Back to Kompasiana
Artikel

Hobi

Rian Aya Indriani

Saya yang selalu percaya bahwa ide gila itu muncul sewaktu-waktu. Saya yang selalu percaya bahwa selengkapnya

Bulu Bulu Duri Duri Landak Mini

OPINI | 24 July 2011 | 10:11 Dibaca: 1912   Komentar: 0   0

Si Muka Garrrang

Si Muka Garrrang

Beberapa hari yang lalu, saya sengaja mampir ke pet shop teman yang baru dibuka di bawah jembatan Janti, Yogyakarta. Nama pet shop nya Jogja Landak. Sebenarnya Robert (pemilik) sudah lama menekuni hobi memelihara landak mini (African Pygmy Hedgehog) ini, kira kira sekitar tiga tahun yang lalu. Tapi kini dia tidak hanya menjual landak mini kok. Ada juga tokai eh tokek, kucing dan banyak lagi. Ya, ini yang saya sebut sebagai hobi positif melahirkan pundi pundi uang. Hati senang, kantong berisi :D

Jalan Janti Yogyakarta

Jalan Janti Yogyakarta

Ia menjalankan bisnis ini bersama dengan kekasih hatinya (yang jelas, bukan saya atau Anda). Dari yang saya lihat, keduanya memang penyayang bin-atang hehehe. Selain aktif di pet shop, keduanya juga mengurus bisnis ini secara on line. Ya, bisnis yang begini memang “harus” dikelola dengan berbagai cara.

Well, mari kita intip sedikit ke landak mini-nya :)

Mungkin saya sedikit telat menuliskan tentang artikel ini karena saya juga sadar diri bahwasannya si mungil satu ini sudah lama terekspos berbagai media. Jauh jauh dari Afrika, si mungil ini (keluarga Erinaceidae) tidak sama dengan landak hutan (keluarga Hystricidae) yang bulu atau duri nya bisa dijadikan tusuk penunjuk huruf huruf Al-Qur’an (jadi inget masa kecil).

Sama seperti saya, si mungil ini aktifnya pada malam hari (lho???) alias nocturnal. Mereka bersifat soliter, hanya bertemu sebangsanya yang lain pada musim kawin saja untuk mencari pasangan. Hahaha genit juga si mungil ini ya. Kalau hidup di hutan, mereka senangnya menyantap serangga. Tapi kalau dipelihara ya, makannya sama seperti makanan kucing atau anjing. Nah, siap siap aja ngerogoh kocek berlebay untuk memelihara s mungil ini.

Katanya, kalau dipelihara dengan baik, usia mereka bisa mencapai 9 tahun tetapi usia rata rata landak mini ini hanya 4 hingga 6 tahun (saja). Tapi tenang, landak mini ini tidak mudah stres dan lantas mati karena pemeliharaannya sangat mudah. Kecuali si landak mini kita pegang kemudian kita injak injak atau kita cekik cekik, ya bakal mati lah. Loh kok berani menginjak injak? Yup! Bulu alias duri nya itu ga tajem seperti landak liar lainnya. Makanya jenis ini banyak dipelihara. Bisa dielus elus loh hahahaha. Tapi, ukuran ee’nya lumayan gede loh walau ukuran badan landak mini ini terbilang kecil.

Dulu saya dua kali memelihara kelinci tapi semuanya mati (empat ekor). Mereka semua mati karena kedinginan dan ada juga yang sakit karena saya terjangkit flu (curhaaat). Pokoknya, memelihara kelinci hias tidak semudah memelihara landak mini kok (ngiklannn). Tapi, saya ndak kuat beli landak mini. Harganya saja berkisar dari Rp 400.000 hingga jutaan rupiah. Bukan apa, sayang uangnya kalau nanti ujung ujungnya “cuma” mati hahaha.

Kemudian, untuk perlengkapan dan kebutuhan pemeliharaan landak mini, cuma dibutuhkan kandang yang biasanya terbuat dari kaca (akuarium), container box, atau sekedar kandang hamster dengan ukuran minimal 60×30x30cm. Selain itu, landak mini juga butuh serbuk kayu seperti halnya hamster sebagai alas untuk menyerap bau dan menjaga agar ototnya tetap baik. Ya kebayang juga sih kalau kandang kaca akuariumnya tidak diberi serbuk kayu. Ketika pipis, becek, yah tinggal akrobatik aja mereka. Peleset sana peleset sini hahaha :D Terus, jangan lupa menyediakan asbak untuk tempat makan (bukan area merokok ;p) dan botol air minum yang biasanya untuk dot hamster. Jangan dot bayi!

Untuk makanan, seperti yang sudah saya katakan tadi, cukup diberi makanan kucing atau anjing sebanyak 1 sendok makan setiap pagi dan sore sebagai menu utama. Menu sampingannya adalah ulat hongkong sebanyak 2 sampai 3 kali dalam seminggu, cukup satu sendok makan juga. Ulat Hongkong bisa dibeli di pasar burung atau pakan burung, jadi tidak perlu repot repot ke Hongkong. Kalau untuk air minum ya secukupnya aja tapi jangan air mentah ya. Jangan pula coke atau bir! Nanti mabooook

Ulat (dari) Hongkong

Ulat (dari) Hongkong

Well,  gimana? Tertarik? Saya tidak :D

P.S : sebagian tulisan dari brosur nya Robert ;p

13114596131550209585

Jogja Landak

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kekecewaan Penyumbang Pakaian Bekas di …

Elde | | 25 October 2014 | 12:30

Rafting Tidak Harus Bisa Berenang …

Hajis Sepurokhim | | 25 October 2014 | 11:54

10 Tanggapan Kompasianer Terhadap Pernikahan …

Kompasiana | | 25 October 2014 | 15:53

Dukkha …

Himawan Pradipta | | 25 October 2014 | 13:20

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 8 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 13 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 14 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 14 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 18 jam lalu


HIGHLIGHT

Resep Kerupuk Seblak Kuah …

Dina Purnama Sari | 8 jam lalu

“Sakitnya Tuwh di Sini, di …

Handarbeni Hambegja... | 8 jam lalu

Kabinet Stabilo …

Gunawan Wibisono | 8 jam lalu

Sofyan Djalil dan Konsep yang Belum Tuntas …

Edy Mulyadi | 8 jam lalu

Dikelilingi Nenek-nenek Modis di Seoul, …

Posma Siahaan | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: