Back to Kompasiana
Artikel

Hobi

La Bunte

REP | 01 June 2011 | 19:22 Dibaca: 884   Komentar: 32   4

Ilmu bisa kita dapat dari siapa saja, baik disengaja maupun tidak disengaja. Sewaktu berkunjung di Festival Malang Kembali VI, saya bertemu dengan sebuah kreasi unik. Kreasi boneka-boneka kecil yang dari kejauhan terlihat seperti terbuat dari keramik. Setelah didekati ternyata itu bukanlah keramik, lebih lunak dan lebih mirip dengan lilin mainan/malam/playdough.

Karena tertarik sayapun masuk ke dalam stand yang diberi nama La Bunte. Stand ini milik Ibu Nurmawati dan Bapak Revizal. Ibu Nurmawati atau yang akrab dipanggil Ibu Nurma menjelaskan sebenarnya bahan yang digunakan membuat boneka itu adalah larutan sabun dan tepung yang disebut sebagai labunte. Labunte ini mudah dibentuk seperti lilin mainan tetapi setelah diangin-anginkan menjadi mengeras dan cocok sebagai pajangan.

Berkreasi dengan labunte adalah hobi yang positif. Selain mengisi waktu senggang, kini Ibu Nurma kebanjiran pesanan. Umumnya pesanan berupa souvenir pernikahan. Hobi yang menghasilkan ini sudah dilirik banyak pihak. Pihak pemburu berita baik koran maupun televisi. Karan lokal yang pernah meliput seperti Malang Post, sedangkan televisi seperti TV One juga ikut menayangkan liputan kreasi labunte Ibu Nurma yang tayang pada pagi hari tanggal 1 Juni 2011.

Awalnya, kreasi labunte sering diwujudkan dalam bentuk bunga. Mungkin karena beliau adalah seorang guru, sehingga beliau terinspirasi membuat media belajar yang menyenangkan untuk anak-anak. Kemudian kreasi labunte dibuat menjadi boneka-boneka mungil berbusana daerah. Selain itu juga ada bentuk mbok jamu, buah, binatang, kegiatan Pramuka, dan lain sebagainya.

Kreasi buah dan pakaian adat labunte
Kreasi buah dan pakaian adat labunte

Ibu Nurma mengajarkan kreasi labunte pada anak 3 tahun
Ibu Nurma mengajarkan kreasi labunte pada anak 3 tahun

Ibu Nurma adalah sosok yang ramah dan kental jiwa seorang pendidik. Beliau tidak pelit berbagi ilmu pembuatan boneka labunte. Siapa saja yang berminat belajar, maka dengan senang hati beliau tularkan ilmunya, mulai dari anak-anak hingga orangtua belajar berkreasi labunte di stand beliau. Bahkan anak usia dini sekalipun yang masih berumur 3 tahun. Bagi anak balita, kegiatan membuat boneka seperti ini sangat baik untuk melatih otot mototrik dan  mengasah imajinasi.

Untuk membuat adoanan dasar labunte dibutuhkan: sabun mandi, air, tepung terigu, dan pewarna kue. Cara membuatanya:

  • Sabun diserut/dirajang halus.
  • Hasil rajangan direndam dalam air selama sekitar 3 jam.
  • Ambil bahan rendaman satu sendok, dan haluskan kembali.
  • Tambahkan pewarna kue dalam adonan dan ratakan.
  • Masukkan terigu ke adonan bertahap, aduk kembali.
  • Aduk dengan tangan sampai mendapat adonan yang kenyal sehingga dirasa menyerupai lilin mainan dan tidak lengket di tangan.

Setelah adonan labunte siap. Maka kita bisa mulai berkreasi membuat aneka boneka-boneka mungil.

Kreasi mbok jamu
Kreasi mbok jamu

Kreasi mawar
Kreasi mawar

13069070311248278481
Kreasi kegiatan Pramuka

Ibu Nurmawati sebenarnya adalah Pembina Pramuka di SMP 16 Malang. Beliau dianugerahi banyak kelebihan, selain menjadi seorang guru dan mampu berwirausaha, beliau juga seorang penulis, sudah ada empat buku yang diterbitkannya. Salah satunya mengenai kreasi labunte yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan. Buku-buku lainnya adalah novel anak berjudul Amelia, buku tentang Page Maker 6.0, dan Sport Message. Tahun ini juga direncanakan akan akan keluar buku bertema kerajinan dari sampah, judulnya Nice Garbage.

Ibu Nurma mengajarkan kreasi labunte pada anak-anak
Ibu Nurma mengajarkan kreasi labunte pada anak-anak

Pengunjung belajar berkreasi dengan labunte
Pengunjung belajar berkreasi dengan labunte

13069051411625656782
Hasil kreasi kupu-kupu dan mawar labunte anak 3 tahun

Tags: labunte

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Berburu Oleh-oleh Khas Tanah Dayak di Pasar …

Detha Arya Tifada | | 26 November 2014 | 04:19

Menuju Jakarta, Merayakan Pestanya …

Hendra Wardhana | | 26 November 2014 | 07:59

Nangkring bareng Litbang Kementerian …

Kompasiana | | 25 November 2014 | 19:25

Minum Air Lemon di Pagi Hari dan Manfaatnya …

Gitanyali Ratitia | | 26 November 2014 | 01:38

Ikuti Blog Competition ”Warna Warni Indah …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 10:50


TRENDING ARTICLES

Teror Putih Pemecah Partai Politik …

Andi Taufan Tiro | 3 jam lalu

Pak JK Kerja Saja, Jangan Ikutan Main di …

Hanny Setiawan | 4 jam lalu

Kisruh Golkar, Perjuangan KMP Menjaga …

Palti Hutabarat | 9 jam lalu

Golkar Lengserkan Aburizal Bakrie, Babak …

Imam Kodri | 10 jam lalu

5 Kenampakan Aneh Saat Jokowi Sudah …

Zai Lendra | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Jokowi Membutuhkan Algojo Daripada Jaksa …

Mohamadfi Khusaeni | 8 jam lalu

Ciremei 3078mdpl bersama Aprak Jaya …

Padlun Fauzi | 8 jam lalu

Bahasa Tarzan Di Pasar Perbatasan …

Firdaus Umar | 8 jam lalu

Keroyokan Bangun Pasar Rakyat …

Ahmad Syam | 8 jam lalu

Berhentilah Bermimpi untuk Merdeka …

Eka Putra | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: