Back to Kompasiana
Artikel

Hobi

Eni Setiati

Penulis buku Kids Writer & Kidpreneur Editor lepas Ghost Writer Mentor grup facebook MTK Writer (Moms Teen & selengkapnya

Mengatur/ Mengolah Konflik dalam Pembuatan Novel

OPINI | 09 June 2011 | 08:35 Dibaca: 1711   Komentar: 0   1

Ditinjau dari isinya, sastra merupakan karangan fiksi dan non fiksi. Apabila dikaji melalui bentuk atau cara pengungkapannya, sastradapat dianalisis melalui gener sastra itu sendiri, yaitu puisi, novel dan drama.

Novel sebagai salah satu produk sastra memegang peranan penting dalam memberikan pandangan untuk menyikapi hidup secara artistik imajinatif. Hal inidimungkinkan karena persoalan yang dibicarakan dalam novel adalah persoalan tentang manusia dan kemanusiaan.

Hal penting dlm sebuah novel / fiksi:

1. adanya Tokoh atau penokohan merupakan salah satu unsur pembangun karya sastra. Tokoh-tokoh yang ditampilkan oleh pengarang dalam cerita memilki berbagaimacam karakter.

Secara umum tokoh terbagi menjadi dua, yaitu:

-  tokoh utama

-  tokoh tambahan.

Tokoh adalah sebagai pelaku yang mengalam iberbagai  peristiwa  dalam  sebuah  cerita,  sehingga  tokoh  dalam  sebuah  novel mempunyai peranan penting, karena tanpa kehadiran tokoh jalan cerita tidak akn terjadi.  Tokoh  dan  penokohan  dalam  novel  akan  mengalami  konflik  secara psikologis. Berbagai persoalan timbul mengikuti perjalanan tokoh secara pribadi dan interaksi antar tokoh.

2.  Adanya Konflik dalam novel, secara psikologis dapat mempengaruhi tingkah laku dan watak tokoh.

konflik dpt kita bedakan menjadi 2 yaitu:

1. Konflik Fisik yaitu konflik  yang  disebabkan  oleh  adanya  benturan  antara  tokoh  dengan lingkungan sekitar cerita.

2. Konflik Sosial, merupakan konflik yang terjadi karena adanya interaksi antar manusia. Berbagai masalah manusiadalam hubungannya dengan manusia itu sendiri.

A. Konflik Internal disebut juga dengan konflik  kejiwaan.  Konflik  ini  merupakan  konflik  yang  terjadi  karena pertentangan hati atau jiwa seseorang tokoh dengan tokoh lain. Konflik batin ini juga bisa terjadi dalam diri seorang tokoh itu sendiri.

B. Konflik eksternal yang terjadi antara tokoh yg satu dengan lain dengan orang diluar tokoh utama.

Dalam sebuah novel / cerita fiksi konflik menjadi SANGAT PENTING.  Karena dengan penciptaan konflik dalam sebuah novel yg dirancang oleh si pengarangnya maka akan terjadinya suatu konflik. Baik konflik antara tokoh, ataupun konflik dalam persoalan maupun konflik dalam diri seorang tokoh. Konflik inilah nanti yang akan mendorong dialog dan menggerakkan action.

Jadi, secara umum sebuah novel itu akan menarik dan menggugah hati dan minat pembaca dengan adanya permainan konflik yang didesain sedemikian rupa oleh si penulisnya.

Keutamaan adanya konflik adalah untuk mengaduk-aduk perasaan pembacanya.

aDA dimanakah letak konflik itu diletakkan?

-  Ada penulis yang kerap meletakkan konflik di awal cerita oleh si penulisnya. Namun ada pula yang meletakkan konflik pada bagian-bagian tertentu.

-  Ada pula penulis yang menempatkan ditengah cerita atau di belakang.

Yang menarik kelihaian penulis meletakkan konflik dlm isi ceritanya. Misalnya contoh pada novel Ayat-Ayat Cinta.. dengan seksama kita akan menemukan konflik yang diletakkan si penulisnya di akhir cerita ..

konflik itu ada ragamnya: ada konflik sosial, konflik antar tokoh dlm isi cerita, konflik agama, konflik psikologis dan lainnya.

Namun, pada umumnya penulis cukup puas bila novelnya telah berhasil mengaduk2 isi hati pembaca.. dan ia akan merasa tugasnya sudah selesai.

Sebuah novel genre indonesia tidak memiliki alur baku, sehingga pembaca membacanya dari awal hingga akhir - si penulis akan membumbui isi ceritanya dengan meletakkan konflik sesuai dengan keinginan hatinya, - ia bisa saja menempatkan konflik di alur pembuka-konflik-penyelesaian.

Tetapi penempatan suatu konflik dlm sebuah novel itu tidak menjadi acuan utama dalam novel

Yang penting diingat oleh penulis pemula, diawal mrk membuat novel adalah penting mendesai alur isi cerita.

Sebab alur itu mendapat kedudukan penting bagaimana sebuah materi cerita disusun seolah-olah alur tersebut satu-satunya strategi agar sebuah novel itu dpt dinikmati. Dalam novel, alur semacam itu nyaris tidak dipertanyakan lagi, baik di kalangan penulis sastra maupun pembacanya. Sejauh dapat mengetengahkan konflik secara menarik kemudian pembaca bisa mengapresiasinya, si novel menanggap bhw ia telah menjalankan tugasnya.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Saat Hari Anak Nasional Terlupakan oleh …

Topik Irawan | | 23 July 2014 | 18:53

Parcel Lebaran Dibuang ke Jalan …

Roti Janggut | | 23 July 2014 | 17:43

Efek Samping Kurikulum “Cepat Saji” …

Ramdhan Hamdani | | 23 July 2014 | 18:46

Mengejar Sunset dan Sunrise di Pantai Slili …

Tri Lokon | | 23 July 2014 | 20:12

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Akhirnya Prabowo-Hatta Melangkah ke MK …

Bang Pilot | 3 jam lalu

(Saatnya) Menghukum Media Penipu …

Wiwid Santoso | 3 jam lalu

Setelah Kalah, Terus Apa? …

Hendra Budiman | 4 jam lalu

Jokowi Raih Suara, Ahok Menang Pilpres …

Syukri Muhammad Syu... | 5 jam lalu

Kata Ahok, Dapat Jabatan Itu Bukan …

Ilyani Sudardjat | 12 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: