Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Rupiah Tak Laku di Bandara Doha Qatar

OPINI | 18 December 2013 | 01:02 Dibaca: 1503   Komentar: 108   42

1387301486930062492

gambar koleksi pribadi

Rupiah yang saya banggakan ternyata tidak laku di bandara Internasional Doha Qatar. Saat itu saya tidak membawa mata uang lain selain RUPIAH, setelah selama kurang lebih 9 jam perjalanan Jakarta - Qatar, saya yang mulai kehausan di bandara tersebut berencana menukarkan uang Rupiah ke mata uang Riyal Qatar guna membeli secangkir kopi.

Setelah muter-muter nyari dan nanya ke petugas bandara, akhirnya saya menemukan tempat penukaran uang yang terletak tak jauh dari restoran. Sesampainya di kasir, dengan pedenya saya mengeluarkan lembaran seratus ribuan dua lembar dan langsung saya sodorkan ke kasir melalui lobang sebesar lengan ke loket. Lucunya, sang kasir di tempat penukaran uang hanya melongo saja dan bertanya kepada saya menggunakan bahasa Inggris.

“Ada yang bisa saya bantu?”  Begitulah kira-kira jawaban sang kasir kalo di Indonesiakan.

“Bisa menukar Rupiah ke Riyal Qatar?” Jawab saya singkat.

Tahukah apa jawab sang kasir?

“What is Rupiah?” Bujug buneng… Ini kasir dulu sekolahnya pasti nilai ekonominya jelek, masak mata uang negara lain kok sampe gak tahu.

Saya kembali menjelaskan kepada sang kasir, “Rupiah…, Indonesian money!” Cetus saya agak kesal.

“Maaf di sini tidak ada penukaran untuk Rupiah” Dengan kalem sang kasir menjawab lalu kembali sibuk dengan komputernya.

Setelah saya ngecek di layar LCD tempat Exchange rate di dinding, di situ hanya tertera USD, EUR, SAR, BHD, JPY, KWD dan mata uang negara lain yang lebih terkenal. Yang jelas di situ tidak ada IDR alias Indonesia Rupiah. Terpaksa saya menahan haus dan keinginan untuk menikamati secangkir kopi di area bandara yang sangat dingin.

Setelah dua jam menunggu, akhirnya pesawat tujuan Riyadh membawa saya ke ibu kota Saudi Arabia. Barulah di bandara King Khaled Riyadh, Rupiah dapat saya tukar ke SAR (Saudi Arabian Riyals). Tetapi jangan salah, tiga lembar uang seratus ribu yang saya tukar hanya berjumlah 94 SAR (1SAR=2900Rupiah) saja. Setidaknya saya bisa ngopi walau harus menunggu satu setengah jam dari Qatar ke Riyadh.

Salam Kereria…

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gandari: Menyibak Karakter dan Sikap …

Olive Bendon | | 18 December 2014 | 17:44

Meteorisme, Penyakit Hitler yang …

Gustaaf Kusno | | 18 December 2014 | 12:20

Hidayat Nur Wahid Tidak Paham Hukum …

Hendra Budiman | | 18 December 2014 | 12:50

Rangkuman Foto: Menyusuri Monumen Penting di …

Bisurjadi | | 18 December 2014 | 14:42

Ikuti Blog Competition ”Warna Warni Indah …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 10:50


TRENDING ARTICLES

Seleb yang Satu Ini Sepertinya Belum Layak …

Adjat R. Sudradjat | 9 jam lalu

Konyolnya Dokumen Hoax Kementerian BUMN Ini …

Gatot Swandito | 10 jam lalu

Menyoal Boleh Tidaknya Ucapkan “Selamat …

Dihar Dakir | 11 jam lalu

Presiden Jokowi Mesti Kita Nasehati …

Thamrin Sonata | 13 jam lalu

Pilot Cantik, Menawan, dan Berhijab …

Axtea 99 | 17 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: