KELUAR gedung
(Masak keluar dulu baru masuk )

Tags: Array

Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Menyiasati Kejenuhan Menulis

Memasuki tahun ke 4 di Kompasiana pernah dalam satu tahun ...

Menulis, Bukan Untuk Menutupi Status Pengangguran

Menulis itu hak siapa saja. Bahkan burung-burungpun menulis ketika ia ...

Kompasianer, Mari Belajar Menulis dari Bu Anni  

Ada seorang penulis di Kompasiana belakangan ini yang fenomenal. Namanya ...