Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Kusnandar Putra

Adalah guru SMP Islam dan Madrasah Aliyah Tanwirussunnah, Gowa. Diamanahkan "memegang" mata pelajaran IPA, IPS, selengkapnya

Kisah Haru Seorang Istri Mengemis Cinta Suami

REP | 24 January 2014 | 06:31    Dibaca: 651   Komentar: 1   1

Bismillahirrohmaanirrohiiim

Salah seorang istri mengeluh tentang suaminya,

“Demi Alloh, aku bersumpah bahwa aku ingin sesekali mendengar engkau mengucapkan, “Aku cinta kepadamu!” meskipun ungkapan itu hanya bohong. Hatiku sungguh terluka ketika mendengar engkau bertutur kata-kata indah dan manis dengan para sahabat lewat telepon. Andai saja aku adalah salah seorang dari sahabatmu itu. Subhanalloh…

Mengapa engkau begitu pelit memberikan ungkapan-ungkapan itu kepadaku? Bukankah aku ini adalah istrimu, ibu dari anak-anakmu, dan orang yang mengurus rumah tanggamu? Siapakah orang selain engkau yang dapat mengobati luka hatiku, yang sanggup mengurangi beban penderitaanku, dan memenuhi kekosongan jiwaku?”

Wahai para suami, ikhwan, janganlah kita biarkan istri kita mengemis cinta. Janganlah pelit kepada istri untuk memberikan kata-kata lembut, senyuman, dan pandangan simpatik agar dapat menenangkan hatinya, menyejukkan perasaannya.

Wahai para suami, apa kiranya yang terjadi jika kita datang dengan membawa hadiah disertai ungkapan cinta? Indah, ‘kan!

Wahai para suami, memang kita tak dibayar untuk mengucapkan cinta kepada istri, tetapi jauh lebih mahal memberikan cinta kepada istri.

Wahai para suami, isilah gelas rumah tangga kita dengan cinta, -insya Alloh- sebentar lagi istri meminumnya…[]

–Minasa Upa, 21 Rabiul Awal 1435 H

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pulang ke Solo, Presiden Kejutkan Arena CFD …

Niken Satyawati | | 24 May 2015 | 22:16

Kasus Ijazah Bodong, Kampus Ini Akan Somasi …

Abd. Ghofar Al Amin | | 25 May 2015 | 10:35

Dunia Lain Sinetron Kita …

Fandi Sido | | 25 May 2015 | 12:42

Beras Sintetis Beredar, Coba Pangan Lokal …

Suci Handayani | | 25 May 2015 | 09:21

Kompasiana-”Dayakan Indonesia” …

Kompasiana | | 11 May 2015 | 17:09


TRENDING ARTICLES

Wacana Menristek Opsionalkan Skripsi, Kabar …

Liafit Nadia Yuniar | 8 jam lalu

Cara Mudah Mendeteksi Gelar Palsu …

Ronny Noor | 8 jam lalu

Beras Plastik Buatan PDIP, KMP atau Mafia …

Imam Kodri | 9 jam lalu

Joko Widodo Presiden Kebetulan …

Muhammad Armand | 11 jam lalu

Etika Presiden Naik-Turun Pesawat dengan …

Daniel H.t. | 17 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: