Back to Kompasiana
Artikel

Hobi

Arief Widodo

saya pribadi yang suka kreatifitas,suka tantangan,berani,dan terkadang bekerja dalam tim juga asik walaupun saya lebih selengkapnya

Diklat Foto Jurnalistik KOMPAS

REP | 11 February 2011 | 10:13 Dibaca: 1029   Komentar: 4   1

12973631901053325400

Fotografer senior Harian KOMPAS,Arbain Rambey menjelaskan fundamental foto jurnalistik dalam perspektif standart departemen Diklat KOMPAS pada dikladas komunitas Diafragma UGM

Yogyakarta(10/2)Komunitas fotografi DIAFRAGMA jurusan Tehnik Industri Universitas Gadjah Mada (UGM ) melaksanakan pendidikan dan pelatihan dasar foto jurnalistik yang terbuka untuk umum,di bawah asuhan Harian KOMPAS Jakarta. Dalam Diklatdas foto jurnalistik untuk pertama kalinya ini,fotografer senior Harian KOMPAS,Arbain Rambey sengaja di datangkan oleh Departemen Diklat KOMPAS untuk memberikan penjelasan tentang dasar-dasar pemahaman foto jurnalistik.

Dhyana selaku ketua penyelenggara menuturkan ” kami sebenarnya sudah lima tahun ini bekerjasama dengan pihak KOMPAS,sebelumnya berkaitan dengan jurnalistik pada penulisannya,di awal tahun ini,baru pertama kalinya kita pelatihan tentang foto jurnalistiknya.”

Diklat ini di ikuti kurang lebih 60 peserta yang pada umumnya berstatus mahasiswa,ada juga peserta berstatus dosen yang juga menyukai fotografi.Dalam presentasinya Arbain Rambey menjelaskan bagaimana membuat foto jurnalistik yang baik dan benar,termasuk menyinggung soal etika dalam berinteraksi proses pembuatan foto serta pemuatan foto jurnalistik.

Acara yang dimulai dari pukul 09.00 sampai 05.00 wib,juga melibatkan Bpk.Santoso dari Departemen Diklat KOMPAS,beliau menjelaskan tentang klasifikasi foto jurnalistik,membedah perbedaan antara foto berita dengan foto featured,juga foto salon.

Antusias peserta cukup menarik dengan banyaknya pertanyaan seputar kamera,tehnik fotografi yang diajukan.acara diklatdas ini dilaksanakan selama tiga hari. (10-12/2)Rencananya pada hari kedua peserta akan diberikan waktu untuk hunting foto bersama,sesuai tugas dari Arbain Rambey untuk mencari foto bercerita tentang aktifitas manusia(human Interest) serta foto potret.(Portraite)Selanjutnya pada hari ketiga,hasil hunting foto peserta akan dikurasi plus minusnya oleh Arbain Rambey.Dan akan di pamerkan bersama sekaligus sebagai penutup rangkaian acara diklat foto jurnalistik KOMPAS.

Dalam presentasinya,Arbain Rambey juga menegaskan kepada peserta,dilarang merekayasa fakta pada foto jurnalistik serta adanya aturan standar untuk editing foto jurnalistik,yang terletak hanya merubah gelap terang,intensitas warna.

“Selama tidak merubah atau memanipulasi substansinya,editing diperbolehkan.Karena urusan seorang fotografer tidak berhenti hanya pada penekanan tombol shutter sebuah kamera,fotografer juga bertanggung jawab pada eksekusi akhir sebuah komposisi,gelap terang,intensitas warna.”kata Arbain Rambey

Arbain juga membahas studi kasus beberapa foto jurnalistik hasil jepretan wartawan foto dari jajaran KOMPAS,juga membedah manipulasi dari kasus fotografer luar negri yang benar-benar merekayasa sebuah foto hanya karena ingin karya fotonya laku terjual di sebuah kantor berita.

Menariknya lagi,Arbain juga memaparkan kunci-kunci pokok dalam pemecahan teka-teki keaslian foto mirip gayus,hasil jepretan fotografer KOMPAS di Bali beberapa waktu lalu yang sempat menghebohkan Indonesia.

12973656001826867437

Jangan merekayasa foto jurnalistik !!

12973667882073280121

studi kasus foto jurnalistik dari hasil jepretan fotografer KOMPAS

1297366899899157069

Ungkap teka-teki orisinalitas dari sebuah foto tentang sosok Gayus Tambunan yang tertangkap kamera fotografer KOMPAS di bali,yang pada waktu itu,semestinya gayus sedang mendekam di dalam sel tahanan Brimob,tersangkut kasus

1297367760545283337

Selain ekspresinya yanglucu,arbain juga melontarkan gurauan yang kritis dan segar.

1297367861574672704

Ekspresi Arbain Rambey di saat mengajar.

1297368310548984404

1297368211285429876

1297368591232384727

1297368656996343107

12973688722090416187

4 elemen penting dalam foto jurnalistik

129736935039144883

lunch break

1297369547132223534

1297369809939757291

1297369904934688601

1297370768523720232

12973708841947224688

12973710361218535924

Sedikit diskusi sebelum acara di lanjutkan

12973712881839778211

12973716011207988422

1297371703252609792

12973717141789350946

12973719581036694421

1297372055395140231

ekspresi khas sosok Arbain Rambey

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bukti Nyata Power Sosial Media; Jonan, Ahok, …

Prayitno Ramelan | | 23 November 2014 | 10:59

Curhat Kang Emil pada Ko Ahok di …

Posma Siahaan | | 23 November 2014 | 16:12

Menikmati Kompasianival 2014 Lewat Live …

Gaganawati | | 23 November 2014 | 06:26

Saliman, Buruh Biasa yang Cepat Tangkap …

Topik Irawan | | 23 November 2014 | 16:44

Maksimalkan Potensi Diri dan Gerak Lebih …

Kompasiana | | 21 November 2014 | 12:11


TRENDING ARTICLES

Menampar SBY dengan Kebijakan Jokowi …

Sowi Muhammad | 7 jam lalu

Dengan Interpelasi, Jokowi Tidak Bisa …

Ibnu Purna | 7 jam lalu

Rangkuman Liputan Acara Kompasianival Akbar …

Tjiptadinata Effend... | 7 jam lalu

Kenaikan Harga BBM, Pandangan di Kalangan …

Indartomatnur | 8 jam lalu

Pak Jokowi Rasa Surya Paloh …

Bedjo Slamet | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Sebaik-baiknya Tahun adalah Seluruhnya …

Ryan Andin | 8 jam lalu

Tak Sering Disorot Kamera Media, Kerja Nyata …

Topik Irawan | 8 jam lalu

Siasat Perangi KKN Otonomi Daerah …

Vincent Fabian Thom... | 8 jam lalu

Pancasila : Akhir Pencarian Jati Diri Kaum …

Vincent Fabian Thom... | 8 jam lalu

Hebohnya yang Photo Bareng Pak Ahok di …

Fey Down | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: