Back to Kompasiana
Artikel

Hobi

Cyntia Margareth

perempuan berumur 21 tahun

Mengenal Buchaechum (Tari Kipas Korea)

REP | 30 September 2011 | 14:58 Dibaca: 3283   Komentar: 0   0

Tari tradisional yang Indah
Sejak demam Korea melanda Indonesia, semua hal berbau Korea pun ikut diikuti. Kita bisa melihat dari menjamurnya produk-produk fashion Korea yang laris manis di Indonesia, belum lagi meningkatnya jumlah kursus-kursus bahasa korea yang pesertanya juga bak kacang goreng. Budaya-budaya korea pun banyak menjadi focus perhatian orang. Saya sebagai salah satu penggemar Korea (namun tidak terlalu freak) menilai, Korea Selatan sangat bagus mempromosikan budaya mereka ke dunia, khususnya lewat entertainment. Lewat K-Pop, fashion dan film-film, Korea Selatan dengan pintar mengemas juga budaya-budaya mereka, sehingga masyarakat dunia pun ‘sadar’ dengan kebudayaan mereka. Satu langkah yang patut dicontoh Indonesia.
Salah satu bukti bahwa kebudayaan Korea sudah mulai di’sadari’ oleh masyarakat dunia  adalah dengan dikenalnya salah satu tarian tradisional masyarakat Korea. Mereka suka menyebut ‘Tari Kipas Korea’ atau bahasa Koreanya Buchaechum.
Buchaechum merupakan tarian tradisional Korea dimana sekelompok wanita menari menggunakan kipas yang berhiaskan bunga Peony dan menggunakan Hanbok (tarian tradisional Korea) yang berwarna mencolok. (Wikipedia.com)
Di Indonesia sendiri, Buchaechum sering ditampilkan saat acara-acara yang berbau Korea dan kebudayaannya. Contohnya saja, saat saya sengaja pergi ke salah satu event yang diadakan oleh Korea Tourism Organization dan Pusat Kebudayaan Korea di salah satu Mall di Jakarta baru-baru ini, tarian tersebut ditampilkan.
Kalau mau lihat videonya dapat mengunjungi:
http://margarethacyntia.blogspot.com/2011/09/indahnya-buchaechum-tari-kipas-korea.html
Kesan pertama yang saya rasakan adalah indah. Sama seperti saat saya melihat tarian jawa atau bali. Nuansa ketradisionalannya kental terasa. Semoga Indonesia juga dapat meniru langkah Korea Selatan yang dengan sigap menyisipkan kebudayaannya di setiap acara-acaranya ya…  1 lagi, ketradisionalan itu indah lho saudara-saudara… jadi jangan mau kalah sama Korea, budaya kita juga tidak kalah Indah…
*jadi pengen belajar tarian daerah deehh…hehe
T.ia

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kompetisi Tiga Ruang di Pantai-Pantai Bantul …

Ratih Purnamasari | | 18 September 2014 | 13:25

Angkot Plat Kuning dan Plat Hitam Mobil …

Akbarmuhibar | | 18 September 2014 | 19:26

Koperasi Modal PNPM Bangkrut, Salah Siapa? …

Muhammad | | 18 September 2014 | 16:09

Tips Hemat Cermat selama Tinggal di Makkah …

Sayeed Kalba Kaif | | 18 September 2014 | 16:10

Nangkring dan Test Ride Bareng Yamaha R25, …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 06:48


TRENDING ARTICLES

Jokowi Seorang “Koki” Handal …

Sjahrir Hannanu | 15 jam lalu

Indra Sjafri Masih Main-main dengan …

Mafruhin | 16 jam lalu

TKI “Pejantan” itu Jadi Korban Nafsu …

Adjat R. Sudradjat | 19 jam lalu

Penumpang Mengusir Petinggi PPP Dari Pesawat …

Jonatan Sara | 20 jam lalu

Modus Baru Curanmor. Waspadalah! …

Andi Firmansyah | 21 jam lalu


HIGHLIGHT

Ditemukan: Pusat Tidur Dalam …

Andreas Prasadja | 15 jam lalu

Museum Louvre untuk First-Timers …

Putri Ariza | 15 jam lalu

Cinta dalam Botol …

Gunawan Wibisono | 15 jam lalu

Wisata Bahari dengan Hotel Terapung …

Akhmad Sujadi | 15 jam lalu

Jurus Jitu Agar Tidak Terjadi Migrasi dari …

Thamrin Dahlan | 15 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: