Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Dewi Sumardi

IRT dan tinggal di Baku, Azerbaijan. Menulis untuk berbagi manfaat. #Buku Let's Learn English Alphabethical selengkapnya

Catatan Kecil untuk Anakku - Selamat Ulang Tahun yang Ke 17

OPINI | 21 March 2014 | 04:30 Dibaca: 508   Komentar: 35   13

13953481191480602764

dokpri

Nak ijinkan hari ini Mama menulis sedikit kisah tentang dirimu …
Berawal tentang adamu Nak, Engkau hadir di kandungan mama enam bulan setelah Mama dan Papa menikah. Senang luar biasa, itulah yang kami rasakan saat itu. Mamapun mempercayakan perkembanganmu pada seorang dokter kandungan wanita di sebuah rumah sakit Islam di Jakarta Timur, dokter Ita namanya. Awal engkau ada di kandungan Mama, terdeteksi ada virus toksoplasma tapi menurut dokter tidak berbahaya bagi perkembanganmu. Tidak heran, karena dari kecil Mama adalah pencinta kucing dan di rumah tempat Mama dan Papa tinggal ada beberapa ekor kucing yang kami pelihara. Alhamdulillah Mas Hanif tetap tumbuh sehat di dalam kandungan Mama.
Berbicara tentang ngidam, setelah melewati fase morning sickness, mama menjadi pencinta gulai kepala ikan. Hampir setiap hari, Papa menyempatkan diri untuk mampir di rumah makan padang belakang kantor dan membawa pulang seporsi gulai kepala ikan, tak pernah bosan rasanya mama menyantapnya. Ada lagi cerita lain tentang ngidam, kala itu Mama ingin sekali makan soto yang terkenal di Semarang. Ketika itu, di Jakarta baru buka satu atau dua cabang. Tetapi ternyata sampai di restoran itu, mama hanya cukup memandang semangkok soto tanpa memakannya … Kenyang :)
Dan kalau bercerita tentang kelahiranmu, setelah menahan sakit berjam-jam akhirnya Mas Hanif hadir di dunia tepat pukul 23.50 wib dalam keadaan sehat wal afiat tanpa kurang satu apapun .. Alhamdulillah ..
Dan engkau hadir di dunia sebelum dokter Ita datang, jadi kelahiranmu cukup hanya ditemani dua orang suster saja .. Hmm, mungkin engkau paham Nak bahwa melahirkan dengan Dokter membutuhkan biaya yang lebih mahal.
****

1395348339273520573

dokpri

Melihatmu tumbuh dan berkembang adalah hal yang luar biasa. Mulai dari tangis panjangmu di pesawat yang membawa kita terbang dari Soekarno Hatta ke Heathrow ketika Mas Hanif berumur tujuh bulan. Tangis yang cukup membuat Mama stress dan akhirnya kelelahan sehingga terpaksa Papa menggantikan Mama menjagamu.
Belum lagi menyadari kelucuan dan usilmu ketika berusia tiga tahun. Saat itu Mas Hanif berlari keluar dari toilet di Schippol dalam keadaan bugil karena Mama akan mengganti pakaianmu. Begitu pula ketika di Ruang Tunggu Bandara Schipol, geli rasanya mendengar percakapanmu dengan teman barumu dari Afrika dengan bahasa yang Mama tak bisa pahami tapi kalian berdua mengerti dan bisa bermain bersama.
Nak, Mamapun masih ingat ketika itu hari pertamamu sekolah. Saat ibu Kepala Sekolah bertanya tentang makanan apa yang disantap pada waktu sarapan pagi, dengan lantang kamu menjawab, ” Nasi Padang !!!!!” Sebuah jawaban yang membuat semua ibu guru, orang tua murid dan temanmu tertawa. Padahal temanmu yang lain menjawab roti, coco crunch atau nasi goreng.

****

1395348462819845423

dokpri

Mama bersyukur Mas Hanif adalah tipe anak yang mudah sekali menyesuaikan dengan lingkungan baru. Berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain, dalam dan luar negeri adalah hal yang sering sekali engkau alami. Empat negara asing sudah Mas Hanif tinggali, dengan bermacam-macam teman yang Engkau temui. Meski Mama masih ingat ketika pertama kali Mas Hanif berkumpul dengan teman-teman asing, mama melihatmu hanya bengong sementara teman yang lain berbincang dan bercakap dalam bahasa Inggris. Di benak Mama saat itu terpikir ” Kapan anak Mama bisa sefasih mereka?”
Ternyata memang benar, ala bisa karena biasa. Lingkungan mengajarimu dan perlahan kamupun bisa menguasai bahasa Inggris dengan baik sebagai sarana komunikasimu belajar di Sekolah Internasional.
Mamapun senang karena kamu anak yang senang sekali berteman, bersahabat dan bersaudara, dengan segala kekurangan dan kelebihanmu.

****

Anakku yang baik dan Sholeh,
Terimakasih atas kedewasaan sikap yang selalu Mas Hanif tunjukkan dalam perjalanan hidup kita. Karena tak selalu suka yang engkau alami tapi terkadang dukapun terselip di antaranya. Mama merasa sangat bersyukur memilikimu. Maafkan ketidaksempurnaan mama dan papa sebagai orang tuamu. Begitu banyak kelemahan dan kekhilafan yang kami miliki dalam mendidikmu. Sungguh, kami sangat ingin menjadi orang tua yang terbaik buatmu.
****

Anakku sayang, 17 tahun kini usiamu. Insha Allah masih ada beribu langkah lagi yang kan kau jalani. Cobaan, rintangan dan hambatan pasti kan kau temui. Mungkin tak selalu kemenangan yang kau raih, terkadang satu dua atau bahkan lebih kekalahan yang menghampiri. Mama yakin Mas Hanif pasti kuat dan tegar melewati semua itu. Ibarat sebuah komputer yang sering sekali Mas Hanif bongkar pasang, terkadang harus bekerja keras untuk membuatnya jadi lebih baik lagi. Itulah hidup Nak, harus selalu engkau perjuangkan . Tahun depan, gerbang universitas menantimu. Pilihlah mana yang menurut Mas Hanif paling tepat, yakin dengan minat dan kemampuan untuk bergelut di dalamnya. Karena masa depanmu berawal dari situ.

****

1395350881418282801

dokpri

Nak, engkaulah asa yang sesungguhnya dalam kehidupan Mama.
Happy 17th my dear son …
Melangkahlah sejauh mungkin ..
Terbanglah setinggi yang kamu sanggup ..
Kejarlah impianmu …
Maafkan kami tak bisa memberi kado yang mahal di hari istimewamu
Tak ada kejutan ferrari merah terparkir di halaman …
Tak ada pesta meriah di Hotel Mahal dengan kehadiran teman-temanmu …
Hanya satu doa dan pengharapan Mama …
Semoga Allah selalu menjaga iman islammu ..
Semoga Allah menghilangkan sakitmu dan memberikan kesehatan padamu …
Semoga Allah memudahkan langkah-langkahmu …
Dan Semoga Allah menjadikan Engkau lelaki yang amanah dan bertanggung jawab dunia dan akhirat bagi keluargamu kelak .
Aamiin Aamiin YRA …

****

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mengubah Hujan Batu Menjadi Emas di Negeri …

Sekar Sari Indah Ca... | | 19 December 2014 | 17:02

Dilema Sekolah Swasta …

Ramdhan Hamdani | | 19 December 2014 | 18:42

PĂ©rouges, Kota Abad Pertengahan nan Cantik …

Angganabila | | 19 December 2014 | 19:54

Bintang dan Tumor …

Iyungkasa | | 19 December 2014 | 21:29

Kompasiana Drive&Ride: “Tantangan …

Kompasiana | | 16 December 2014 | 17:35


TRENDING ARTICLES

Talangi Lapindo, Trik Jokowi Jinakan …

Relly Jehato | 5 jam lalu

Mengapa Fuad Harus di Dor Sampai Tewas? …

Ibnu Purna | 5 jam lalu

Kenapa Steve Jobs Larang Anaknya Bermain …

Wahyu Triasmara | 7 jam lalu

Singapura Menang Tanpa Perang Melawan …

Mas Wahyu | 9 jam lalu

RUU MD3 & Surat Hamdan Zoelfa …

Cindelaras 29 | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: